“Pakai jilbab kok gandengan sama cowok sih. Lepas aja tuh jilbabnya!”

“Ya elah, percuma berjilbab kalau masih kelihatan rambutnya!”

Hidup sebagai cewek berjilbab punya tantangannya tersendiri. Ada banyak jenis komentar yang biasa mereka terima setiap hari, yang nggak diterima oleh cewek-cewek lainnya yang tidak mengenakan jilbab. Dari yang memuji, menggugah, sampai bahkan agak mengganggu, komentar-komentar ini bikin pengalaman mengenakan jilbab jadi “seru”.

Tentunya, komentar orang lain nggak mempengaruhi keputusan para cewek berjilbab untuk tetap mengenakan tutup kepala. Komentar-komentar ini bahkan bisa dijadikan lecutan untuk terus berproses jadi lebih baik lagi. Penasaran nggak, apa aja sih komentar yang sering cewek berjilbab terima? Ini nih, misalnya…

“Lepas aja jilbabnya!”

tetep nggak mau lepas jilbab via kamar-bujang2.blogspot.com

“Kalau ngeliat cewek berjilbab lagi gandengan sama cowok, pengen rasanya nyuruh lepas aja jilbabnya!”

Advertisement

Sejujurnya, apa sih manfaatnya menyuruh seorang wanita melepas jilbab? Apa karena satu perbuatan, dia harus melepas sesuatu yang selama ini jadi identitasnya?

PS: jangan keburu kebawa emosi juga kalau lihat cewek berjilbab gandengan sama cowok, siapa tahu itu mahram atau suaminya.

Please, berhenti menyalahkan jilbab! Keburukan atau perilaku buruk itu tergantung individunya, bukan jilbabnya.

yang salah bukan jilbabnya, kok via magazine-news.science

Pertama, cewek “nakal” itu apa sih? Kenapa sih kita sering banget bilang “cewek nakal”, tapi tidak “cowok nakal”? Nggak adil, dong?

Dan kalau ada cewek yang memang “nakal”, tentu bukan jilbab yang membuatnya begitu, bukan? Jadi kenapa fokus ke jilbabnya, bukan perbuatan “nakal”-nya?

Lagi-lagi jilbab yang disalahin… Duh, duh.

esensi jilbab memang melindungi,tapi nggak gini juga via darynesia.blogspot.com

Mungkin kata “bawah” yang dimaksud adalah basement kali ya…

Nggak ada yang bisa memastikan seseorang akan masuk surga atau neraka. Orang yang sering nge-bully cewek kayak Marshanda juga belum tentu ahli surga~

yaaah namanya juga manusia via tribunnews.com

Daripada ngomentarin cewek kayak Marshanda yang bongkar-pasang jilbabnya, do’akan saja semoga Marshanda tetap menjadi Ibu yang baik dan tetap menjadi idola kita semua ya. Stop bullying!

Bahkan, kesalahan (sangat) kecil yang dilakukan cewek berjilbab langsung jadi bahan olokan.

kalau nggak sengaja gimana? via skanaa.com

Mungkin, rambut Mbak Shireen Sungkar yang nggak sengaja kelihatan karena gerah habis ngurusin anaknya. Jangan keburu dikasih komentar negatif ya…

Mungkin, gaya rambut diwarnai sedang trend. Hingga artis sekelas Marshanda pun ingin menginspirasi gaya rambut terbarunya pada kita.

jangan lepas terus pakai lagi dong! via semarang.bisnis.com

Bukan pamer, kok. Cuma pengen ngasih inspirasi gaya rambut baru aja.

Kembali lagi, bahwa jilbab itu wajib tapi juga pilihan bagi orang-orang tertentu. Jangan melulu menghujat pilihan yang telah seseorang ambil.

balikin ke masing-masing aja deh via forsika.fp.ub.ac.id

Yang mau silahkan, yang nggak mau juga nggak apa-apa. Surga dan neraka sudah ada yang mengatur, katanya sih. Menghujat melulu nggak ada manfaatnya, lho.

Tulisan ini tidak ada tujuan untuk saling menjatuhkan. Alangkah bijaknya jika kita menyikapinya sebagai sebuah ajakan untuk saling berbuat kebaikan.

yuk sama-sama saling menghargai via owtop.blogspot.com

Berjilbab atau tidak, itulah ragam perbedaan yang sering kita jumpai di lingkungan sekitar kita. Nggak baik kalau kebiasaan kita mem-bully itu dibudidayakan, mendingan budidaya jamur aja biar dapat untung. Maaf

Mungkin kalian setuju kalau jilbab adalah kewajiban dan identitas wanita Muslim. Nah, kalau begitu, bukankah kita justru harus mengkondisikan komentar yang kita beri pada cewek-cewek berjilbab? Supaya mereka juga tambah nyaman dengan jilbab yang mereka lingkarkan di kepala. Iya, ‘kan? Menurut kalian gimana? 😉