ADU JAK GenRe 2019 Berlangsung di Jakarta, Kepala BKKBN: Posisi GenRe Strategis Sebagai Pahlawan Bagi Teman Sebaya

ADU JAK GenRe 2019

Remaja selalu identik dengan istilah agen perubahan. Hal ini nggak lepas dari perspektif segar yang mereka punya, yang nggak dimiliki generasi sebelumnya. Dengan unsur kebaruan yang selalu dihasilkan remaja ini, terdapat harapan akan kemajuan bangsa.

Advertisement

Tapi meski begitu, permasalahan remaja bukannya nggak ada. Di tengah perkembangan teknologi ini persoalan yang dihadapi malah makin kompleks, salah satunya terkait kesehatan reproduksi dan edukasi seksual. Hadir untuk merespons hal tersebut, BKKBN mengembangkan Program Generasi Berencana (GenRe).

Program ini merupakan wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan karakter bangsa, melalui pengajaran untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra-nikah, dan NAPZA. Program ini akan menghasilkan Duta GenRe sebagai figur motivator dari kalangan remaja di setiap regional. Hal ini dilakukan agar sosialiasasi kepada ramaja jadi lebih efektif karena dilakukan oleh sesama remaja.

Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Remaja GenRe 2019 di gelar di Jakarta

Duta GenRe dan kontingen provinsi Aceh di Pembukaan ADU JAK GenRe 2019 (Foto: Luthfi Rahmadian/Hipwee) via www.hipwee.com

Hadir selama 10 tahun di 34 provinsi di Indonesia, GenRe kembali mengadakan Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Remaja (ADU JAK) GenRe 2019. Berlokasi di Hotel Ciputra, Jakarta, ADU JAK GenRe 2019 berlangsung selama 16-20 Desember 2019 dengan puncak Penobatan Duta Generasi Berencana Tingkat Nasional.

Advertisement

Acara ini merupakan salah satu upaya peningkatan pelibatan remaja secara bermakna di Pusat Informasi dan Konseling Remaja. BKKBN bekerja sama dengan Forum GenRe Indonesia menggagas acara ini untuk mengajak generasi muda khususnya Duta GenRe tiap provinsi yang terlibat agar menumpahkan dan mewujudkan berbagai ide.

Perwakilan GenRe Indonesia, Nanda Riska Saputri, di Pembukaan ADU JAK GenRe 2019 (Foto: Luthfi Rahmadian/Hipwee) via www.hipwee.com

Perwakilan GenRe Indonesia, Nanda Riska Saputri, dalam pembukaan ADU JAK GenRe 2019, Senin (16/12/2019) mengatakan ekosistem kolaborasi kiwari menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan dalam meneruskan ide-ide kreatif. Ia mengharapkan 5 hari penyelenggaraan ADU JAK GenRe 2019 bisa menelurkan berbagai ide dari para duta GenRe.

“Selama 5 hari ini, para duta GenRe harus menumpahkan segala ide mereka. Melalui acara ini akan banyak tawaran kolaborasi dari berbagai sektor dalam misi membantu tugas pemerintah mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan ceria,” ucap Nanda di acara pembukaan ADU JAK GenRe 2019, Senin (16/12/2019).

Advertisement

Forum GenRe berada di posisi strategis

Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), di Pembukaan ADU JAK GenRe 2019 (Foto: Luthfi Rahmadian/Hipwee) via www.hipwee.com

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), yang hadir dalam pembukaan ADU JAK GenRe 2019 mengatakan Forum GenRe menempati posisi strategis dalam kehidupan remaja saat ini. Baginya, GenRe adalah pahlawan generasi muda karena bisa menjadi pihak konsultasi bagi teman-teman sebaya.

“Saya senang adik-adik kita ini menempati posisi strategis dan bisa jadi konsultasi bagi teman-teman sebayanya dalam mencegah berbagai kemungkinan buruk,” ucap Hasto.

Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) (dua dari kiri) dinobatkan sebagai Ayah GenRe Indonesia di Pembukaan ADU JAK GenRe 2019 (Foto: Luthfi Rahmadian/Hipwee) via www.hipwee.com

Beliau menambahkan, kehadiran Forum GenRe sebagai bagian dari BKKBN bisa jadi ruang yang nyaman bagi remaja untuk bebas meluapkan perasaannya. Remaja akan lebih gampang terbuka kepada sesamanya ketimbang dengan orang tua.

“GenRe hari ini adalah ruang curhat. Ketika generasi muda sering merasa tidak nyaman untuk cerita kepada orang tua, GenRe hadir di tengah-tengah generasi muda sebagai wadah penampung cerita-cerita tersebut,” imbuhnya.

Mendidik generasi sekarang harus menggunakan cara yang mereka suka

Foto bersama Pembukaan ADU JAK GenRe 2019 (Foto: Luthfi Rahmadian/Hipwee) via www.hipwee.com

Diisi oleh generasi masa kini, GenRe adalah perpanjangan tangan sosialisasi BKKBN yang efektif dalam mengedukasi anak muda. Nanda mengatakan di tahun ke-10 kehadirian GenRe di Indonesia, mereka siap dan telah menjadi garda terdepan BKKBN.

Selaras dengan itu, Hasto menyatakan bahwa BKKBN menyadari betul perubahan zaman. Oleh karenanya, BKKBN akan segera melakukan re-branding agar semakin relevan dengan generasi muda sebagai khalayak terbesar dan utama BKKBN.

Amin Ma’ruf, Stafsus Kepresidenan (kiri) dinobatkan sebagai Kakak GenRe Indonesia dalam Pembukaan ADU JAK GenRe 2019 (Foto: Luthfi Rahmadian/Hipwee) via www.hipwee.com

“Kita punya prinsip, yakni mendidik anak cucu harus dengan cara yang berlaku di zaman anak cucu tersebut. Oleh karena itu saya tegaskan, BKKBN harus melakukan re-branding. Harus punya jingle yang baru, logo yang baru, dan tagline yang baru agar lebih ramah terhadap anak muda,” tutup Hasto.

Rencananya re-branding dari BKKBN ini akan dimulai pada tahun depan dengan Forum GenRe sebagai pengusung di garis depan. Sementara untuk soft launch akan dilaksanakan sejalan dengan Penobatan Duta Generasi Berencana Tingkat Nasional pada Kamis, (19/12/2019).

Dengan imej baru bersama Forum GenRe sebagai wadahnya anak muda, diharapkan tidak ada lagi kekakuan pandangan masyarakat khususnya remaja terhadap BKKBN.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

CLOSE