Bikin Pangling! 9 Inspirasi Baju Pernikahan Adat Jawa yang Anggun, Sakral dan Timeless

Yuk, kenali ragam pakem busana pengantin Jawa biar pas dengan konsep hari bahagiamu

Siapa sih yang nggak ingin tampil anggun di hari yang sakral dengan prosesi adat Jawa? Rasanya ada kebanggaan tersendiri saat bisa membawa tradisi  ke momen sepenting itu. Namun, memilih baju adat pernikahan tidak sesimpel supaya bisa Instagramable saja, nih.

Soalnya, baju pernikahan adat Jawa juga bisa disesuaikan dengan asal-usul keluarga, lho. Meski sama-sama berasal dari budaya Jawa, setiap daerah punya ciri khas busana, riasan, warna, sampai aksesori yang berbeda.

Biar nggak makin bingung saat ngobrol dengan pasangan, keluarga, MUA, atau vendor busana, beberapa inspirasi baju pernikahan adat Jawa berikut bisa jadi referensi!

Pilihan Baju Pernikahan Adat Jawa yang Kamu Banget!

Setiap baju adat punya karakter sendiri! Mulai dari tampilan tegas yang khas dengan detail beragam, lebih kalem, atau ada juga yang cocok buat kamu yang ingin lebih modern.

1. Paes Ageng Kanigaran

hipwee-Paes Ageng Kanigaran

Pinterest.com

Bayanganmu tentang baju pernikahan adat Jawa yang megah, berwibawa, dan punya nuansa keraton yang kuat bakal langsung terwujud lewat Paes Ageng Kanigaran.

Ciri khas busana pernikahan adat Jawa Jogja terletak pada kebaya beludru panjang, detail benang emas, kain dodot, serta rias paes yang membuat tampilan terlihat sangat seremonial.

Bagi yang berhijab, jangan khawatir, ya, karena tetap bisa diadaptasi menjadi baju pernikahan adat Jawa hijab, lho.

Advertisements

2. Paes Ageng Jangan Menir

hipwee-baju Paes Ageng Jangan Menir

Instagram/house_of_liza

Pilihan berikutnya ada Paes Ageng Jangan Menir yang memang sekilas mirip dengan Kanigaran. Bedanya gaya ini menggunakan kebaya beludru panjang menjuntai yang langsung dipadukan dengan kain batik.

Dulu, busana ini sebenarnya dipakai untuk upacara boyongan pengantin perempuan ke rumah pria. Namun sekarang, penggunaannya sudah sangat fleksibel untuk resepsi.

Kamu tetap bisa tampil anggun bak bangsawan, tapi jauh lebih nyaman saat harus berdiri lama menyapa tamu undangan. Biar nggak bosan dengan warna hitam, pilihan warna seperti maroon atau navy dengan aksen bordir emas bisa jadi opsi yang sangat mewah.

3. Jogja Putri

hipwee-Jogja Putri

Pinterest.com

Kalau suka dengan pakem keraton tapi mau tampilan yang lebih ringan, maka bisa pakai Jogja Putri. Busana ini tetap membawa identitas kuat dari baju pernikahan adat Jawa Jogja, tapi dengan vibe yang jauh lebih kalem dan manis dibandingkan Paes Ageng.

Corak yang digunakan Jogja Putri adalah kebaya beludru dengan hiasan bordir emas yang dipadukan bersama kain batik prada. Bagian rambutnya menggunakan sanggul tekuk berhias mentul besar yang ikonik.

Gaya ini sangat pas untuk kamu yang mendambakan keanggunan tanpa harus pakai berlapis-lapis kain. Riasan wajahnya pun tetap mempertahankan bentuk paes khas Yogyakarta yang berkarakter unik.

4. Solo Putri

hipwee-Solo Putri

Pinterest.com

Ingin tampil dengan adat Jawa klasik tapi nggak mau pakai busana yang terlalu berat? Kamu bisa memakai adat Solo Putri. Pengantin perempuan akan memakai kebaya panjang yang anggun dan pengantin pria memakai beskap atau jas sikepan.

Riasan paesnya pun khas dengan warna hitam pekat tanpa pinggiran prada emas yang meliputi pola gajahan, pengapit, penitis, dan godheg.

Biasanya, gaya pun bisa dimodifikasi jadi baju pengantin adat Jawa modern dengan mengganti kebaya beludru hitam dengan kebaya brokat panjang warna pastel atau putih.

5. Solo Basahan

hipwee-Solo Basahan

Pinterest.com

Selanjutnya, ada Solo Basahan yang bisa kamu pilih kalau ingin busana pernikahan dengan akar budaya yang lebih kental. Alih-alih mengenakan kebaya biasa, pengantin akan memakai dodot alas-alasan, selendang udet cinde, dan kampuh dodot. Nah, keunikan kain dodot motif alas-alasan inilah yang membedakan Solo Basahan dengan gaya Solo Putri.

Keunikan lain yang paling mencolok ada pada paes Solo Basahan yang tidak berwarna hitam. Melainkan menggunakan rona hijau kegelapan yang terdiri dari bagian gajahan, pengapit, penitis, serta godheg.

6. Pengantin Semarangan

hipwee-baju Pengantin Semarangan

Pinterest.com

Gaya busana Pengantin Semarangan sangat pas buat kamu yang berasal dari Semarang atau memang ingin tampil beda dari pakem Solo-Jogja yang sudah sering berseliweran di timeline.

Nah, gaya manten khas Semarang dikenal sangat unik karena berhasil memadukan empat unsur budaya sekaligus dalam satu tampilan, yaitu Jawa, Melayu, Arab, dan Cina. Perpaduan tersebut melahirkan visual busana yang tidak hanya sarat akan nilai sejarah, tetapi juga terlihat sangat khas dibandingkan busana pengantin tradisional lainnya.

Kamu bisa memilih warna merah menyala atau hijau untuk menonjolkan pengaruh budaya Tionghoa dan Melayu yang kuat, atau tetap menggunakan warna putih gading dan champagne jika ingin kesan yang lebih lembut dan modern.

7. Banyumasan

hipwee-adat pengantin Banyumasan

Instagram/dhita_wedding

Busana pengantin Banyumasan sangat cocok buat kamu yang lebih suka tampilan sederhana meski menonjolkan identitas budaya di hari Bahagia nanti.

Keunikan dari gaya busana ini terlihat jelas dalam tradisi pernikahan khas seperti Begalan. Pakaian yang dikenakan biasanya menggunakan warna-warna dasar yang tegas seperti hitam, putih, merah, dan biru, lalu dipadukan dengan kain batik Banyumasan yang khas serta riasan wajah yang cenderung lebih sederhana.

8. Manten Pegon Surabaya

Geser sedikit ke timur, ada pilihan yang unik banget bernama Manten Pegon Surabaya yang merupakan perpaduan budaya Jawa, Arab, Tionghoa, hingga Eropa.

Tradisi pernikahan khas Surabaya ini memperlihatkan akulturasi budaya yang sangat kental melalui pakaian pengantinnya. Pengantin perempuan biasanya mengenakan busana panjang bergaya Eropa, sementara pengantin pria memakai pakaian dengan pengaruh Timur Tengah yang kuat, lengkap dengan sorban atau jas tutup klasik.

9. Malang Keprabon

hipwee-Malang Keprabon

Pinterest.com

Referensi baju pernikahan adat Jawa Timur lainnya punya ciri khas rias aksesori yang cukup kuat, seperti penggunaan Ukel Keprabon, kalung Hara, dan klat bahu untuk pengantin perempuan Malang Keprabon.

Dibandingkan busana adat Jawa bagian tengah yang identik dengan warna hitam emas, Malang Keprabon lebih segar dengan permainan palet warna hangat seperti hijau, kuning emas, oranye lembut, atau merah bata.

Biar tampilan keseluruhan tidak terkesan terlalu ramai karena aksesorinya sudah cukup menonjol, kamu bisa menyiasatinya dengan menjaga riasan wajah dan detail kain jarik tetap simple.

Sebelum menentukan pilihan akhir, coba kumpulkan dulu 2 sampai 3 referensi baju pernikahan adat Jawa favorit, lalu diskusikan dengan pasangan, keluarga, MUA, dan vendor busana, ya.

Tanyakan juga soal kenyamanan, durasi pemakaian, aksesori, sampai kemungkinan modifikasi jika kamu ingin tampilan yang lebih modern atau versi hijab. Dengan begitu, kamu bisa tampil anggun tanpa merasa kikuk dengan baju yang kamu pakai.

Selanjutnya, jangan lupa cek referensi dekorasi pernikahan simple di artikel ini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Part time - Content Writer, Copywriter, Editor Buku, dan Penulis. Full time - menghabiskan waktu dengan para kucing, nonton drama maupun film.

Editor

Seorang SEO Specialist dan Editor dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam optimasi website, pengelolaan konten, dan peningkatan performa SEO secara organik.