31Banyak media udah pada memberitakan fenomena alam yang bakal bisa kita saksikan bersama tanggal 31 Januari besok, tepatnya sekitar pukul 18.48 WIB. Ya, apalagi kalau bukan gerhana bulan. Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Stasiun Jambi, Nurangesti Widyastuti, seperti dilansir Tempo, fenomena unik ini akan berlangsung selama 5 jam 17 menit.

Kenapa dikatakan unik? Bukan hanya gerhana bulan biasa, apa yang besok akan terjadi merupakan gabungan dari 3 fenomena bulan yang terjadi pada saat bersamaan : supermoon, bluemoon, dan gerhana bulan total. Alhasil banyak yag menyebut fenomena ini sebagai ‘super blue blood moon‘. Meskipun sangat langka, peristiwa seperti ini memang mungkin terjadi. Kabarnya ini merupakan kali pertama sejak 152 tahun lalu. Jadi ini memang kesempatan sekali seumur hidup guys, jangan lupa nonton ya. Nah biar lebih ‘afdol’ menontonnya, ada baiknya kamu paham apa bedanya 3 fenomena yang bakal terjadi besok. Hipwee News & Feature sudah mengulasnya buat kamu~

Akhir-akhir ini kayaknya kita sering banget dipertontonkan fenomena bulan yang luar biasa. Dari Desember 2017 kemarin sampai sekarang, total udah 3x Supermoon terjadi. Tapi jangan khawatir, peristiwa ini bukan pertanda kiamat kok

Trilogi supermoon via twitter.com

Advertisement

Banyak yang menghubung-hubungkan peristiwa langka besok dengan kiamat atau hal klenik dan mistik. Padahal ini sama sekali nggak ada hubungannya dengan itu. Sebenarnya bergabungnya 3 fenomena dalam satu waktu ini sudah pernah terjadi sekitar 152 tahun silam, dan katanya akan berulang 152 tahun lagi dari sekarang. Mungkin orang juga makin percaya ini ada kaitannya sama hal-hal begituan karena adanya trilogi supermoon yang terjadi dalam waktu berdekatan. Pertama, tanggal 3-4 Desember 2017 lalu. Kedua, 1-2 Januari kemarin. Dan, terakhir yang bakal berlangsung 31 Januari besok.

Fenomena Supermoon yang merupakan lanjutan dari trilogi Supermoon ini terjadi saat bulan tampak lebih besar dan lebih bercahaya dari biasanya

Supermoon via www.ebroadsheet.com

Nah, salah satu dari 3 peristiwa yang akan bergabung besok ini adalah supermoon (yang udah 2x terjadi sebelumnya). Dilansir Wired, supermoon ini terjadi saat bulan purnama berada di jarak terdekatnya dengan bumi, yakni sekitar 356.565 km. Karena jaraknya yang lebih dekat, ukurannya pun bakal tampak lebih besar sekitar 14%, begitupun dengan tingkat kecerahannya yang bertambah 38% dari biasanya. Tapi kalau langit mendung atau cuaca terlalu dingin, supermoon nggak akan bisa dilihat mata guys

Sedangkan Bluemoon, bukan berarti bulannya nanti bakal berwarna biru ya. Istilah ini cuma dipakai buat menyebut bulan purnama yang terjadi 2 kali dalam sebulan

Bluemoon itu full moon yang terjadi 2x dalam sebulan via travel.idntimes.com

Selain supermoon, ada juga fenomena bluemoon yang bakal terjadi bersamaan 31 Januari besok. Tapi jangan keburu berpikir saat peristiwa ini terjadi bulan bakal berubah jadi biru ya. Penamaan bluemoon sendiri punya sejarah panjang yang nggak bakal kelar kalau ditulis di sini. Intinya, bluemoon ini cuma penyebutan bulan purnama yang terjadi 2 kali dalam sebulan.

Advertisement

Tapi sayangnya bluemoon ini nggak bisa dinikmati semua orang di dunia. Ini karena adanya perbedaan waktu. Katakanlah kamu berada di Arizona dan mengalami purnama pertama tanggal 1 Januari pukul 7 malam. Kamu akan mengalami yang kedua tanggal 31 Januari pukul 6 pagi. Artinya ada 2 purnama dalam sebulan (bluemoon). Tapi nggak dengan teman kita yang ada di New Zealand, yang mengalami purnama pertama tanggal 2 atau 3 Januari, otomatis yang kedua bakal muncul 1 Februari. Bluemoon bagi seseorang, belum tentu bluemoon bagi yang lain.

Dua fenomena di atas dilengkapi dengan terjadinya total lunar eclipse atau gerhana bulan total juga lho, wah makin komplit nih!

Bakal terjadi gerhana bulan total juga via www.upgruv.com

Gerhana bulan total bakal terjadi juga di waktu yang sama kayak dua peristiwa di atas lho. Gerhana ini terjadi saat posisi bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga memaksa sinar matahari melewati atmosfer. Atmosfer akan menyaring sebagian cahaya warna biru sehingga yang tersisa cuma warna oranye kemerahan aja. Itulah kenapa nanti bulan juga akan berwarna kemerahan atau oranye, bahkan kecokelatan.

Fenomena astronomi ini sangat normal terjadi. Jadi jangan khawatir ini bakal jadi tanpa peristiwa besar muncul ya. Oh ya, kata Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), warga pesisir juga diimbau untuk waspada karena gerhana bulan besok bakal memicu naiknya gelombang pasang. Meski begitu air laut pasang ini nggak berbahaya kok~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya