Pemakan Sampah di Dunia

Pernahkah kamu bayangkan kemana selama ini makanan-makanan sisamu bermuara? Mungkin sebagian besar dari kalian bakal mengira semuanya akan berakhir di tempat sampah. Tapi ternyata ada banyak orang di dunia yang masih menikmati makanan sisa orang lain dari tempat pembuangan sampah. Entah diolah lagi atau dimakan langsung. Kebanyakan dari mereka nggak peduli sama higienitasnya. Asal perut kenyang, aman, dan nyaman.

Meski begitu, jangan menganggap semua makanan sisa itu jorok ya. Beberapa negara bahkan punya sistem pengolahan makanan sisa yang modern lho. Ada juga yang sampai membuat aplikasi untuk menyatukan para pemburu makanan sisa di suatu negara. Berguna banget buat kamu yang nggak mau buang-buang makanan tapi sudah bosan atau kenyang sama makanan itu. Seperti apa potret para pemakan sampah di dunia?? Simak bareng Hipwee News & Feature berikut ini yuk!

1. Keluarga miskin di Filipina banyak yang bertahan hidup dengan mengonsumsi ‘pagpag‘, makanan yang dibuat dari sisa ayam buangan restoran. Jangan bayangkan ayamnya masih utuh ya, ini diambil dari tulang-tulang sisa lho

Diambil dari daging-daging sisa via my_sarisari_store.typepad.com

2. Setelah berhasil mengumpulkan ayam-ayam dari tong sampah, mereka akan memisahkan daging dan tulangnya. Lalu daging dicuci bersih pakai air panas biar kuman dan bakterinya hilang

Kalau sudah dicuci, ayam akan digoreng lagi dalam minyak panas, supaya mikroba yang menempel benar-benar mati via lostbird.vn

3. Selain dikonsumsi sendiri, di kawasan kumuh di sana juga banyak orang yang buka warung ‘pagpag’. Olahannya juga beragam, ada yang digoreng biasa, ada yang dicampur bumbu pedas

Pagpag biasa digoreng atau diolah pedas via www.brenontheroad.com

4. Di beberapa daerah di Indonesia juga ada lho warga yang biasa mengolah nasi sisa menjadi nasi aking, nasi yang dijemur hingga kering dan kembali dikonsumsi

Biasanya nasi aking digunakan untuk pakan ternak. Tapi bagi warga miskin, nasi aking bisa jadi rezeki. Ini karena mereka nggak mampu membeli beras. via bersamadakwah.net

5. Makanan sisa nggak melulu berarti sampah. Di Indonesia, ada komunitas peduli sampah makanan bernama Hunger Bank. Tugasnya mengumpulkan sisa-sisa makanan dari restoran yang masih layak dan diberikan kepada yang membutuhkan

The Hunger Bank Indonesia, berbagi makanan ‘sisa’ kepada yang membutuhkan via www.hipwee.com

6. Lain halnya di Swedia yang sudah super modern. Penduduk di sana nggak perlu khawatir sisa makanannya bakal terbuang sia-sia, karena negara itu punya sistem pengolahan sampah makanan yang mengubahnya jadi biogas!

Sistem pemisahan sampah di sana aja udah keren begini via theculturetrip.com

Advertisement

Biogas ini bisa dijadikan sumber energi buat bus kota lho. Wah keren banget nggak sih??

7. Apa yang terjadi pada produk-produk di supermarket yang nggak laku dijual? Ternyata kalau di Perancis, pemilik swalayan wajib mendonasikan makanan-makanan sisanya lho! Asal masih layak dikonsumsi aja sih

Pemerintah bahkan nggak segan memberi sanksi dan denda bagi supermarket yang bandel via www.hipwee.com

8. Restoran-restoran di Denmark banyak yang menjual makanan-makanan sisa dengan harga miring. Jangan kaget kalau kamu ke sana dan sering melihat banyak orang berkerumun di depan resto yang hampir tutup. Mereka berburu makanan sisa lho!

Biasanya orang berebut untuk mendapat diskonan makanan sisa via www.dw.com

9. Di Italia ada organisasi besar namanya ‘il Refettorio Ambrosiano’ (Kamar Makan Ambrosius), yang dibentuk untuk menampung sisa makanan selama food expo.

Bahan-bahan itu diolah lagi oleh chef profesional dan dijual atau dibagikan untuk warga miskin via www.kompasiana.com

10. Beberapa negara sudah banyak yang membuat aplikasi untuk menghubungkan pemilik dan pencari makanan sisa, contohnya Inggris, Spanyol, dan Indonesia. Kalau di Indonesia namanya GiFood dan dibuat oleh mahasiswa UGM

Misalnya kamu punya roti yang sudah hampir kadaluarsa tapi kamu nggak bisa menghabiskannya, kamu bisa memfoto dan membagikannya lewat aplikasi itu via dailysocial.id

11. Makanan sisa nggak cuma identik dengan masyarakat kalangan bawah. Para petinggi negara juga ikut mengonsumsi makanan dari bahan-bahan sisa saat pertemuan United Nation 2015 lalu

Chef Sam Kass saat memasak bersama Michelle Obama via www.nydailynews.com

Dalam pertemuan itu isu food waste memang sedang jadi bahasan pokok. Mereka sadar kalau masalah ini kalau dibiarkan bisa makin merusak kondisi lingkungan. Untuk lebih mendukung gerakan menolak makanan sisa, para chef profesional, Sam Kass dan Dan Barber bersedia memasak makan siang untuk para petinggi negara yang hadir. Kedua chef menggunakan biji-bijian sisa, potongan sayuran, dan bahan makanan lain yang sebenarnya nggak layak dihidangkan buat presiden.

Problematika makanan sisa ini memang nggak begitu tampak kalau dilihat dari luar aja. Di Indonesia sendiri mungkin jarang ada orang tua yang marah banget kalau anaknya sampai nggak menghabiskan makanan. Padahal makanan sisa yang berakhir di pembuangan dan membusuk bisa menghasilkan gas metana yang jelas bakal berdampak buruk bagi lingkungan. Jadi buat kamu yang masih suka buang-buang makanan, yuk segera ubah kebiasaanmu. Untuk meminimalisir makanan sisa, sebaiknya jangan ambil atau pesan banyak-banyak ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya