Anak SD di Ciamis Meninggal Dunia Usai Ponsel yang Sedang Diisi Daya Meledak

Kabar mengejutkan datang dari warga Ciamis, Jawa Barat saat seorang anak laki-laki berinisial I ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Dusun Bojongjaya, Desa Kiarapayung, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada Rabu (3/8) siang. Korban diduga meninggal dunia karena ponsel yang dipakainya meledak.

Advertisement

Anak kelas 3 SD ini mengalami luka bakar yang cukup parah di bagian dadanya. Kabar ini mengejutkan publik, lantaran diketahui ponsel korban ditemukan dalam keadaan sedang diisi daya dan kondisi baterai yang hancur. Seperti apa kronologi kejadian nahas tersebut?

Korban ditemukan sang ibu dalam keadaan meninggal dengan posisi tengkurap dan ponsel yang hancur di sekitarnya

Kabar nahas yang menimpa anak 9 tahun ini sudah dikonfirmasi oleh Ketua Tagana Kabupaten Ciamis, Ade Waluya yang menerima laporan ada seorang anak di Kecamatan Rancah yang meninggal dunia karena percikan api dari HP yang meledak saat diisi daya. Seperti dilansir dari CNN Indonesia, Ade mengungkap bahwa korban mengalami luka bakar yang cukup parah di bagian dadanya.

“Kami telah menerima laporan kejadian tersebut. Korban mengalami luka di bagian dadanya, seperti luka bakar sebesar telapak tangan orang dewasa,” ungkap Ade, dilansir dari CNN pada Jumat (5/8).

Advertisement

Lebih lanjut, Ade juga menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan informasi yang didapat dari orang tua korban. Korban diketahui sang ibu masuk ke kamar untuk mengisi daya ponselnya. Kemudian ia memainkan ponsel dengan posisi tiduran.

Pada saat kejadian, sang ibu pergi keluar ke warung membeli kebutuhan sekitar 30 menit. Sesampainya di rumah, ia memanggil sang anak. Namun, nggak ada sahutan, hingga akhirnya ia menghampiri ke kamar.

Advertisement

“Ketika masuk rumah, sang ibu melihat anaknya yang tertidur dengan posisi terngkurap. Saat coba dibangunkan, anak itu tidak bangun,” kata Ade.

Saat tubuh sang anak dibalik, ibunya terkejut karena ponselnya sudah berantakan, tapi kabel charger masih utuh. Sementara itu sang anak sudah meninggal dunia dengan luka bakar di bagian dada.

Bahaya ponsel yang dimainkan saat sedang diisi daya

Anak SD di Ciamis meninggal karena ponselnya meledak

Kondisi ponsel yang meledak | Foto dari YouTube Kompas TV

Kejadian yang menimpa I menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja yang sering memainkan ponsel saat sedang diisi daya. Apalagi beberapa kondisi memang bisa menyebabkan ponsel meledak dan menyebabkan luka bakar yang cukup serius.

Melansir dari Detikinet, seorang pengamat gadget Lucky Sebastian memberikan penjelasan terkait kejadian nahas tersebut. Menurut Lucky, baterai Lithium saat meledak panasnya bisa mencapai 600 derajat celsius. Meski panasnya hanya seketika, tapi saat ponsel dalam posisi tertindih badan, maka akibatnya bisa fatal. Apalagi jika sambil dimainkan dalam posisi diisi daya.

“Bisa jadi si anak tertidur setelah memainkan ponsel dalam kondisi charging, kemudian ponselnya tertindih atau tertutup dada, sehingga menyebabkan panas saat charging berlebihan. Belum lagi faktor baterai kembung dan charger nonori,” jelas Lucky dinukil dari Detikinet pada Jumat (5/8).

Baterai meledak dengan suhu 600 derajat celcius ini terjadi dalam kondisi yang disebut thermal runaway, yakin ada panas yang sangat besar di dalam baterai dan perlu segera dilepas. Panas akan meningkat karena konsleting yang bisanya mudah terjadi pada baterai kembung. Sehingga baterai butuh melepaskan energi dan terjadilah thermal runaway.

Dalam kasus yang menimpa I, memang butuh investigasi lebih dalam untuk mengetahui ponsel tersebut bisa terbakar. Terutama soal kondisi baterai dan charger, serta keasliannya. Berdasarkan foto dan video yang beredar dari petugas di lapangan, kabel yang digunakan tampaknya jelas bukan ori, karena menggunakan kabel pipih yang banyak dijual murah secara eceran.

“Ini sebenarnya masih butuh uji penyebab sesungguhnya supaya tahu penyebab bisa terbakar. Apakah baterai kembung, apakah baterai asli, apakah device pernah dibongkar atau diservis tidak proper. Kalau charger sih terlihat memang tidak asli ya, kabelya seperti kabel pipih yang dijual murah ditukang pulsa,” jelas Lucky.

Belajar dari kejadian ini, SoHip harus lebih waspada ketika menggunakan ponsel dalam kondisi sedang diisi daya, ya. Pastikan baterai ponselmu nggak dalam kondisi kembung dan harus ori. Begitu juga dengan charger yang digunakan. Jika kondisi mendesak menggunakan charger dan baterai nonori, maka lebih baik hindari memainkan ponsel saat diisi daya. Jangan lupa jauhkan dari tempat tidur supaya ponsel tidah tertindih tubuh dan menyebabkannya panas.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE