5 Fakta Gempa Cianjur Berkekuatan M 5,6. Guncangannya Terasa Kuat Hingga ke Jakarta

Kabar duka tengah meliputi warga Cianjur usai gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,6 SR mengguncang wilayahnya pada Senin (21/11). Bukan hanya di Cianjur, guncangan gempa tersebut bahkan terasa kuat sampai ke Jakarta dan beberapa wilayah Jawa Barat.

Advertisement

Guncangan akibat gempa itu mengakibatkan setidaknya 343 rumah rusak berat dan listrik padam. Sampai saat ini, Basarnas mengerahkan 456 personel untuk membantu evakuasi korban gempa. Berikut ini fakta-fakta bencana gempa bumi di Cianjur.

1. Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR ini berpusat di darat dengan kedalaman  10 km

Gempa berpusat di kedalaman 10 km

Gempa berpusat di kedalaman 10 km | Credit: Situs resmi BPBD Kabupaten Cianjur

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bencana gempa bumi di Cianjur terjadi pada Senin (21/11) siang tepatnya pukul 13.21 WIB. Guncangan gempa disebut memiliki kekuatan M 5,6 dan berpusat di darat dengan kedalaman 10 km. Adapun titik koordinat gempanya berada di 6,84 LS – 107,05 BT tepatnya di Tegallega, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Gempa tektonik ini juga terasa hingga ke Jakarta dan beberapa wilayah Jawa Barat seperti Garut, Sukabumi, Cimahi, Bogor, Tangerang Selatan, hingga Lembang. Guncangan kuat tersebut dilaporkan membuat para warga berhamburan ke luar gedung untuk menyelamatkan diri.

Advertisement

2. BMKG mencatat sudah terjadi 125 gempa susulan

Sejak awal mengumumkan gempa Cianjur, BMKG menyebut gempa ini nggak berpotensi tsunami, tapi warga dihimbau waspada akan datangnya gempa susulan. Sejak 1 hingga 2 jam pertama pascagempa utama, BMKG mencatat telah terjadi 32 kali gempa susulan. Kemudian, sebanyak 25 kali gempa susulan terjadi setelah 8 hingga 9 jam berikutnya.

“Gempa susulan terbanyak yang totalnya 32 kali terjadi pada 1-2 jam pertama pascagempa utama. Lalu 25 kali lindu susulan setelah 8-9 jam kemudian,” kata Teguh Rahayu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung (22/11), dilansir dari Tempo.co.

Advertisement

Teguh kemudian melanjutkan bahwa hingga Selasa (22/11) pukul 08.00 WIB tercatat sudah terjadi 125 kali gempa susulan. Kekuatan gempa tersebut bervariasi mulai dari yang terbesar M 4,2 hingga yang terkecil M 1,5.

“Update susulan gempa bumi Cianjur M 5,6. Gempa susulan sampai dengan 22 November 2022 08.00 terjadi 125 gempa,” jelasnya.

3. Sempat ada simpang siur data soal jumlah korban jiwa. Namun, data terbaru BNPB menyatakan 103 orang  meninggal dunia

Ada perbedaan data tentang korban jiwa gempa Cianjur yang disampaikan oleh pihak-pihak berwenang. Pada Senin (21/11) pukul 21.00, gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengumumkan kalau jumlah korban jiwa akibat gempa tersebut berjumlah 162 orang.

“Mohon maaf saya sampaikan berita buruk, korban meninggal kejadian 162 orang dan 326 luka berat yang didominasi patah tulang hingga luka akibat benturan,” kata Ridwan Kamil saat jumpa pers di Pendopo Cianjur, dilansir dari Detik.com.

Setelah ditinjau lebih jauh, ternyata terjadi kesalahan pencatatan oleh petugas di lapangan. Masih melansir Detik.com, pada Senin (21/11) pukul 23.56 Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengoreksi data yang disampaikan Ridwan Kamil. Menurut catatan BNPB, korban jiwa pada saat itu masih berjumlah 62 orang.

Kemudian, BNPB kembali memperbarui data korban jiwa pada Selasa (22/11) siang. BNPB menyatakan korban meninggal dunia sebanyak 103 jiwa. Selain itu, korban luka-luka sebanyak 377 orang di Kabupaten Cianjur dan 1 orang di Kabupaten Bandung. Di samping itu, 31 orang masih dinyatakan hilang. Sedangkan jumlah warga yang mengungsi bertambah menjadi 7.060 jiwa.

4. BMKG menilai kekuatan gempa Cianjur nggak terlalu besar, tapi sangat merusak. Kok bisa?

Melansir dari Kompas.com, BMKG menilai skala gempa bermagnitudo 5,6 SR ini sebenarnya nggak terlalu besar. Meskipun begitu, guncangannya justru sangat menimbulkan kerusakan signifikan terhadap sekitarnya. BMKG pun menjelaskan alasan di balik hal tersebut.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan gempa Cianjur kali ini sangat merusak karena berjenis tektonik kerak dangkal atau shallow crustal earthquake. Menurutnya, besarnya energi guncangan yang dipancarkan dari pusat gempa masih sama besarnya dengan guncangan yang sampai ke permukaan tanah.

“Karakteristik shallow crustal earthquake sangat dangkal. Jadi memang energinya itu dari pusat yang dipancarkan, yang diradiasikan ke permukaan tanah itu masih kuat,” jelasnya pada Selasa (22/11) dalam tayangan Kompas TV.

Selain itu, Daryono menambahkan ada beberapa faktor lagi yang menyebabkan gempa tersebut menjadi begitu merusak. Seperti struktur bangunan di wilayah bencana yang nggak memenuhi standar tahan gempa dan kondisi bentang alam yang berupa perbukitan atau lereng.

Gempa Cianjur ini juga dipicu oleh aktivitas pergeseran sesar Cimandiri. Patahan aktif ini membentang sejauh 100 km dan melewati beberapa wilayah di Jawa Barat, salah satunya Cianjur. Menurut laporan Kompas.com, deretan wilayah yang berada di sekitar oleh sesar tersebut sering diguncang gempa berkekuatan besar.

5. Warga Cianjur diminta waspada dengan bencana lanjutan seperti banjir bandang dan tanah longsor

BMKG dalam keterangan pers terbarunya pada Selasa (22/11) meminta warga Cianjur untuk mewaspadai bencana lanjutan seperti banjir bandang dan tanah longsor. Ketua BMKG Dwikorita Karnawati bilang imbauan itu dikhususkan untuk warga Cianjur yang tinggal di daerah lereng perbukitan dan lembah atau bantaran sungai.

Soalnya, kata Dwikorita, bentang alam tersebut sangat dimungkinkan menjadi rapuh banget usai diguncang gempa bumi. Apalagi BMKG memprediksi intensitas hujan yang tinggi akan mengguyur Cianjur.

Secara geografis, Indonesia memang terletak di kawasan Cincin Api atau Ring of Fire. Pergeseran lempeng di bawah Cincin Api inilah yang membuat negara kita jadi rawan bencana gempa bumi dan gunung meletus.

Sehari setelah gempa melanda Cianjur, pada Selasa (22/11) pagi gempa berkekuatan M 7,0 melanda Kabupaten Solomon dan berpotensi tsunami. Wilayah ini merupakan negara kepulauan yang terletak di sebelah selatan Samudera Pasifik. Kabupaten Solomon juga diketahui dilalui oleh Ring of Fire.

Semoga seluruh proses evakuasi di lokasi berjalan dengan lancar dan kita semua senantiasa diberkahi perlindungan atas bencana yang terjadi.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE