Pasca Diklaim Bisa Sembuhkan Kanker Payudara, Akar Bajakah Asal Kalimantan Banyak Dijual Online

Akar bajakah Kalimantan

Popularitas akar bajakah merebak setelah tiga orang siswa SMA di Palangka Raya berhasil menemukan khasiat tanaman tersebut dan membawanya ke ajang olimpiade sains di Korea Selatan. Mereka mengklaim bahwa akar bajakah bisa menyembuhkan kanker payudara setelah meneliti kandungannya di Laboratorium Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan menguji cobanya pada tikus putih.

Temuan yang mengantar ketiga siswa itu mendapatkan medali emas sontak mengisi berbagai headline media massa. Banyak orang kemudian mencari tahu lebih lanjut soal akar bajakah, tak terkecuali para pedagang yang akhirnya kepikiran buat menjualnya via daring. Saat ini, nggak sedikit lo penjual yang menawarkan bajakah dengan harga mulai ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Padahal pemanfaatan tanaman ini jelas nggak bisa sembarangan.

1. Penelitian soal khasiat tanaman ini masih awal banget, butuh banyak riset lanjutan sebelum akhirnya memutuskan bajakah memang aman konsumsi dan berkhasiat mengobati kanker payudara

Tiga siswa SMA di Palangka Raya penemu khasiat akar bajakah via health.detik.com

Advertisement

Untuk saat ini, kabarnya akar bajakah baru diuji cobakan ke tikus putih. Dalam pengujian laboratorium, akar bajakah memang mampu menghilangkan sel tumor pada tikus setelah 2 minggu. Tapi uji coba tikus dan manusia itu jelas berbeda. Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, menyatakan kalau sebelum dinyatakan aman untuk manusia, perlu sejumlah fase uji klinis yang harus dilalui akar bajakah.

Orang nggak bisa begitu saja mengonsumsi akar bajakah dan berharap sembuh dari kanker. Nanti bukannya sembuh, yang ada malah timbul efek berbahaya.

2. Kanker sebagai penyakit yang cukup serius tentu butuh penanganan tepat. Mengonsumsi obat herbal tanpa memerhatikan jumlah yang dikonsumsi justru menimbulkan bahaya

Perlu uji klinis lebih lanjut via www.jawapos.com

Semakin tinggi stadium penyakit kanker, angka harapan hidup seseorang akan semakin berkurang. Pengobatan yang dibutuhkan pun juga semakin kompleks. Jadi sebelum ada uji klinis lebih lanjut dan klaim resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), penggunaan akar bajakah secara sembarangan tentu nggak disarankan. Apalagi obat herbal yang dikonsumsi tanpa memerhatikan tingkat konsumsinya malah bisa membahayakan ginjal dan hati, seperti dikatakan ahli dari RS Dharmais, Jakarta, Dr. Walta Gautama, Sp.B(K) Onk.

3. Selain itu, akar bajakah yang dijual secara online belum jelas keasliannya. Mengingat ternyata di alam ada ratusan jenis akar bajakah. Yang mana yang benar, cuma penemunya yang tahu

Belum jelas keasliannya via www.tribunnews.com

Advertisement

Yazid, salah satu siswa penemu khasiat akar bajakah, menyatakan dalam Detik, kalau ada 100 lebih jenis akar bajakah yang tumbuh di alam. Tapi untuk jenis yang ia dan timnya gunakan masih rahasia. Karena itulah sebaiknya kita nggak langsung percaya sama keaslian akar bajakah yang banyak dijual secara online. Bisa jadi itu akar pohon biasa, soalnya bentuknya juga hampir mirip sama akar biasa.

Senada sama yang disampaikan Markus, warga Tamiang Layang seperti dilansir Liputan6. Katanya akar bajakah sendiri ada berbagai jenis. Kalau ingin mengambil bajakah di hutan juga harus hati-hati, nggak boleh langsung ditebang dan diminum airnya. Karena kalau ternyata salah minum, bisa-bisa malah membuat sakit bahkan meninggal dunia.

Nah, lo, ternyata banyak banget yang mesti dipertimbangkan sebelum kalian memutuskan buat membeli akar bajakah di situs-situs daring. Daripada terjadi sesuatu yang nggak diinginkan, mending percayakan pengobatan pada tenaga medis aja deh. Dan tentunya berdoa supaya segera ada penelitian lanjutan akar bajakah dari pemerintah biar tanaman ini nggak dieksploitasi pihak-pihak nggak bertanggung jawab juga. Sedih ‘kan kalau hutan Kalimantan jadi rusak gara-gara orang pada mencari akar bajakah buat dijual bebas tanpa label resmi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE