Coba bayangkan membawa api sambil berjalan namun tetap harus mempertahankan api itu nggak mati. Susah ‘kan?

Itu yang dialami oleh Susi Susanti, jawara bulu tangkis Indonesia, saat membawa api obor Asian Games dari India ke Indonesia. Api obor Asian Games tersebut melalui perjalanan panjang naik pesawat hingga akhirnya selamat sampai ke Indonesia dengan kondisi masih menyala hari Selasa, 17 Juli 2018 lalu. Kota pertama yang beruntung disinggahi api obor Asian Games adalah Yogyakarta.

Advertisement

Asian Games 2018 sebentar lagi dilaksanakan di Indonesia lho. Pesta olahraga terbesar se-Asia ini akan dimulai tanggal 18 Agustus 2018 mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta dengan acara pembukaan. Acara ini memang dipersiapkan secara spesial oleh Indonesia sebagai tuan rumahnya, termasuk mengenai api obor Asian Games. Mau tahu apa aja sih istimewanya api obor dan obor Asian Games? Terus kok bisa tetap menyala kalau di bawa naik pesawat?! Yuk kulik bersama Hipwee News & Feature!

1. Api obor Asian Games diambil langsung dari New Delhi, India. Kenapa jauh-jauh sih? India adalah penyelenggara pertama Asian Games 67 tahun yang lalu

Pengambilan api obor Asian Games ke-18 dilakukan di India tanggal 15 Juli 2018 lalu via www.youtube.com

Susi Susanti, pemain bulu tangkis yang punya banyak prestasi ini menjadi perwakilan Indonesia untuk mengambil api obor Asian Games di India. Api abadi Asian Games disimpan di Stadion Nasional Dhyan Chand, New Delhi, India yang merupakan tempat perdana Asian Games dilaksanakan pada tahun 1951 yang lalu.

2. Tradisi membawa api obor dari negara pertama penyelenggara Asian Games  terinspirasi dari api obor pesta olahraga Olimpiade lho. Tapi, api obor Olimpiade asalnya malah dari matahari

Api obor Olimpiade 2016 lalu diambil dari Yunani via www.pinterest.co.uk

Api obor Olimpiade ternyata diambil dari Olympia, Yunani, tempat berlangsungnya Olimpiade pertama kali yaitu 1000 tahun lalu. Uniknya, sebagaimana dilansir dari BBC, api obor Olimpiade ini dikisahkan berasal dari matahari. Ingat ‘kan cara menyalakan api dari matahari dengan menggunakan kaca pembesar yang diajarkan waktu sekolah dulu? Nah, cara itu juga yang dipakai untuk menyalakan api obor Olimpiade.

3. Ternyata, ada lho alat khusus yang memang digunakan untuk menjaga api obor Asian Games tetap menyala selama perjalanan jauh dari India ke Indonesia

Seperti ini wujud Tinder Box yang membawa api obor Asian Games 2018 dari India ke Indonesia via regional.kompas.com

Advertisement

Yang namanya api, pasti mudah padam misalnya aja jika tertiup angin. Padahal, api obor Asian Games ini harus melalui perjalanan panjang dulu sebelum sampai ke Indonesia menggunakan pesawat tapi nggak boleh padam. Tim pun nggak kehilangan akal. Seperti yang dilaporkan Kompas, api obor diambil menggunakan sejenis lentera bernama Tinder Box yang menggunakan bahan bakar gas. Sekali diisi penuh, bahan bakar bisa menyalakan api hingga 10 jam lho.

4. Api obor Asian Games yang diambil dari India disatukan dengan api abadi yang berasal dari Mrapen, Jawa Tengah

Api abadi Mrapen di Jawa Tengah merupakan api abadi yang punya nilai sejarah tinggi via regional.kompas.com

Di daerah Grobogan, Jawa Tengah, ada sumber api abadi yang memiliki nilai sejarah yaitu api abadi Mrapen. Api abadi Mrapen sudah digunakan sebagai lokasi pengambilan api obor untuk acara nasional maupun internasional sejak era Presiden Soekarno misalnya untuk ajang Games of the New Emerging Forces (Ganefo) I tahun 1963 dan juga acara Pekan Olahraga Nasional (PON). Kali ini, ajang Asian Games ke-18 yang berlangsung di Indonesia juga akan menggabungkan api obor dari India dengan api abadi Mrapen.

5. Selanjutnya, api obor Asian Games akan dibawa keliling Indonesia dengan tujuan akhir Stadion Utama Gelora Bung Karno tempat pembukaan Asian Games ke-18 berlangsung

Sebanyak 53 kota dari 18 provinsi di Indonesia akan menjadi lokasi singgah api obor Asian Games dimulai dari Yogyakarta hingga berakhir di Jakarta. Api obor tersebut akan dibawa keliling kurang lebih selama satu bulan dengan jarak tempuh sekitar 18.000 kilometer.

6. Nggak cuma api obornya yang istimewa, ternyata obor Asian Games di Indonesia juga didesain khusus lho. Desainnya menggabungkan unsur budaya Indonesia

Desain dari obor Asian Games menggabungkan alat bela diri Indonesia via www.merdeka.com

Desain obor Asian Games ke-18 ini terinspirasi dari alat bela diri di Indonesia yaitu golok dari Betawi dan skin dari Palembang. Perpaduan keduanya dituangkan dalam wujud obor berwarna perak dengan tinggi 60 sentimeter dan berat kosong sampai 1,6 kg. Diameter paling lebarnya adalah 9 sentimeter dan mengerucut makin kecil hingga diameter 3,5 sentimeter. Bisa dibayangkan dong tinggi dan beratnya?

7. Bahan bakar obor Asian Games juga bukan bensin atau minyak tanah. Untuk menyalakan api, LPG dipilih mengisi obor tersebut sebagai bahan bakarnya

Obor Asian Games ke-18 ini menggunakan LPG yang merupakan gas propana sebagai bahan bakarnya via asiangames.tempo.co

Ya, untuk menyalakan api di obor, bahan bakar yang dipakai adalah Liquified Petroleum Gas (LPG), mirip seperti bahan bakar pada kompor gas portabel yang bentuknya botol. Dengan bahan bakar itu, nyala api jadi lebih rata dan awet lho. Selain itu, karena keluar dalam bentuk gas, maka nggak ada resiko bahan bakar akan tumpah serta lebih aman digunakan.

Pelaksanaan Asian Games ke-18 sudah tinggal menghitung hari lho. Siapa nih yang sudah nggak sabar buat ikut meramaikan dan mendukung atlet-atlet Indonesia yang berjuang disana?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya