5 Pahlawan Cilik Covid-19. Rela Pecahkan Tabungannya untuk Bantu Tenaga Medis. Respek!

Anak kecil pahlawan Covid-19

Kata orang, belajar itu bisa dari mana aja, nggak cuma dari buku-buku paket sekolah atau video-video pembelajaran. Dari kehidupan sehari-hari pun kita bisa banyak sekali mengambil pelajaran untuk dijadikan refleksi. Belajar juga nggak cuma bisa dilakukan yang muda-muda kepada yang tua-tua aja. Dari yang lebih muda pun kita bisa mendapat banyak ilmu. Bahkan dari anak yang masih kecil sekalipun!

Advertisement

Setidaknya, itulah yang bisa kita rasakan ketika mendengar kabar bahwa ada sejumlah anak di berbagai daerah yang kompak menyumbang untuk keperluan tenaga medis sebagai garda terdepan Covid-19. Anak-anak yang bahkan belum genap berusia 10 tahun itu sampai rela memecahkan tabungannya demi bisa membantu memenuhi kebutuhan alat pelindung diri yang selama ini memang banyak dilaporkan langka. Yang lebih menyentuh lagi, anak-anak itu tergerak sendiri hatinya, bukan karena disuruh orangtua. Siapa saja sih pahlawan-pahlawan cilik Covid-19 ini?

1. Satu inspirasi datang dari seorang bocah bernama Moch. Hafidh, siswa kelas 3 SD di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Ia minta diantar ibunya ke Polsek demi menyerahkan tabungannya untuk membantu membeli APD tenaga medis

View this post on Instagram

Polsek Dayeuhkolot News – Anak kecil bernama Moch. Hafidh (9 tahun) yang duduk di kelas 3 SDN Pasigaran 3 Dayeuhkolot meminta ibunya Rikoh Rotikoh untuk mengantar ke Polsek Dayeuhkolot Polresta Bandung menemui Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Sudrajat dengan membawa kaleng Biskuit yang berisikan pecahan uang koin untuk disalurkan membantu membeli APD (Alat Pelindung Diri). Kamis (16/04/2020). Berawal ketika Moch.Hafidh (9 tahun) diliburkan sekolah dikarenakan Pandemi Virus Corona (Covid-19) yang terus mewabah di Indonesia dan melihat pemberitaan di Televisi bahwa langka dan mahalnya masker beserta APD (Alat Pelindung Diri) untuk pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang dibutuhkan para tenaga medis saat ini. Anak dari Bapak Ruhiyatna yang berprofesi sebagai tukang servis Televisi dan Ibu Rikoh Rotikoh yang berprofesi sebagai pedagang baso ayam tersebut membawa tabungannya berupa pecahan koin kepada ibunya yang dikumpulkan selama 9 bulan dengan menyisihkan sisa uang jajannya setiap hari untuk disumbangkan membantu membeli APD (Alat Pelindung Diri). Ibu Rikoh Rotikoh mengatakan “Bahwa banyaknya pemberitaan mengenai Pandemi Virus Corona (Covid-19) yang terus mewabah dan sulitnya mendapatkan APD (Alat Pelindung Diri) di televisi, Moch.Hafidh (9 tahun) sempat menanyakan kepada saya apa dan untuk apa APD tersebut dan saya menjelaskan kepada Moch. Hafidh bahwa APD adalah Alat Pelindung Diri yang sangat dibutuhkan oleh tenaga medis dalam menangani pasien Virus Corona kemudian Moch. Hafidh mengungkapkan ingin membantu membeli APD dengan menyumbangkan tabungannya yang Moch. Hafidh kumpulkan selama 9 bulan yang awalnya tabungan tersebut dikumpulkan untuk membantu biaya pernikahan kakaknya”. Kata Ibu Rikoh Rotikoh. Masih Ibu Rikoh Rotikoh ” Saya hanya memberikan uang jajan sehari Rp.2000,- untuk Moch.Hafidh, sewaktu akan memberikan uang tabungannya Moch. Hafidh mengatakan wabah virus Corona yang menimpa Indonesia ingin segera berakhir supaya bisa bersekolah dan bermain kembali dengan teman-temannya”. @polrestabandung @tmcpolrestabandung @bhayangkari_pc_kotabdg_jabar @bag_sumdarestabdg @satnarkobaresbdg @satbinmas @sabharapolrestabdg @spkt_polreskotabandung

A post shared by POLSEK DAYEUHKOLOT (@polsekdayeuhkolot1) on

Hafidh, bocah umur 9 tahun di Bandung, memilih menyerahkan tabungan yang sudah ia kumpulkan selama 9 bulan itu untuk membantu para tenaga medis yang mengalami kelangkaan APD. Suatu hari, ia minta diantar ibunya ke Polsek demi menyerahkan tabungannya itu. Awalnya Hafidh merasa resah karena terus melihat berita di TV soal kelangkaan APD. Ia pun tergerak membantu walau seharusnya tabungan itu akan ia gunakan untuk menyumbang pernikahan kakaknya.

Advertisement

2. Selain Hafidh, ada bocah bernama Azriliya Aliya Nabila yang juga menyerahkan tabungannya untuk membeli masker bedah. Masker itu ingin ia bagikan ke dokter-dokter

View this post on Instagram

BERITA INSPIRASI, Setelah kemarin Hafidz, kali ini adinda Azriliya Aliya Nabila, anak SD usia 7 tahun dari Ngamprah Kabupaten Bandung Barat, menyumbangkan seluruh tabungannya untuk para dokter yang berjuang melawan covid-19. Azriliya, anak dari petani hidroponik ini, mengijabkabulkan niatnya agar seluruh tabungannya dibelikan masker bedah. Ia sudah mempraktekkan nilai mulia budaya Jawa Barat: Silah asih, Silih asuh dan Silih asah. . “Nanti maskernya pa Gubernur kasiin ke dokter ya.”, begitu terucap dari bibir mungil berparas imut kiyut ini. SIAP neng Azriliya! Laksanakan. . Semoga amal ibadahnya jadi teladan untuk para generasinya kelak. Terima kasih untuk ayah bundanya yang berhasil mendidiknya dengan ahlak yang mulia. Dengan kebersamaan, Insya Allah #KitaPastiMenang

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on

Azriliya, bocah 7 tahun dari Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, juga sama seperti Hafidh, ia menyerahkan tabungan miliknya ke pihak terkait untuk disalurkan ke para tenaga medis. Azriliya bahkan menyerahkannya langsung ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Kepada Pak Gubernur, ia meminta agar uangnya dipakai untuk membeli masker bedah agar bisa dibagikan ke dokter dan tenaga medis di rumah sakit.

3. Nggak cuma di Bandung, ada juga bocah 6 tahun asal Makassar, Yasmin Saman, yang menyumbangkan tabungannya untuk garda terdepan Covid-19

Yasmin dan ibunya via makassar.kompas.com

Yasmin, siswi kelas 1 SD, bersama ibunya mendatangi posko Jurnalis Peduli Kemanusiaan (JPK) di Makassar untuk menyerahkan celengan berbentuk ikan yang belum dipecahkannya. Celengan itu berisi uang koin yang setelah dihitung, berjumlah Rp448.800. Dengan uang tersebut Yasmin ingin membantu pengadaan APD tenaga medis yang berjuang menyembuhkan pasien-pasien Covid-19. Sang ibu bercerita kalau Yasmin terinspirasi menyumbang tabungannya setelah melihat si ibu sedang mendata lokasi-lokasi yang akan diberikan sumbangan. Wah, buah tak jatuh jauh dari pohonnya ya~

Advertisement

4. Selain Yasmin, di Makassar juga ada Tata dan Unsia yang sama-sama berusia 7 tahun. Mereka juga menyerahkan seluruh celengannya kepada tim JPK

Tata dan Unsia via kumparan.com

Dua siswi SD Tata dan Unsia juga mendatangi JPK bersama ortu masing-masing untuk menyerahkan tabungannya demi membantu tim medis di RS dan puskesmas. Isi celengan keduanya setelah ditotal berjumlah Rp349.000. Kata mereka itu adalah hasil tabungannya selama 6 bulan.

5. Ada juga pelajar kelas 3 SD di NTT bernama Kanayah. Ia membawa celengan dan menyerahkannya ke Caritas Keuskupan Maumere untuk nantinya dipakai membantu tenaga medis

Kanayah via www.liputan6.com

Kanayah mengaku sedih melihat pemberitaan virus corona di TV, terlebih saat menyaksikan banyak tim medis yang kekurangan APD. Ia lalu berinisiatif meminta diantar ayahnya ke Caritas Keuskupan Maumere untuk menyerahkan tabungan yang sudah ia kumpulkan selama 2 tahun. Tabungan itu awalnya ingin ia pakai untuk membeli koper tempat mainan. Tapi ia rela melepas itu semua demi bisa membantu tenaga medis yang lebih membutuhkan.

Itulah segelintir para pahlawan cilik Covid-19. Bisa jadi yang nggak terekspos sebenarnya lebih banyak lagi. Mereka ini meski nggak ikut langsung menangani corona di lapangan, tapi sudah bisa dikatakan pahlawan lo. Ini karena mereka punya hati yang tulus dan sifat dermawan meski usianya jauh di bawah kita. Patut jadi teladan nih!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE