7 Cara Identifikasi Jenazah yang Bisa Diupayakan untuk Kenali Korban. Dari Gigi, DNA, Hingga Tato

Cara identifikasi forensik

Menyusul tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 Senin pagi kemarin, masa evakuasi 7 hari ditetapkan oleh pemerintah. Semua jajaran terkait bekerja 24 jam untuk dapat sesegera mungkin menemukan korban dan badan utama pesawat yang diduga tenggelam. Cuaca yang cukup cerah di sekitar lokasi, membantu proses evakuasi yang sedang berjalan. Meski evakuasi dilaporkan berjalan cukup lancar, tantangan terbesar yang kini dihadapi ternyata adalah identifikasi jenazah korban-korban. Pasalnya, jenazah-jenazah korban yang telah ditemukan hingga saat ini sudah sangat sulit dikenali dan tidak utuh lagi.

Advertisement

Maka dari itu, keluarga para korban diharapkan untuk segera menyerahkan data-data antemortem kepada tim Disaster Victim Identification (DIV) Polri di pusat-pusat krisis yang telah didirikan. Apa sih yang dimaksud data antemortem? Antemortem menunjukkan kondisi atau ciri-ciri saat korban masih hidup. Identifikasi jenazah dilakukan dengan membandingkan data antemortem dengan postmortem — kondisi setelah korban meninggal atau ketika ditemukan. Bagaimana caranya membandingkan dan apa saja yang dibandingkan? Yuk baca lebih dalam lagi soal istilah-istilah yang pasti bakal lebih sering lagi kita dengar selama proses evakuasi tragedi Lion Air JT 610, bareng Hipwee News & Feature tentunya.

1. Menurut panduan Interpol, cara identifikasi jenazah ada dua jenis yaitu primer dan sekunder. Salah satu cara primer adalah menggunakan sidik jari. ‘Kan sidik jari setiap orang berbeda-beda

Data sidik jari punya banyak kelebihan dan juga kelemahan lho via www.baltimorefingerprinting.com

2. Selain dengan sidik jari, ternyata struktur gigi dan rahang yang unik pada tiap orang bisa jadi cara untuk mengidentifikasi jenazah lho

Perawatan gigi yang pernah dilakukan korban bisa jadi membantu identifikasi lho. Misalnya tambal gigi atau gigi palsu via inc-asean.com

Advertisement

3. Identifikasi jenazah juga bisa dilakukan dengan tes DNA. Ini dianggap salah satu cara paling akurat, bahkan ketika jenazah kondisinya buruk sekalipun

Yang paling akurat adalah tes DNA meski perlu waktu yang cukup lama via macrogenlab.com

4. Jenis sekunder dari identifikasi postmortem salah satunya dengan memanfaatkan informasi medis saat masih hidup dan membandingkan dengan kondisi jenazahnya

Data medis biasanya berupa tindakan medis dan ciri-ciri yang melekat pada tubuh via belitung.tribunnews.com

5. Nggak hanya itu, identifikasi sekunder juga bisa dilakukan dengan cara patologi yaitu mempelajari kelainan pada jenazah lalu mencocokkannya dengan data medis

Tindik dan tato termasuk dalam identifikasi secara patologi via www.meetdoctor.com

6. Selain itu, ada juga cara antropologi forensik yang bisa mengecek kondisi rangka tubuh misalnya tulang yang patah lalu menghubungkan dengan kejadiannya

Advertisement

Kondisi tulang akan dicek untuk mengetahui identitas jenazah via www.sorrentinolegal.com

7. Jenazah juga bisa diidentifikasi dari benda apa saja yang melekat di badannya seperti dari perhiasan dan baju. Sayangnya cara ini masih kurang akurat

Barang yang dikenakan juga bisa jadi salah satu cara mengidentifikasi jenazah via lifestyle.okezone.com

Perkembangan teknologi tentu berperan sangat besar untuk membantu proses identifikasi korban bencana besar seperti jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 kemarin. Bayangkan masa-masa sebelum ditemukannya teknologi pengenal DNA, pasti banyak jenazah yang tidak bisa dikenali maupun dikembalikan kepada keluarga. Semoga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 segera bisa ditemukan semua. Semoga juga jenazah-jenazah yang sudah ditemukan, bisa cepat diidentifikasi dan segera diserahkan kembali kepada keluarganya. Amin…

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE