Beberapa tahun lalu, kebanyakan orang mungkin cuma kenal challenge lewat viralnya ‘Ice Bucket Challenge‘ yang tujuannya membantu penggalangan dana dan kewaspadaan terhadap penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) seperti yang diderita ilmuwan ternama Stephen Hawking. Namun belakangan ini, tiap hari sepertinya ada saja challenge baru yang muncul di dunia maya. Dari tantangan yang unik, aneh, dan juga berbahaya, budaya challenge ini jadi tren tersendiri di zaman di mana banyak orang ‘haus’ akan ide atau konten untuk mempopulerkan platform media sosialnya.

Seperti serangkaian challenge yang populer di Cina akhir-akhir ini, terutama di kalangan perempuan. Salah satunya adalah tantangan untuk menampung air dan ikan kecil di antara lekukan tulang selangkamu. Meski sekilas hanya terlihat sebatas unik atau aneh, challenge seperti ini sebenarnya menyimpan bahaya tersendiri yakni body shaming. Challenge-challenge itu justru berkembang jadi tren adu kurus di antara perempuan-perempuan Cina. Kok bisa ya? Bukan hanya di Cina, challenge ini juga makin populer di negara lain. Penasaran? Yuk kulik bersama Hipwee News & Feature!

1. Meletakkan ikan di tulang selangka lagi jadi tren di kalangan perempuan Cina. Tantangan berhasil jika mereka bisa menampung air dan ikan hidup di tulang itu

Bayangin deh rasanya ada ikan hidup bergerak-gerak di tulang selangkamu~ via www.chicksonright.com

Advertisement

Orang yang sangat kurus biasanya punya tulang selangka yang menonjol, bahkan ruang diantara tulang selangka akan cukup cekung untuk menampung ikan hidup beserta airnya. Inilah yang dilakukan oleh perempuan di Cina dan mereka menyebutnya dengan “fish in collarbone challenge” atau tantangan meletakkan ikan di tulang selangka. Jika air tidak tumpah dan ikan bisa hidup, maka jelas perempuan tersebut sangat ramping.

2. Sebelumnya, mereka juga pernah melakukan tantangan meletakkan koin di tulang selangka. Semakin banyak koinnya, maka semakin kurus juga badannya

Nggak hanya ikan, tulang selangka orang yang kurus bisa buat koin juga lho via www.globaltimes.cn

Nggak hanya ikan hidup aja yang pernah diletakkan pada tulang selangka sebagai pembuktian kekurusan. Tren meletakkan koin di tulang selangka juga pernah populer di Cina kok. Semakin banyak koin yang bisa ditampung, maka jelas perempuan tersebut punya tulang selangka yang menonjol yang artinya dia semakin kurus dan ramping.

3. Tampaknya Cina jadi negara yang paling terobsesi kurus deh. Dulunya juga pernah populer tantangan punya perut hanya selebar ukuran kertas HVS A4 aja lho

Lebar kertas HVS A4 sekitar 21 cm. Pinggang dan perut kamu segitu? via www.businessinsider.com

Punya perut yang ramping juga jadi idaman perempuan Cina. Mereka membuat tantangan punya perut hanya selebar kertas HVS A4 aja lho. Jadi, caranya adalah dengan memotret perut yang ditutup dengan kertas HVS A4. Jika perut seluruhnya tertutup oleh kertas, maka perut perempuan itu cukup ramping untuk ukuran orang Cina.

4. Kalau pada zaman Victoria, para perempuan ingin punya pinggang yang sangat ramping sampai-sampai mereka menyiksa diri dengan memakai korset

Pasti susah banget deh pakai korset sampai bisa super ramping begini via therufflifelingerie.blogspot.com

Advertisement

Kalau di Cina, mereka ingin punya perut ramping, maka pada era Victoria, perempuan punya obsesi tersendiri dengan pinggang yang super kecil. Demi mendapatkan pinggang kecil tersebut, mereka rela menggunakan korset yang bisa bikin sesak nafas dan menekan organ-organ dalam tubuh mereka lho. Duh, kok ada sih tren adu kurus yang malah nyiksa~

5. Badan kurus juga jadi impian perempuan Jepang. Bahkan mereka punya perhitungan berat badan yang menurut mereka ideal dengan nama Cinderella Weight

Demi super kurus, perempuan Jepang punya obsesi berat badan mencapai sesuai perhitungan Cinderella Weight via www.klikdokter.com

Orang Jepang mengukur berat badan ideal ala mereka dengan perhitungan yang lain dari yang biasa digunakan dalam dunia medis bernama Cinderella Weight. Cara perhitungannya adalah dengan mengkuadratkan tinggi badan dalam meter lalu mengalikannya dengan 18. Hasilnya adalah berat badan ‘ideal’ dalam kilogram. Tapi ternyata berat badan ini lebih rendah daripada Body Mass Index (BMI) yang lazim digunakan di bidang kesehatan

Meskipun banyak perempuan berlomba-lomba kurus, lebih baik kita berlomba-lomba untuk sehat. Nggak peduli dengan bentuk atau berat badan, asalkan bersyukur dan sehat sih udah cukup kok. Jangan menyiksa diri deh cuma demi memenuhi standar kecantikan yang dibuat orang-orang. Apalagi sampai jatuh sakit gara-gara diet berlebihan. Ya ‘kan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya