Baru-baru ini calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Sandiaga Uno mengemukakan ‘rencana’ terobosan barunya untuk Ibu kota. Sebagaimana dilansir Viva, pihaknya akan menata tempat-tempat hiburan malam di Jakarta. Salah satu bentuk penataannya yaitu menjadikan tempat hiburan malam bernuansa syariah. Hah gimana maksudnya, Pak?

“Jadi kalau hiburan malamnya dikemas dalam bentuk hiburan malam yang syariah dan meningkatkan perekonomian ya ini kami akan dorong,” kata Sandiaga.

Terang saja, setelah kabar ini santer diberitakan, banyak netizen yang bertanya-tanya apa gerangan maksud Beliau. Apa diskotek dibuat bernuansa syariah dan kafe bernuansa islami? Daripada kamu sibuk menerka-nerka, Hipwee sudah merangkum beberapa contoh hiburan malam di negara-negara islami lain yang mungkin bisa jadi referensi untuk Pak Sandiaga kelak. Yuk simak!

1. Dubai, negara terkaya di dunia ini punya tempat hiburan malam yang terkenal dan cukup unik. Daripada dugem nggak jelas, mending main tenis meja di Ping-Pong Nightclub

Olah raga sebelum tidur via www.totaltabletennis.com

Semua orang mengenal Dubai dengan segala kemewahannya, tentu saja mereka punya banyak alternatif menikmati suasana malam. Salah satu cara yang diminati dan cukup populer di sana ialah pergi mengunjungi Ping-Pong Night Club. Tempat ini didirikan dan diresmikan pada April 2013 lalu oleh Susan Sarandon, seorang aktris Hollywood pemenang piala Oscar. Tujuannya sederhana, mempopulerkan olahraga ping-pong.

Advertisement

Hadir dengan konsep klub malam, di dalamnya memang masih menyajikan minuman beralkohol. Tapi bisa lah diadaptasikan ke konsep yang lebih syariah dengan meniadakan alkohol. Lumayan lah buat orang-orang yang ingin menyari kegiatan malam. Hitung-hitung berolah raga dan meregangkan badan sebelum tidur.

2. Turki, memiliki banyak klub malam bebas minuman beralkohol. Tempat-tempat ini didirikan untuk memenuhi tuntutan kaum muslim tajir yang ingin nongkrong ala klub tapi tanpa alkohol

Night club free alcohol via beldibi.biz

Di negara islam lainnya macam Turki,  ternyata juga banyak klub-klub malam dan bar bergaya Barat bermunculan. Pembedanya, klub malam di Turki bebas minuman beralkohol. Usut punya usut, ternyata semua ini tercipta sebagai tuntutan dari para kaum muslim tajir di negara tersebut. Mereka ingin bergaya hidup modern tanpa melanggar ajaran islam. Menarik sih, mungkin hiburan macam inikah yang dimaksud Pak Sandiaga?

Dengan adanya klub malam bebas alkohol ini, kaum muslim pun bebas menghabiskan malam tanpa perlu khawatir pulang ke rumah dalam keadaan mabuk atau teler. Sudah sejak tiga tahun silam Turki ‘mengoperasikan’ klub malam dengan konsep serupa. Waktu bukanya mulai pukul 10 pagi hingga 4 sore di hari kerja, dan pukul 9 pagi sampai 4 shubuh saat akhir pekan. Bisa lah ya dijadikan acuan.

3. Sejak 2013 lalu, ada kafe alternatif dengan atmosfer islami warga Mesir untuk nongkrong. Berbeda dari kafe-kafe sebelumnya, di sini pria dan wanita tak boleh duduk satu meja

dilarang duduk dengan yang bukan muhrim via www.dakwatuna.com

D’Cappucino ialah kafe pertama dengan atmosfer islami yang didirikan di Mesir. Hingga kini di kawasan yang sama sudah berderet banyak kafe yang tak pernah sepi pengunjung. Di kafe-kafe dengan konsep islami ini, pengunjung pria dan wanita tak boleh duduk satu meja. Mereka juga tidak dihibur oleh alunan musik khas kafe yang mencipta suasana romantis.

Jangan pernah berharap kamu akan menemukan pelayan seksi atau pengunjung merokok sembari menikmati sajian. Dan satu lagi, kafe ini akan tutup sementara ketika waktu shalat tiba. Misi yang diusung dari didirikannya kafe ini yaitu mencerminkan nilai-nilai moral dalam masyarakat islam. Meski kesan konservatif yang melekat, tapi kafe-kafe ini selalu penuh pengunjung.

4. Orang-orang Lahore, Pakistan mungkin tidak tergiur kegiatan ‘maksiat’ karena sibuk menghabiskan malam di kawasan foodstreet terkenal

Night life tak selalu seputar dosa, bisa juga seputar makanan via www.worldfortravel.com

Lahore merupakan ibukota Punjab, dan juga kota terbesar kedua di Pakistan. Kota ini dikenal sebagai kota seni dan budaya, dan dipenuhi oleh bangunan-bangunan bersejarahnya. Nah di kota ini ada satu kawasan foodstreet yang terletak di samping sebuah masjid megah, Badshahi Mosque. Tempat jajan beragam makanan khas Pakistan ini selalu jadi jujugan masyarakat lokal dan para wisatawan untuk menghabiskan malam. Mungkin kegiatan malam yang dipusatkan pada jajanan atau wisata kuliner dapat lebih dikembangkan lagi di Jakarta. Biar tidak tergoda ke tempat-tempat ‘maksiat’ karena sibuk menikmati makanan.

5. Terakhir, kota Marakesh di Maroko selalu menarik dengan pasar malamnya yang bernama Djemaa El Fna. Ada nyaris seratus kios makanan dengan ragam atraksi para seniman

Pasar malam terbesar sedunia ini highlight kegiatan malam di Maroko via magicmorocco.blogspot.com

Pasar malam di Marrakesh, Maroko ini begitu tenar di seantero dunia. Pengunjung bisa mendapati banyak hal ketika berkunjung, mulai dari rempah-rempah, sandal, sepatu kulit khas Maroko, hingga baju kaftan dan jallaba. Pasar malamnya sangat besar dan punya banyak gang kecil, sehingga menjadikannya macam labirin dengan jejeran karpet, selendang dan pakaian khas Maroko. Kios-kios berjajar, kursi dan bangku panjang berderet di jalanan, wangi daging menyeruak di udara, inilah potret pasar malam yang paling menghipnotis di Maroko.

Lalu, diantara konsep hiburan malam yang dipunyai lima negara muslim di atas, kira-kira mana ya yang paling pas dengan Indonesia? Atau kita akan punya konsep ‘hiburan malam syariah’ yang jauh membawa berkah? Kita tunggu saja ya..

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya