5 Kegiatan Seru untuk Isi Waktu Setelah Bosan di Rumah Saja Berbulan-bulan

Kegiatan Seru di Rumah

Masih ingat nggak ketika pertama kali pandemi Covid-19 merebak di bulan Maret lalu? Sebagai bentuk pencegahan, sekolah dan kampus mulai menerapkan sistem pembelajaran daring. Kalau dulu kamu akrab dengan papan tulis dan buku-buku materi, sekarang kamu lebih akrab dengan laptop atau smartphone, karena semuanya serba online

Nggak bisa disangkal, pandemi memang sudah mengubah gaya hidup kita. Dulu, kalau keseringan di rumah mungkin akan membuatmu dianggap cupu dan kurang pergaulan. Namun, dengan adanya Covid-19, memilih untuk tetap di rumah dan nggak keluar kecuali ada kepentingan yang urgen, adalah sebijak-bijaknya pilihan. 

Saat ini, sudah lebih dari 10 bulan sejak kebijakan protokol Covid-19 yang menganjurkan supaya kita di rumah saja, selalu menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan physical distancing diterapkan. Masih belum jelas kapan kita bisa beraktivitas di luar dengan normal. Berbagai kegiatan mungkin sudah kamu lakukan untuk mengisi waktu di rumah saja. Mulai dari baca buku, berkebun, main game ratusan level, dan lain sebagainya. Bosan? Sudah pasti. Kangen juga jalan-jalan dengan teman sepulang sekolah sembari minum boba atau milk tea. Tapi harus tetap sabar, ya. Sembari menunggu situasi membaik, ada beberapa kegiatan bermanfaat ini yang mungkin belum pernah kamu coba lakukan selama di rumah aja. 

1. Menjadi remaja sehat yang mulai belajar memantau asupan gizi tubuhmu sendiri

Ilustrasi gizi seimbang (foto via www.hipwee.com)

Selama ini kamu pasti sudah sering mendengar anjuran untuk hidup sehat dengan mengonsumsi makanan-makanan yang sehat. Nah, tapi sudah tahukah kamu bahwa kebutuhan gizi setiap usia itu berbeda? Misalnya di masa balita kamu membutuhkan makanan yang banyak mengandung kalori, lemak, dan karbohidrat. Sedangkan di masa remaja, saat kebutuhan gizimu sedang tinggi-tingginya, kamu akan membutuhkan makanan yang kaya protein, mineral, dan vitamin. Kamu juga butuh makanan tinggi zat besi untuk mencegah anemia yang biasanya dialami oleh remaja. Kebutuhan ini akan berbeda lagi kalau kamu memasuki usia dewasa, di mana kamu harus mulai mengurangi makanan yang mengandung kolesterol dan lemak. 

Nah, bagaimana kalau masa di rumah saja ini kamu gunakan untuk memantau kebutuhan gizimu? Coba pelajari gizi apa saja sih yang kamu butuhkan di usiamu saat ini serta aktivitas keseharian? Lalu, coba deh kamu buat skema menyusun menu yang sehat untukmu sendiri. Next, kamu bisa me-request kepada orang tuamu untuk menu-menu tersebut. Seru, ‘kan? By the way, kamu juga bisa ikutan Kursus Gizi dan Anemia Remaja bersama Nutrition International untuk konsultasi dengan pakar-pakar tentang kebutuhan gizimu saat ini. Ingat lho, usia remaja adalah masa-masa emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Nah, nutrisi yang baik adalah koentji, karena dapat membuka potensi bagi remaja untuk tumbuh, belajar, menghasilkan, dan memimpin. Gizi cukup, cita-cita tercapai!

2. Bikin prakarya sederhana pake barang-barang bekas di rumah. Cari tutorial Do It Yourself di YouTube ya

Bikin prakarya DIY (foto: Jagoda Kondratiuk / Unsplash) via www.hipwee.com

Dulu di hari-hari biasa selain sibuk dengan pelajaran sekolah, kamu juga sibuk berorganisasi. Ikut ekskul ini dan itu di sekolah, hingga kamu harus pulang sore hari. Untuk sekarang, kamu memang belum bisa melakukannya. Tapi kamu bisa mengganti kegiatan itu dengan mengembangkan diri di rumah, lho. Misalnya mencoba membuat kerajinan tangan dengan barang-barang bekas yang ada di rumah. Cobalah untuk mempraktikkan tips-tips DIY yang banyak di YouTube ataupun media sosial. Selain seru, skill-mu juga bertambah ‘kan?

3. Sudah tahu soal Indeks Massa Tubuh (IMT) ‘kan? Gimana kalau saingan sama saudaramu untuk mencapai IMT ideal?

Saingan sehat berdasarkan IMT (foto: Pexels) via www.hipwee.com

Bukan kurus, tapi IMT-lah yang menjadi indikator apakah tubuhmu sudah ideal atau belum. IMT merupakan  kesesuaian antara tinggi badan dengan berat badan. IMT dihitung dari membagi berat badan dengan tinggi badan dalam meter kuadrat.

Rumus IMT

Sebagai contoh, simak simulasi di bawah ini:

Berat badanmu 63kilogram dan tinggi badanmu 1,65meter. Maka pertama-tama hitunglah 1,65 x 1,65 = 2,72. Selanjutnya hitung 63 : 2,75=22,9.  Angka 22,9 merupakan IMT-mu. Setelah mendapatkan angka IMT, kamu bisa menilainya berdasarkan klasifikasi IMT menurut WHO di bawah ini:

IMT

Keterangan

<18,5Berat badan kurang
18,5 – 22,9  Berat badan normal
23 – 24,9 Berat badan berlebih 
25 – 29,9  Obesitas I
>30 ke atas 

Obesitas II

Berdasarkan klasifikasi di atas, berarti jika IMT kamu 22,9, maka berat badanmu masih normal.

Nah, kalau sudah mengerti apa itu IMT, bagaimana kalau kamu membuat tantangan bersama saudaramu untuk mencapai serta mempertahankan berat badan ideal berdasarkan IMT? Tentunya untuk mencapai IMT yang ideal ini kamu harus menerapkan hidup sehat dengan menyesuaikan energi yang masuk dengan energi yang keluar. Saingan untuk hidup sehat, nggak ada salahnya, ‘kan?

4. Kalau bosan olahraga yang cuma itu-itu aja, cobain jenis-jenis aktivitas fisik baru yang lebih fun

Coba berbagai olahraga yang fun (foto via www.hipwee.com)

Selama di rumah saja ini, olahraga apa saja sih yang kamu pilih? Apakah kamu pecinta olahraga lari yang gemar jogging? Atau kamu lebih suka gowes bersama keluarga? Nah, jika kamu bosan dengan olahraga yang cuma itu-itu saja, kamu bisa mencoba alternatif olahraga lainnya yang nggak kalah seru dan sehat. Misalnya mencoba pilates, yoga, atau barangkali kamu ingin mencoba zumba? Tutorialnya bisa kamu cari di YouTube, kok. Di sana kamu juga bisa menemukan workout dengan berbagai tema. Misalnya cardio workout, fat burning work out, dan lain sebagainya. Yang penting, tetap ingat bahwa olahraga itu harusnya rutin setiap hari minimal 30 menit, ya!

 

5. Belajar masak sudah biasa. Gimana kalau kamu belajar mengolah makanan sehat jadi menu yang lebih menggiurkan?

Mengolah makanan sehat jadi santapan lezat (foto via www.hipwee.com)

Di masa karantina pandemi ini banyak orang yang mendadak punya hobi baru seperti memasak atau berkebun. Nah, kamu juga bisa lho mengisi waktu di rumah saja dengan belajar memasak. Biar lebih asyik, kamu bisa mulai belajar cara mengolah makanan sehat dalam bentuk yang menggiurkan. Biar kayak masakan chef terkenal gitu. Misalnya bikin puding wortel, cake dari sayuran, atau semangkuk overnight oat dengan topping menggiurkan. Selain sehat dan enak dimakan, siapa tahu ‘kan kelak kamu jadi chef profesional? 😀

Itu dia beberapa kegiatan seru yang bisa kamu lakukan selama (masih) di rumah saja. Yang paling penting, mari kita terapkan hidup sehat dengan rajin berolahraga dan makan makanan bergizi supaya daya tahan kita kuat. Jangan lupa untuk minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin seminggu satu tablet, untuk menjaga kadar zat besi dalam tubuhmu. Jangan sampai selama di rumah saja ini kamu justru terkena anemia. Ingat, lho, anemia bisa membuat kebugaranmu berkurang dan tubuhmu jadi mudah lelah serta rentan infeksi. Kondisi tubuh kayak gini nih yang bikin kamu rentan tertular Covid-19. 

Bagaimana kalau zat besi dalam tubuhmu berlebihan? Tenang saja, kamu nggak akan mengalami overdosis zat besi, kok. Karena kelebihan zat besi itu akan langsung dibuang melalui feses. So, jangan ragu-ragu, ya. Mari kita jaga kesehatan dan cegah anemia dengan rutin minum TTD  seminggu satu tablet, minumnya setelah makan dan dengan air putih ya.

Daripada cuma rebahan doang, mending melakukan hal-hal bermanfaat. Biar nanti ketika pandemi berlalu, kualitas hidupmu juga sudah meningkat daripada sebelumnya.

Artikel ini telah direview oleh dr. Haryo Dimasto Kristiyanto

References:

  1. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Ilmu-Gizi-Keperawatan-Komprehensif.pdf
  2. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/klasifikasi-obesitas-setelah-pengukuran-imt
  3. https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/cara-menghitung-indeks-massa-tubuh-body-mass-indeks/#gref
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi