Adopsi Budaya Kerja Ala Startup, Cara Amar Bank Agar Tetap Produktif dan Terus Inovatif

Budaya kerja startup

Sejak beberapa tahun belakangan, startup atau perusahaan rintisan jadi tempat idaman banyak pekerja, khususnya generasi muda. Hal ini salah satunya didasari dari budaya kerja startup yang relatif santai tapi produktif, nggak kaku kayak gaya kerja zaman orang tua kita dulu. Kerja seperti bermain, bermain tapi kerja. Di startup kamu bisa kerja sambil selonjoran, atau bahkan diselingi main tenis meja hingga video game. 

Advertisement

Nah, dalam perkembangannya, budaya kerja yang santai ini nggak hanya ada di startup lo. Beberapa perusahaan besar juga ikut mengadopsi budaya yang terbukti ampuh mendongkrak produktifitas, yang dipicu oleh iklim bersahabat di antara para pekerjanya. Lembaga keuangan yang terkesan kaku dan “serius” seperti Amar Bank jadi salah satu perusahaan yang sudah menggabungkan budaya kerja ala startup ini sejak 2015 lalu. Tujuannya demi meraih peluang-peluang baru yang nggak ditemukan jika hanya berpegang pada budaya kerja perusahaan besar.

Amar Bank ambil langkah menyeluruh untuk ciptakan pola pikir startup

Suasana kantor Amar Bank (dok. Amar Bank) via amarbank.co.id

Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, mengatakan bahwa budaya kerja perusahaan besar umumnya hanya akan berfokus pada kesenjangan kinerja, dengan mempertahankan standar tersendiri yang sebelumnya sudah dimiliki. Sementara dengan mengadopsi pola pikir dan budaya kerja ala startup, ia mengatakan Amar Bank dapat juga berfokus pada kesenjangan peluang.

“Umumnya sebuah perusahaan atau organisasi besar lebih fokus terhadap kesenjangan (gap) kinerja dan sudah memiliki standar tersendiri yang harus dipertahankan. Sedangkan di sini, yang menjadi fokus kami adalah kesenjangan (gap) peluang. Sederhananya, startup bukan hanya sekedar menjadi ‘tampilan’ atau ‘julukan’ saja, melainkan menjadi sebuah pola pikir,” kata Vishal lewat keterangan tertulis yang Hipwee terima Rabu (21/10/2020).

Advertisement

Nah, untuk menciptakan dan mempertahankan pola pikir startup yang dimaksud, Vishal menjelaskan Amar Bank telah mengambil langkah menyeluruh. Mulai dari penerapan strategi, struktur organisasi, hak pengambilan keputusan, culture building blocks, kegiatan rutin, sesi pembinaan rutin, dan pemberian insentif untuk mendorong perilaku pekerja yang sejalan dengan misi perusahaan. Sementara untuk budaya kerjanya, ia mengatakan hal tersebut juga diarahkan demi membawa perubahan positif, yang mampu meningkatkan kualitas hidup lebih baik pada pekerja dan akan berdampak juga pada nasabah.

“Kami meyakini ketika SDM kami atau yang kami sebut Amarites dapat berkembang, maka perusahaan juga akan semakin berkembang. Oleh karena itu, memastikan pekerja dapat bekerja dengan nyaman dan menyenangkan di tempat kerja sama pentingnya dengan membuat nasabah tersenyum. Karena di balik setiap pengalaman nasabah yang baik selalu dimulai dengan senyuman,”  imbuh Vishal.

86% dari 1.200 pekerja Amar Bank adalah generasi muda

Advertisement

Suasana kantor Amar Bank (dok. Amar Bank) via amarbank.co.id

Budaya kerja ala startup yang diadaptasi Amar Bank agaknya cukup berhasil, setidaknya terlihat dari dominasi generasi muda yang bekerja di Amar Bank. Head of People Function Amar Bank, Ratna Julia, menjelaskan bahwa saat ini 86% dari 1.200 pekerja Amar Bank adalah generasi muda. Hal ini menurutnya sesuatu yang baik, sebab generasi muda yang lekat dengan dunia digital sejalan dengan posisi Amar Bank yang menjalankan peran sebagai bank digital.

“Oleh karena itu, dengan budaya kerja yang diterapkan perusahaan, diharapkan para karyawan yang didominasi generasi milenial dapat mendorong dirinya untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan membangun karirnya serta impian masa depannya,” kata Ratna.

Vishal menambahkan, mereka nggak hanya mempekerjakan pekerja berusia 25-35 tahun sebagaimana karakteristik startup. Melainkan juga menerapkan kantor terbuka atau open office, serta mendorong pekerja untuk berani menghadapi tantangan dan mengambil risiko sebagai cara untuk berkembang. Hal yang nggak ditemukan jika sebuah perusahaan mutlak menjalankan budaya ala korporasi besar.

Amar Bank raih penghargaan Best Places to Work 2020, sebagai salah satu tempat terbaik untuk bekerja di Indonesia

Suasana kantor Amar Bank (dok. Amar Bank) via amarbank.co.id

Para pekerja pun mengaku budaya startup yang diterapkan Amar Bank berhasil memicu banyak hal positif, baik bagi pribadi maupun kinerja perusahaan. Senior Product Manager Amar Bank, Yoel Frans Alfredo mencontohkan kegiatan WFH pada kondisi pandemi saat ini bahkan nggak membuat ia kelimpungan, karena Amar Bank sudah terbiasa bekerja jarak jauh dengan cloud-based platform. Sementara Content Coordinator Amar Bank, Audrey Gabriella, mengaku diberi banyak kesempatan untuk berkembang berkat nilai-nilai “experimentation”, yang mana itu nggak ia dapatkan ketika bekerja di perusahaan terdahulu.

“Di perusahaan sebelumnya saya kurang diberi kesempatan untuk berkembang dan hanya menjadi spesialis. Tapi di Amar Bank saya dapat berkembang jadi generalis yang bisa belajar banyak hal. Semua kesempatan tersebut bisa didapatkan karena perusahaan menerapkan nilai “experimentation”. Nilai positif tersebut tentunya dapat memberikan saya kesempatan untuk mencoba hal-hal baru, yang bisa mengembangkan hasil pekerjaan,” kata Audrey.

Nah, suasana kerja yang menyenangkan dan mampu memicu produktivitas di Amar Bank juga diakui lewat penghargaan Best Places to Work 2020 yang mereka terima. Penghargaan ini diberikan karena lingkungan kerja perusahaan dinilai sebagai salah satu tempat terbaik untuk bekerja di Indonesia. Vishal mengatakan pencapaian ini merupakan bukti kerja keras Amarites yang menjunjung tinggi culture-blocks perusahaan yaitu experimentation, growth, fun, big dreams, customer focus & speed yang telah diimplementasikan dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE