Korupsi di negara ini bukan lagi sebuah hal yang luar biasa. Saking ‘lumrah’nya masyarakat kayaknya sudah mati rasa terhadap wakil rakyat. Banyak pejabat yang tampaknya memanfaatkan jabatan tingginya hanya untuk memperkaya diri. Padahal banyak diantara warga Indonesia yang sekarang masih hidup dibawah garis kemiskinan. Ckckck tega banget ya!

Nggak jarang para pelaku korupsi yang sudah terjerat hukum dan dan hendak diadili pun, masih bisa mangkir dan melarikan diri. Hmmm… padahal dengan melarikan diri justru makin nggak tenang hidupnya. Skenario melarikan dirinya pun cukup epik dan kemungkinan bakal sulit kalau dipraktikan masyarakat pada umumnya.

Get well soon, pa via Tribunnews.com

Advertisement

Sedangkan baru-baru ini penyidik KPK sudah menerbitkan surat penangkapan atas kasus korupsi e-KTP terhadap Setya Novanto. Tapi ketika hendak dijemput, Setnov justru tidak ada di rumah dan keberadaannya entah kemana. Lalu pada Kamis (16/11) malam, Setnov justru dikabarkan mengalami kecelakaan dan mobilnya menabrak tiang. Masyarakat pun bertanya-tanya, apakah ini murni kecelakaan dan nasib sial Setnov atau kembali hanya akal-akalan dan skenario ‘melarikan diri’ yang lain? Yuk simak uraian Hipwee News & Feature berikut sambil menunggu Papa Setnov kembali.

Masih ingat Gayus Tambunan? Saking heboh kasusnya kala itu, namanya juga sampai dibikin lagu

Wignya itu lho~ via Bintang.com

Kasus korupsi yang diadili pada 2010 ini, punya lika-liku luar biasa. Setelah berstatus tersangka dan ditahan, foto amatir yang memperlihatkan Gayus Tambunan berada di Bali dan menonton pertandingan tenis menyebar di media. Ia juga terkenal hobi jalan-jalan ke luar negeri dengan istrinya ke Makau, Singapura, dan Malaysia, meski sudah berstatus sebagai tahanan.

Gayus memalsukan paspor dengan menyamar sebagai Sony Laksono dan melakukan bayak perjalanan ke luar negeri. Bahkan saking cerdiknya strategi melarikan diri ala Gayus, namanya menjadi sebuah lagu berjudul Andai Aku Gayus Tambunan. Bahkan secara tidak resi, halte bus di depan kantor pajak saat ini disebut dengan halte Gayus. Nggak heran ya kalau Gayus Tambunan juga bisa dikasih gelar ‘sakti’ nih.

Nama Djoko Tjandra mungkin terdengar kurang familiar, namun kasusnya penuh lika-liku bak di film action

Jokernya Indonesia nih via kompas.com

Advertisement

Pada awal tahun 1999, terjadi kasus cessie atau pengalihan tagihan piutang yang melibatkan Bank Bali. Kasus ini melibatkan banyak nama, salah satunya adalah Djoko Tjandra. Setelah melalui persidangan yang cukup panjang dan alot selama 10 tahun lamanya ia kemudian ditetapkan bersalah setelah Mahkamah Agung menerima PK (Peninjauan Kembali) dan memvonis Djoko Tjandra untuk menjalani hukuman penjara selama 2 tahun dan denda 15 juta.

Selain itu, seluruh tabungan Djoko Tjandra di Bank Bali yang berjumlah lebih dari Rp546 miliar disita oleh negara. Namun yang bikin heran, Djoko Tjandra ternyata berhasil melarikan diri ke Papua Nugini menggunakan pesawat carteran. Tiga tahun kemudian, otoritas Papua Nugini bahkan mengakui kewarganegaraan Djoko Tjandra. Proses untuk mengeksekusi dan meneruskan proses pun terhambat dan menjadi sangat sulit karena sudah tidak berstatus sebagai WNI lagi. Nggak heran jika banyak media yang menyebut Djoko Tjandra sebagai Joker dari Indonesia.

Ada pula Nunun Nurbaeti yang sempat ‘berlibur’ ke Thailand dan dimasukan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh polisi

Berkat kerjasama Indonesia dengan Kepolisian Thailand via merdeka.com

Tersangka kasus korupsi cek pelawat Gubernur Bank Indonesia, Nunun Nurbaeti melarikan diri ke Thailand setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK. Pada kasus ini KPK telah berkoordinasi dengan kepolisian Thailand untuk memburu Nunun. Berdasarkan foto-foto dan penyelidikan yang dilakukan oleh KPK, akhirnya Nunun diketahui keberadaanya dan kemudian ditangkap oleh pihak kepolisian Thailand pada akhir 2011 setelah menjadi tersangka sejak Februari. Duh sempet deh jalan-jalan ke negeri gajah putih selama lebih dari setengah tahun, sebelum kemudian masuk bui 😀

Ingat wajah ini ‘kan? Kalau nggak ingat, mungkin kamu nggak punya TV dirumah

Mantan politisi Partai Demokrat via merdeka.com

Muhammad Nazarudin merupakan buronan KPK yang terlibat kasus suap pembangunan wisma atlet Sea Games di Palembang. Nazarudin merupakan orang yang cukup gesit dalam melarikan diri. Ia tercatat bertolak ke Singapura pada 23 Mei 2011, tepat sehari sebelum diterbitkannya surat pencekalan terhadapnya. Kemudian pada Agustus 2011, KPK mendapat laporan adanya seseorang dengan dugaan paspor palsu dan menggunakan wajah mirip Nazarudin di Kolombia. KPK dengan dibantu Interpol dan Kedubes RI di Bogota akhirnya berhasil membekuk Nazarudin di pantai Cartagena, Kolombia pada 7 Agustus 2011.

Selain karena terlibat dengan kasus suap dan korupsi proyek-proyek besar, nama Nazarudin makin mencuat setelah kasus ini dipenuhi dengan ‘drama’. Ia sempat melakukan panggilan video call yang disiarkan di media televisi untuk membocorkan nama-nama lain yang terlibat dengan kasus korupsi wisma atlet. Setelah tertangkap, ia juga sering ‘bernyanyi’ pada wartawan dan media soal kasus korupsi e-KTP. Ia juga sempat menyebutkan nama Setya Novanto 4 tahun lalu. Banyak tajuk berita di media yang sering memberikan ulasan dengan judul ‘Nyanyian Nazarudin’.

Setelah bertanya-tanya dimana keberadaan Setya Novanto dan sempat berspekulasi ia akan kabur ke luar negeri, ternyata justru sedang terbaring di rumah sakit

Saat ini kediaman Setnov dijaga ketat oleh brimob dan aprat dengan senjata laras panjang via Tribunnews.com

Setelah diterbitkannya surat penangkapan terhadap Setya Novanto pada Rabu (15/11) kemarin terkait dengan korupsi e-KTP, ternyata Setya Novanto tidak dapat ditemui di rumahnya dan hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Kalau sudah begini status Setya Novanto jelas terancam masuk DPO (Daftar Pencarian Orang). Kabar terbaru yang dilansir melalui Liputan6, menyebutkan bahwa Setya Novanti dikabarkan mengalami kecelakaan saat menuju gedung KPK. Hal ini disampaikan oleh pengacara Setnov, Fredrich Yunadi. Bahkan saat ini Setnov dikatakan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Masyarakat yang terlanjur tidak percaya justru menjadikan kabar mengejutkan ini sebagai lelucon dan meme di media sosial. Kalau pun ini hanya skenario untuk mangkir kembali dari jerat hukum, upaya pelarian diri ini cukup berbeda dari yang lainnya ya. Kreatif atau justru nggak banget? Hmmm…gimana menurut pendapat kalian?

Dalam konteks apapun, melarikan diri jelas tidak akan menyelesaikan masalah. Hal ini justru akan semakin menambah masalah dan membuat hidup tidak tenang. Bukankah kita semua harus bertanggung jawab atas semua yang kita lakukan? Kita hanya bisa berharap KPK dan Polri bisa cepat melakukan penangkapan pada Setya Novanto ya guys. Agar kasus korupsi e-KTP ini cepat diusut tuntas!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya