“…kamu sudah berjuang. Sekarang jangan berpikir apapun, yang penting pulih.” – pesan Pak Jokowi kepada Anthony Ginting.

Nama Anthony Ginting mendadak jadi perbincangan di semua jejaring sosial. Atlet bulutangkis kebanggaan Indonesia itu baru aja kalah dengan terhormat dari Shi Yuqi, asal China, setelah menyerah karena cedera yang dideritanya. Buat yang nonton pertandingan tadi malam, pasti pada ikut larut dalam ketegangan sekaligus keharuan yang dibawa Ginting. Perjuangannya yang begitu gila-gilaan patut mendapat standing applause. Meski akhirnya harus kalah, tapi Ginting tetap menang di hati kita semua.

Advertisement

Sayangnya, nggak semua orang ternyata bisa menerima kekalahan Ginting yang super dramatis itu. Nggak terima sih mungkin wajar ya, tapi kalau sampai memberondong Ginting pakai kalimat kasar dan menyalahkannya seolah-olah perjuangan dia semalam nggak berarti apa-apa sih namanya sakit jiwa. Parahnya, banyak banget yang kayak gini, miris. Kali ini Hipwee News & Feature telah merangkum info soal Ginting buat kamu. Yuk, simak bersama.

Di awal permainan, Ginting bermain begitu apik. Tapi waktu udah masuk set 3, ia mengalami cedera di bagian kakinya

Ginting saat cedera via www.liputan6.com

Istora Gelora Bung Karno, Senayan, jadi saksi bisu bagaimana Ginting, pebulutangkis 21 tahun itu berjuang hingga titik darah penghabisan melawan Shi Yuqi dalam final bulutangkis putra Asian Games 2018, Rabu (22/08). Di set I, Ginting berhasil memimpin permainan dengan skor cukup jauh, 21-14. Set II, giliran China yang unggul, tapi skornya sangat tipis, 21-23. Drama justru baru dimulai saat gim penentuan. Di set ketiga, saat Ginting unggul 16-15, kakinya kram hingga harus menepi. Setelah mendapat perawatan, ia kembali ke lapangan meski kondisi masih sulit berjalan. Saat skor jadi 20-21, Ginting ternyata nggak bisa lagi membendung rasa sakitnya. Ia terkapar di tepi lapangan dan memilih menyerah.

Parahnya, nggak sedikit warganet justru membully Ginting, yang katanya nggak becus lah, pura-pura cedera lah, padahal belum tentu yang ngata-ngatain itu pernah mengharumkan nama Indonesia

Komentar super jahat nggak ada obat! 🙁 via www.instagram.com

Setelah kekalahannya kemarin, Ginting langsung jadi sasaran makian netizen di Instagram. Mereka sibuk mencela dan membodoh-bodohi Ginting, bahkan sampai ada yang tega menuduh cederanya cuma pura-pura! Padahal kalau menurut Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Achmad Budiharto, kram di kaki kiri Ginting termasuk kronis. Untungnya nggak sampai cedera serius. Tapi saat bertanding, Ginting benar-benar sudah mengerahkan seluruh kemampuannya, sampai saat kakinya benar-benar udah nggak bisa digerakkan, ia menyerah.

Padahal sebelum berlaga di Asian Games 2018, Ginting udah berhasil mengantongi sederet prestasi membanggakan di kancah internasional lho

Ginting berhasil menorehkan berbagai prestasi mentereng via nakita.grid.id

Advertisement

Jangan kira Ginting baru menampakkan “taring”nya saat Asian Games 2018 kemarin aja ya. Sebelumnya, Ginting pernah membuat Indonesia bangga dengan peraihan medali perunggunya di kompetisi BWF World Junior Championship 2014 di Malaysia. Ginting juga pernah mendapat perunggu dalam ajang Youth Olympic Games 2014 di China. Yang paling membanggakan, tahun 2017 kemarin, Ginting berhasil menjuarai Korea Open di level Super Series dan mendapat medali emas serta uang $45,000! Saat ini pun Ginting dinobatkan jadi pebulutangkis terbaik ke-13 sedunia, dan pertama se-Indonesia.

Mungkin saking sedihnya lihat komen-komen jahat netizen, seorang pengguna Twitter sampai menginisiasi kampanye “Komen Positif” ke atlet-atlet kita

Untungnya, di tengah kejamnya jempol netizen masa kini, masih ada orang-orang waras yang berusaha mengajak kita semua melontarkan kalimat-kalimat positif kepada para atlet kebanggaan tanah air. Di Twitter kampanye ini dinamakan “Encouraging Words Comment Project“. Jadi ya, apapun hasil pertandingan, sudah seharusnya kita tetap memberi apresiasi setinggi-tingginya semua atlet Indonesia. Ya masa, kita yang nggak ikut latihan mati-matian, nggak ikut jaga pola makan, nggak ikut berkeringat, mau semena-mena menghina dan mengkritik pedas mereka? Padahal ya belum tentu kita tuh bisa seperti mereka, ‘kan? Sesimpel mengucapkan terimakasih kepada para atlet apa susahnya?

Mungkin banyak orang merasa atlet-atlet yang dihina lewat komen itu nggak bakal baca komen-komen mereka. Atau mungkin nggak peduli sama semua komentar buruk itu. Tapi yang namanya manusia, perasaannya nggak bisa ditebak. Bukan nggak mungkin cacian-cacian itu malah bikin mereka semakin down dan menimbulkan beban mental tersendiri. Sebelum komen jahat, please, coba pikir lagi gimana jadinya kalau kalian yang ada di posisi mereka…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya