11 Menit Kritis Penerbangan. Yuk Pahami Makna 8 Instruksi yang Selalu Kita Dengar Saat-saat Itu

Makna instruksi pramugari saat penerbangan

Pasti diantara kalian ada yang pernah mendengar istilah ‘critical eleven’. Bukan, bukan novel atau film ya. Tapi ini adalah critical eleven minutes, sebuah istilah dalam penerbangan. Istilah itu menunjukkan waktu kritis pesawat paling banyak mengalami kecelakaan. Seperti dikutip dari Flight Safety Foundation, sebelas menit itu adalah penjumlahan 3 menit awal saat take off dan 8 menit di akhir penerbangan. Selama sebelas menit yang mempertaruhkan nyawa baik saat take off atau landing, pramugari atau pramugara pasti akan memberi pengumuman khusus seperti ini.

Advertisement

“Untuk keselamatan anda, silakan letakkan barang bawaan di bagasi atau di bawah kursi. Sebelum lepas landas kami persilakan kepada Anda untuk duduk, menegakkan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka dihadapan Anda, mengencangkan sabuk pengaman, dan membuka penutup jendela.”

Instruksi-instruksinya sendiri terdengar sangat sederhana, tapi serangkaian instruksi ini sebenarnya sangat penting untuk menjaga keselamatan penerbangan. Tiap-tiap aturan pun memiliki makna atau fungsi khususnya sendiri-sendiri. Mungkin banyak orang menganggapnya sepele atau memilih menghiraukan karena belum tahu maknanya. Makanya yuk bareng-bareng Hipwee News & Feature pahami kenapa kita harus tegakkan sandaran kursi, buka penutup jendela, atau kenapa lampu harus dipadamkan saat take off dan landing~

1. Barang bawaan penumpang harus dimasukkan ke bagasi atau di bawah kursi. Barang tersebut nggak boleh sampai mengganggu lalu lalang di sekitar kursi

Kita harus tahu diri soal barang bawaan di kabin pesawat. Bisa-bisa malah membahayakan lho~ via wisataunikjalanjalan.blogspot.com

2. Penumpang diminta buat duduk di kursi masing-masing. Kalau penumpang nggak duduk di kursinya, saat darurat, mereka nggak kebagian masker oksigen deh

Walau sedang di toilet, pramugari biasanya meminta keluar dan kembali duduk via travel.tribunnews.com

Advertisement

3. Sandaran kursi juga harus dipastikan tegak. Ini bisa mengurangi risiko cedera penumpang dan mempermudah akses penumpang dibelakangnya untuk keluar

Akses keluar masuk yang leluasa saat kondisi darurat itu penting lho untuk evakuasi via lifestyle.okezone.com

4. Meja kecil yang ada di depan penumpang juga harus ditutup. Tujuannya untuk mempermudah akses keluar dan mengurangi risiko cedera

Evakuasi butuh waktu sangat cepat, kalau ada yang menghalangi, nyawa bisa-bisa nggak jadi selamat deh via batamnews.co.id

5. Sabuk pengaman juga harus dikunci dan dikencangkan. Ini bisa menjaga penumpang cedera saat terjadi guncangan yang dahsyat

Jangan buka sabuk pengaman ya saat pesawat terbang maupun mendarat sebelum diperbolehkan oleh pramugarinya via www.pegipegi.com

6. Jendela di bagian samping harus dibuka penutupnya. Kalau jendela terbuka, penumpang juga jadi tahu bagaimana kondisi di luar saat terjadi keadaan darurat

Advertisement

Penting lho tahu keadaan luar saat melakukan terbang atau pendaratan. Kalau ada yang ganjil, bisa dilaporkan ke pramugari kok via nova.grid.id

7. Saat akan terbang atau mendarat, lampu di pesawat juga diredupkan. Kondisi itu membantu penumpang adaptasi dengan lingkungan yang gelap lebih cepat

Saat kondisi darurat, bisa jadi lampu di pesawat mati. Penumpang harus segera evakuasi. Padahal butuh waktu untuk membiasakan diri dalam kegelapan via blog.reservasi.com

8. Mematikan ponsel dan juga alat elektronik seperti laptop wajib hukumnya. Sinyal yang dipancarkan ternyata bisa mengganggu penerbangan lho~

Saat menerbangkan dan mendaratkan pesawat, pilot butuh konsentrasi yang besar. Sinyal ponsel bisa mengganggu sistemnya via www.traveldailymedia.com

Demi keselamatan bersama, nggak boleh lagi deh menyepelekan instruksi pramugari saat penerbangan. Setuju kan~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE