Heels, atau sepatu hak tinggi udah jadi barang yang nggak bisa dilepaskan dari kehidupan wanita. Heels seringkali digunakan terutama saat menghadiri acara formal, seperti pernikahan, meeting, atau gala dinner. Bahkan di beberapa tempat atau perhelatan, heels jadi alas kaki yang wajib digunakan wanita. Sebut aja bank, yang mewajibkan karyawan wanitanya memakai heels saat bekerja. Atau Festival Film Cannes, yang melarang tamu wanita menggunakan alas kaki selain heels.

Bicara soal Festival Film Cannes, kemarin, aktris Hollywood Kristen Stewart melayangkan aksi protes terhadap aturan penyelenggara soal pemakaian heels ini. Awalnya Kristen memang memakai heels hitam mahal dari Louboutin. Tapi waktu sampai di red carpet, ia malah melepas heels-nya dan lanjut berjalan tanpa alas kaki! Menurut Kristen, wanita nggak seharusnya diwajibkan memakai heels di acara Cannes, atau tempat lain.

Advertisement

Jika Anda tidak meminta pria untuk mengenakan sepatu hak tinggi dan gaun, Anda juga tidak bisa meminta pada saya.” – katanya, seperti dilansir dari BBC.

Polemik soal heels ini memang udah jadi perdebatan sejak lama. Ada orang yang pro, tapi ada juga yang kontra. Nah, berikut ini Hipwee News & Feature telah merangkum sederet alasan kenapa urusan memakai heels itu harusnya jadi pilihan, bukan kewajiban.

1. Banyak cewek merasa lebih menarik dan percaya diri kalau pakai heels. Padahal mungkin cowok pun kadang nggak peduli sama apa yang jadi alas kaki cewek

Katanya biar lebih pede via www.ririjin.net

Bagi sebagian besar wanita, memakai heels itu bisa bikin mereka lebih percaya diri saat tampil di depan publik. Berdasarkan keterangan sekelompok psikolog di University of Portsmouth, Inggris, heels memang terbukti dapat meningkatkan sisi feminim dari wanita. Mereka menemukan perbedaan signifikan pada cara berjalan responden wanita yang memakai heels dan yang tidak. Ternyata heels bisa membuat mereka jadi merasa lebih menarik di mata orang lain. Bisa jadi ini alasan kuat kenapa heels sampai jadi barang wajib. Padahal kenyataannya ya nggak semua orang peduli sama alas kaki apa yang dipakai cewek.

2. Sampai-sampai nggak sedikit cewek yang mengabaikan efek buruk high heels pada kakinya sendiri, cuma demi terlihat “cantik”

Padahal bisa berdampak buruk via www.express.co.uk

Advertisement

Buat kamu yang belum tahu, sepatu hak tinggi itu bisa berdampak buruk pada tulang-tulang yang ada di kakimu lho. Semakin tinggi haknya, semakin parah kerusakan yang mungkin dialami kakimu. Mirisnya, banyak cewek yang sebenarnya tahu hal ini, tapi tetap terus-terusan pakai heels demi terlihat feminim, seksi, dan menarik. Jan Vickery, seorang fisioterapis, mengatakan bahwa penggunaan heels dapat menekan bagian depan kaki yang bisa berujung pada cacat jari kaki dan penebalan saraf di antara jari-jari kaki. Apalagi kalau dipakai tiap hari, bisa-bisa tendon Achilles di belakang pergelangan kaki jadi menebal dan memendek.

3. Nggak cuma berdampak buruk pada bagian kaki aja, heels juga bisa menimbulkan sakit pada punggung dan lutut lho

Tekanan ini juga bisa berdampak pada punggung dan lutut via www.quora.com

Tekanan yang ditimbulkan dari pemakaian heels juga bisa memengaruhi punggung dan lututmu. Ini karena saat menggunakan heels, berat badanmu ditumpu oleh bagian depan kaki. Jadinya lutut juga ikut menumpu berat tubuh. Kalau terus-terusan terjadi seperti ini, punggung bisa berubah bentuk. Ujung-ujungnya ya bakal sakit, kalau parah mungkin juga kena radang sendi.

4. Bukannya menolak sepatu hak tinggi ya, tapi para wanita nggak seharusnya punya kewajiban pakai heels. Baik di kantor atau pun acara resmi kayak festival film ternama

Apa hubungannya ya pakai heels dengan profesionalitas atau prestasi cewek? via www.baaz.com

Saat ini banyak aturan yang mewajibkan wanita memakai sepatu hak tinggi, entah di kantor, pesta pernikahan, atau pertemuan penting. Mengingat heels bisa berdampak buruk buat kesehatan, ada baiknya kalau heels nggak lagi dijadikan kewajiban para wanita. Tapi misalnya memang mereka mau sendiri, ya nggak masalah. Toh, yang rugi juga mereka sendiri. Rasanya juga nggak adil kalau cuma wanita yang dibebankan pakai heels, sedangkan pria sah-sah aja pakai sepatu flat. Kalau memang bukan kodratnya pria pakai heels, ya udah sekalian aja aturannya diubah dari wajib ke optional. Beres, ‘kan?

Perkara heels ini memang banyak perdebatan. Sebagian setuju heels jadi kewajiban, sebagian lagi nggak setuju. Mungkin di antara kamu yang baca tetap akan memilih heels sebagai alas kaki harian. Ya itu hakmu. Cuma kalau ada keluhan sakit di area kaki atau punggung, jangan malah marah-marah lho 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya