Petaka Sate yang Sebabkan Anak Pengemudi Ojol Tewas, Dipastikan Mengandung Racun Berbahaya

anak ojol meninggal karena sate

Kabar nahas menghampiri seorang driver ojol di Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Di tengah bulan Ramadan yang penuh suka cita,  ia harus mengikhlaskan kepergian sang anak berusia 10 tahun untuk selama-lamanya. Hal ini bermula saat sang anak makan sate yang dibawanya dari wanita misterius. Peristiwa ini pun sampai menjadi perbincangan hangat di media sosial beberapa hari belakangan.

Advertisement

Kasus ini berawal dari ayah korban, Bandiman yang didatangi wanita yang meminta tolong untuk diantarkan paket takjil tanpa menggunakan aplikasi online alias secara langsung. Saat itu Bandiman tak mempunyai kecurigaan dan langsung bergerak ke alamat yang dituju. Namun, kejadian yang tak mengenakkan justru menimpa keluarga Bandiman di Salakan, Bangunharjo. Lantas bagaimana kronologi dan kondisi terkini dari penyelidikan kepolisian? Berikut Hipwee berikan ulasannya.

Tak menaruh kecurigaan, seorang wanita misterius meminta tolong kepada Bandiman untuk mengantarkan takjil ke sebuah perumahan di Kasihan, Bantul, tertuju kepada Tomy

Takjil berisi sate yang dikirim wanita misterius | Credit: PxHere via pxhere.com

Peristiwa nahas ini bermula dari Bandiman yang menerima order secara offline di sekitar Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Dia dihampiri seorang wanita misterius yang memintanya untuk mengantar takjil kepada seseorang bernama Tomy, di perumahan Kasihan, Bantul. Perempuan itu hanya berpesan jika ditanya paket tersebut dari mana, disampaikan dari Hamid warga Pakualaman.

Bandiman lantas menerima tawaran tersebut, dengan meminta bayaran Rp25.000. Namun, wanita yang menyewa jasanya memberikan uang Rp30.000, di mana sisa kembalian diberikan kepada Bandiman. Setelah sampai, rupanya orang yang bernama Tomy sedang berada di luar kota. Istri pemiliki rumah pun menolak dan menyarankan untuk dibawa pulang Bandiman saja.

Advertisement

Bandiman pun pulang dan sate disantap keluarga. N (10 tahun) anak keduanya kolaps ketika memakan bumbu sate. Sempat dilarikan ke rumah sakit tetapi nyawanya tak tertolong. Sementara sang istri sempat akui rasa yang pahit ketika menyicipi sate yang sama hingga membuat kerongkonganya terasa terbakar.

Usai sisa sate dibawa ke laboratorium, dinyatakan bahwa makanan tersebut positif mengandung racun jenis C yang disinyalir lebih berbahaya dari sianida

Ilustrasi uji lab | Credit: ThisisEngineering RAEng via unsplash.com

Dikutip dari CNN IndonesiaKasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium terhadap bumbu sate yang dikonsumsi korban, ternyata mengandung racun jenis C. Menurut Ngadi racun jenis C ini mudah diperoleh masyarakat. Bentuknya cair dan padat.

“Hasil sementara positif mengandung racun jenisnya C. Itu di bumbu sama sate yang ada bumbunya. Jadi intinya di bumbu. Secara resmi belum dapat tembusan (hasil lab) tapi kita sudah dapatkan hasilnya. Di apotas ada racun jenis itu, obat tikus juga. Yang jelas jenisnya itu, C,” pungkas Ngadi.

Hingga saat ini polisi sudah mengantongi ciri-ciri pengirim sate yang dimakan anak ojol. Selanjutnya akan dilakukan penyelidikan demi memburu sosok terduga

Racun/ Credit: spaxiax on Deposit Photos via depositphotos.com

Polisi sudah mengantongi ciri-ciri pengirim paket sate yang dimakan anak Bandiman, di antaranya perempuan berusia sekitar 25 tahun, kulitnya putih, tinggi badan sekitar 160 sentimeter. Pihak keluarga korban meminta polisi bisa segera menangkap pelaku. Ibu dari anak berusia 10 tahun tersebut berharap tak ada kejadian serupa yang menimpa orang lain.

Usai 7 hari kepergian sang anak, Bandiman akui sudah menyerahkan sepenuhnya kasus ini terhadap pengacara yang mendampinginya. Ia pun berusaha keras untuk mengikhlaskan kepergian anak keduanya tersebut. Meskipun sangat sulit tetapi ia berusaha untuk tak terus berlarut dalam kesedihan. Kita doakan semoga titik terang segera didapatkan dari kasus yang menimpa keluarga Bandiman, ya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE