8 Anak Muda yang Memberi Jari Tengah Pada Teror Jakarta. Indonesia Harus Tetap Bahagia

Artikel ini ditulis sebagai respon atas Aksi Teror Jakarta. Untuk menunjukkan bahwa semangat tetap ada, dan #IndonesiaTetapBahagia 🙂

Ledakan beruntun yang terjadi di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016 pagi ini meninggalkan kekacauan dan banyak pertanyaan. Siapa sih sebenarnya target serangan tersebut? Siapa identitas pelaku dan kenapa mereka melakukannya? Dan yang paling mengkhawatirkan, apakah akan ada serangan selanjutnya?

Advertisement

Tapi di tengah kekacauan ini, semangat untuk tidak takut bisa kita saksikan di mana-mana. Hari ini, di sebuah gerai kafe Starbucks di Yogyakarta, Hipwee sendiri menyaksikannya.

Walau gerai kafe itu menjadi lokasi salah satu ledakan siang ini — sampai manajemen Starbucks Indonesia pun merespon dengan menutup seluruh gerai mereka di Jakarta — 8 anak muda di bawah ini tetap tidak takut nongkrong di manapun yang mereka mau. Mereka meyakinkan kita bahwa aksi teror tak seharusnya membuat kita takut. Mereka meyakinkan kita bahwa selayaknya, #IndonesiaTetapBahagia!

1. Kami bertemu Livia, Dea, dan Jeje: tiga cewek yang gak membiarkan teror di Jakarta menakuti mereka

"Kami tidak takut. Untuk semuanya, stay strong."

“Kami tidak takut. Untuk semuanya, stay strong.” via hipwee.com

Serangan bom yang terjadi di Jakarta pagi ini nggak membuat Livia Eletra, Dea Novita, dan Jeje, ketakutan. Tiga cewek ini tetap mengobrol ceria dengan teman-teman kuliah mereka di teras kafe Starbucks. Tidak ada rencana untuk mengurung diri di kost, apalagi karena ketiganya baru saja lulus pendadaran (selamat!).

“Nggak takut nongkrong di Starbucks?”

“Nggak, lah! Ngapain?”

Salah satu teman kuliah mereka berceletuk. “Kita justru harus ngopi terus! Harus terus bisa nikmatin hidup!”

2. Semangat yang sama juga ditampilkan dua anak muda ini. Mereka tak membiarkan teror Jakarta mengacaukan agenda harian mereka

Advertisement
Dita dan Arya. "Stay happy!"

Dita dan Arya. “Stay happy!” via hipwee.com

Dita dan Arya sedang sibuk dengan laptop dan coloring book mereka ketika Hipwee menghampiri. Saat Hipwee meminta izin untuk mengambil foto mereka, kedua anak muda ini pun menyambut dengan baik.

Dita dan Arya sudah mendengar serangan teror yang terjadi di Starbucks Sarinah. Tapi, itu toh urung membuat mereka takut pergi ke luar dan menikmati hari mereka seperti biasa. Bukankah terserang ketakutan adalah sama dengan memberi para teroris apa yang mereka mau?

“Stay strong! Stay happy!”

-Arya

3. Di saat seperti ini, senyuman dan keceriaan adalah senjata terbaik yang kita punya untuk melawan kejahatan terorisme

"Senyum adalah senjata terbaik kita."

“Senyum adalah senjata terbaik kita.” via hipwee.com

“Semoga orang bisa tetap tersenyum setelah kejadian ini,” doa sederhana tersebut dirapalkan Maydhika, Aina, dan Rahma. Seperti warga Indonesia yang lainnya, 3 siswi SMA yang Hipwee temui selepas sekolah ini sudah mendengar aksi ledakan yang terjadi di Jakarta sekitar pukul 10:50 pagi ini. Tapi, itu tidak membuat mereka takut ingin nongkrong di lokasi manapun yang mereka mau. Mereka tetap tersenyum dan beraktivitas seperti biasa — karena bukankah ini cara terbaik untuk melawan para teroris Jakarta? 🙂

PS: selain mengobrol dengan pengunjung, Hipwee juga mencoba mendapatkan pernyataan dari pihak manajemen Starbucks. Namun, pihak manajemen sendiri belum bersedia memberikan berkomentar.

PPS: semoga artikel ini bisa mengingatkanmu bahwa semangat Jakarta dan Indonesia tetap ada, tidak takluk pada tindakan terorisme tak bertanggung jawab yang sudah menghilangkan beberapa nyawa tak berdosa. Yuk, pertahankan senyum lebarmu. Tunjukkan bahwa #IndonesiaTetapBahagia! 🙂

Breaking news video amatir pengeboman di Sarinah bisa kamu lihat di sini: https://www.hipwee.com/feature/breaking-news-video-diduga-bom-bunuh-diri-di-depan-starbucks-thamrin-jakarta/

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Ophelia of the postmodern age.

5 Comments

  1. lah ini bukannya starbucks jcm jogja?wkwkw #cmiiw

  2. Indra berkata:

    yang berani bagus, yang menjauh dan berlindung juga lebih bagus

  3. saya bukannya gak berani ke starbucks karena teror bom sarinah, tapi karena isi dompet saya gak cukup buat beli kopi di sana. makanya saya takut

  4. Feli Yang berkata:

    Semua pasti takut, marah, kecewa, dll tapi dipikir ulang saya pribadi kok lebih suka dibilang menikmati apa yang bisa dinikmati selama masih ada waktu. Toh kalau sudah waktunya kita “pulang”, pasti bakalan dijemput dengan cara apapun, enak atau engga, suka ga suka. Mau ngopi, mau ke mall, santai aja, tetap waspada dan berdoa. Bukan menggampangkan loh ya 🙂

CLOSE