Pasti rasanya sangat sedih ketika melihat orang yang tersayang sedang sakit. Apalagi jika penyakit yang diderita adalah penyakit berat seperti kanker. Hal itu juga yang saat ini dialami oleh Denada Tambunan, seorang aktris dan penyanyi Indonesia. Putri tunggalnya, Shakira, yang baru berusia 5,5 tahun, divonis oleh dokter mengalami leukimia atau kanker darah. Karena hal itu, Shakira terpaksa menginap di sebuah rumah sakit di Singapura untuk menjalani pengobatan yaitu kemoterapi.

Kemoterapi menyerang sel kanker dengan obat-obatan via www.enzolifesciences.com

Kemoterapi adalah cara pengobatan kanker dengan mematikan sel kanker menggunakan obat-obatan. Tapi, terkadang, yang dibunuh oleh obat kemoterapi nggak hanya sel kanker, sel sehat pun juga bisa ikut diserang. Nah itulah yang membuat Shakira merasa nggak cantik lagi. Yang paling nyata adalah rambut Shakira yang rontok dan wajahnya yang berubah. Denada, sebagai ibunya, merasa sedih dan memutuskan untuk menutup semua cermin dengan koran agar putri kesayangannya tak lagi melihat refleksinya di cermin. Kisah tersebut dibagikan oleh Denada melalui akun Instagramnya @denadaindonesia dan sudah mendapat lebih dari 66 ribu likes.

Denada menutup cermin dengan koran agar anaknya nggak merasa sedih akibat efek kemoterapi via www.instagram.com

Advertisement

Sebenarnya, efek dari kemoterapi nggak hanya rambut rontok saja. Ada banyak efek samping kemoterapi yang bisa dialami oleh pasien. Nah, biasanya yang mudah terlihat secara fisik ya kerontokan pada rambut. Tapi, nggak semua pasien mengalami efek samping kemoterapi yang sama lho. Nah dilansir dari National Health Service (NHS), Inggris, berikut adalah efek samping kemoterapi yang bisa dialami oleh pasien. Yuk pahami bersama Hipwee News & Feature!

1. Pasien akan merasa mudah lelah selama melakukan rangkaian pengobatan kemoterapi. Bahkan, mereka juga sangat cepat lelah ketika melakukan kegiatan sehari-hari

Pasien akan merasa mudah lelah via www.wisegeek.com

Pada kondisi seperti ini, pasien kemoterapi perlu bantuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari karena memang bagi mereka, beberapa kegiatan terasa begitu melelahkan. Selain itu, mereka harus banyak istirahat. Tetapi, jika mulai merasa sangat lelah dan sulit bernafas, kemungkinan lain adalah pasien mengalami anemia atau kekurangan darah merah

2. Terkadang, pasien yang menjalani kemoterapi akan merasa nggak enak badan. Selain itu, pasien juga akan merasa mual dan ingin muntah

Badan rasanya nggak enak dan mual via www.parentingclub.co.id

Ada masa dimana pasien merasa nggak enak badan dan mual. Nah, biasanya pasien bisa diberi obat untuk mengurangi rasa nggak enak badan tersebut. Tapi, sayangnya obat untuk mengurangi rasa nggak enak badan dan mual itu bisa bikin sakit kepala, konstipasi, masalah pencernaan, hingga kesulitan tidur.

3. Ini adalah efek kemoterapi paling umum dialami dan paling mudah diidentifikasi. Rambut pasien akan rontok setelah beberapa minggu menjalani terapi

Rambut bisa rontok dan kebanyakan mengalami kebotakan. Tapi nanti rambut bisa tumbuh lagi kok via www.elitehairsolutions.com

Advertisement

Biasanya, kerontokan rambut terjadi beberapa minggu setelah kemoterapi pertama. Nggak cuma rambut di kepala aja yang rontok, rambut di bagian lain seperti wajah dan lengan juga akan rontok. Tapi, setelah rangkaian pengobatan selesai, rambut akan tumbuh lagi kok. Tapi sebenarnya nggak semua pasien yang menjalani kemoterapi akan mengalami kerontokan rambut. Lagi-lagi, efeknya bisa berbeda untuk tiap orang.

4. Kemoterapi ternyata bisa mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Jadi, pasien harus menghindari hal yang bisa membuat dia infeksi agar nggak terkena penyakit yang lainnya

Pakai masker biar terlindung dari infeksi via tuans.info

Pasien kemoterapi ternyata bisa mengalami penyakit lain yang lebih serius lho, Hal ini karena pasien akan lebih mudah mengalami infeksi. Nah, sebaiknya, pasien lebih sadar untuk rajin cuci tangan dan juga menghindari dekat dengan orang yang mengalami infeksi seperti flu.

5. Sel darah merah bisa berkurang jumlahnya akibat kemoterapi, padahal sel darah merah punya fungsi untuk mengangkut oksigen dalam darah. Jika kekurangan, maka pasien bisa mengalami anemia

Salah satu efek dari anemia adalah lemas dan mudah lelah via www.clinicaladvisor.com

Kemoterapi bisa mengurangi sel darah merah pada tubuh. Ketika sel darah merah mengalami penuruan drastis, maka pasien mengalami anemia. Nah, gejala anemia adalah mudah lelah, nafas pendek, wajah pucat, dan juga detak jantung yang akan lebih terasa. Untuk mencegahnya, sebaiknya mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi.

6. Ternyata, kemoterapi juga bisa menyebabkan tubuh mudah lebam dan juga terjadi pendarahan. Ada kemungkinan besar pasien akan mudah mimisan dan juga gusi berdarah

Kekurangan trombosit membuat pasien mudah pendarahan seperti mimisan via www.newtimes.co.rw

Salah satu komponen pada darah adalah trombosit yang fungsinya untuk menghentikan pendarahan ketika terjadi luka. Ketika kemoterapi, trombosit dalam darah juga akan berkurang sehingga kulit akan mudah lebam, hidung bisa mimisan, dan gusi juga jadi berdarah.

7. Mulut juga mengalami efek dari kemoterapi. Pada beberapa pasien, mulutnya akan bengkak dan iritasi. Tapi itu hanya berlangsung sementara aja kok

Mulut iritasi dan jadi nggak nyaman buat menelan makanan via diseasespictures.com

Jika pasien merasa mulutnya bengkak mirip seperti habis makan makanan yang sangat panas, nggak nyaman ketika makan dan minum, mulut terasa kering, dan sulit merasakan rasa dalam mulut, maka itu adalah salah satu efek dari kemoterapi. Sebaiknya, pasien menghindari makanan yang pedas, asin, dan juga makanan yang tajam sehingga rasa kurang nyaman dalam mulut bisa berkurang.

8. Rasa mual dan nggak enak dibadan bisa bikin pasien kemoterapi merasa nggak nafsu makan. Tapi disarankan buat tetap banyak minum dan juga makan sebisanya

Kemoterapi membuat nggak selera makan via hellosehat.com

Meskipun kemoterapi bikin mulut rasanya nggak enak dan mual, tapi pasien tetap harus berusaha banyak minum dan tetap makan sebisanya. Caranya adalah dengan makan sedikit tapi sering, makan makanan ringan yang sehat, dan minum perlahan dari sedotan sedikit demi sedikit.

9. Perubahan fisik yang terjadi selain kerontokan rambut juga dialami oleh kulit serta kuku. Kulit dan kuku akan lebih kering dan kelihatan pucat

Kuku menjadi lebih kering dan keras via www.google.co.id

Ini juga jadi salah satu efek kemoterapi yang mudah dikenali yaitu kulit dan kuku menjadi kering. Nggak jarang, kulit juga terasa gatal, bahkan warna kulit jadi nggak merata, lebih sensitif dengan cahaya matahari, serta kemerahan dan bengkak. Kuku pun juga jadi lebih kering dan kaku. Tapi, semua akan berangsur kembali normal seiring selesainya terapi.

10. Jangan heran jika pasien kemoterapi jadi pelupa. Itu adalah salah satu efeknya pada pikiran. Selain itu, mereka juga akan lebih sulit untuk berkonsentrasi

Jadi mudah lupa via www.deherba.com

Pasien kemoterapi akan merasa lebih lama dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari. Hal ini karena mereka jadi mudah lupa dan juga jadi sulit berkonsentrasi. Benda-benda pengingat seperti pengingat dari ponsel, kalendar, dan sebagainya bisa membantu lho. Selain itu melakukan latihan mental, makan yang baik, serta cukup istirahat akan sangat bermanfaat.

11. Pasien kemoterapi juga akan merasa sulit tidur atau biasa disebut dengan insomnia, Entah merasa tidak bisa tidur atau bisa juga sering terbangun dari tidur

Pasien sering terbangun saat tidur via thefreshtoast.com

Pernah nggak sih ngerasain sulitnya tidur dan juga sering terbangun mendadak saat sedang tidur? Nah, pasien kemoterapi juga akan merasakan itu semua. Tapi, karena perlu istirahat, mereka harus dipaksa untuk tidur dengan berbagai cara misalnya dengan mendengarkan musik yang menenangkan, membuat ruangan jadi gelap, dan menghindari kafein.

12. Kemoterapi ternyata bisa menyebabkan kurangnya kesuburan pada pasien karena obat-obatan yang digunakan. Ini bisa berlangsung sementara atau permanen

Ternyata, pasien kemoterapi bisa mengalami berkurangnya kesuburan via urbanmoms.ca

Beberapa pasien kemoterapi akan merasa nggak bergairah soal seks selama menjalani rutinitas pengobatan. Beberapa obat bisa mengurangi kesuburan baik untuk pria atau wanita. Sebaiknya, sebelum memulai rangkaian kemoterapi, tanya pada dokter dahulu apakah akan mempengaruhi kesuburan sehingga bisa mempersiapkan diri. Selain itu, jangan hamil dulu ya selama kemoterapi karena obatnya bisa berbahaya bagi bayi,

13. Beberapa hari setelah menjalani kemoterapi, pasien akan mengalami diare dan konstipasi. Tapi itu bisa ditangani dengan penggantian pola makan kok

Diare jadi salah satu efek samping dari pengobatan kemoterapi via taufan.web.id

Mengubah pola makan dan jenis makanan yang dimakan itu penting selama kemoterapi. Pasien akan mengalami masalah pencernaan sehingga bisa jadi mengalami diare atau kebalikannya, yaitu mengalami konstipasi.

14. Mengalami kemoterapi bisa jadi pengalaman yang bikin pasien trauma lho karena proses yang berkepanjangan dan efek sampingnya. Mereka jadi rentan mengalami depresi

Pasien kanker rentan dengan depresi akibat pengobatan yang panjang dan nggak nyaman via hellosehat.com

Salah satu efek yang sering diremehkan adalah mengenai dampak psikologis akibat kemoterapi. Kemoterapi merupakan proses panjang yang melelahkan dengan berbagai efek samping yang nggak nyaman. Stres juga pasti muncul karena meski sudah menjalani kemoterapi, nggak ada jaminan penuh bahwa pengobatan itu bisa menyembuhkan. Ini pasti membuat pasien rentan depresi. Tapi hal ini bisa dikurangi dengan dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat.

Penyakit kanker memang sangat ganas dan mematikan. Selain itu, pengobatannya juga punya efek samping yang nggak menyenangkan. Yang dibutuhkan para pasien kanker adalah dukungan dan semangat untuk terus berjuang agar segera sembuh.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya