Awal Agustus kemarin, masyarakat Palembang begitu antusias menyambut Light Rail Transit (LRT) di kotanya. Banyak orang ingin mencoba transportasi yang sudah dibangun sejak 2015 ini untuk bepergian. Seperti diketahui, LRT adalah kereta api ringan yang beroperasi dalam kota. Keberadaan LRT dianggap sebagai angin segar baik bagi masyarakat lokal maupun pendatang. Soalnya selain murah, LRT ini juga menghubungkan stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ke berbagai stasiun di Palembang. Jadi orang yang dari/ke bandara nggak bingung lagi mau naik apa.

Tapi, LRT yang baru dibuka untum umum 1 Agustus kemarin ini, baru aja jadi sorotan gara-gara mogok di jalur 2 km dari stasiun Jakabaring lho. Bahkan katanya banyak penumpang jadi panik sampai nangis dan pingsan karena mogoknya terlalu lama. Duh, kenapa ya? Padahal hitungannya ‘kan masih baru banget keretanya. Terus gimana tanggapan PT. KAI? Nih, Hipwee News & Feature udah merangkum infonya buat kamu. Simak deh…

LRT Palembang yang digadang-gadang bakal mempermudah mobilitas atlet saat Asian Games 2018 besok, malah dikabarkan mogok

LRT Palembang mogok via news.detik.com

Advertisement

Hari Minggu (12/7) kemarin, jadi hari kurang mengenakkan bagi para penumpang LRT Palembang. Rasa antusias mereka menjajal kereta baru ini harus dibalas dengan ketidaknyamanan karena LRT tersebut mogok di tengah lintasan Stasiun Jakabaring. Banyak penumpang panik sampai nangis gara-gara mogoknya lama, katanya sampai sekitar 1 jam. Beberapa juga pingsan. Mereka akhirnya terpaksa jalan kaki sejauh 2 km sampai ke Jakabaring karena listrik dan AC di dalam kereta mati. Sayang banget ya, padahal LRT inilah yang dijadikan “nilai jual” pemerintah menyambut Asian Games 2018 di Palembang.

Peristiwa mogoknya LRT ini katanya sih udah yang ketiga kalinya. Padahal kereta masih terhitung baru. Jadi kenapa sampai bisa mogok ya?

Masih baru tapi udah sering mogok via news.detik.com

Dikutip dari Kompas, kejadian mogoknya LRT Palembang bukan baru sekali terjadi. Kereta ini mogok pertama kali pada Rabu (1/8) lalu. Katanya sih karena ada masalah di sensor pintu kereta, yang harusnya kondisi sudah tertutup tapi sensor yang terbaca malah “Open”. Jadi sistem keamanannya berhenti bekerja. Beberapa hari berselang (10/8), LRT dikabarkan nggak bisa beroperasi lagi karena sinyalnya bermasalah. Penumpang yang ada di stasiun Bumi Sriwijaya terlantar sampai 2 jam lamanya.

Belum terobati rasa kecewa masyarakat, Minggu kemarin lagi-lagi LRT ini menemui kendala. Tapi kali ini belum ada penjelasan apapun dari pihak bersangkutan. Penumpang juga nggak diberitahu alasan kenapa kereta tiba-tiba berhenti. Bahkan sampai menit ke 30, mereka dilarang turun dari kereta. Padahal kondisi di dalam gelap dan panas.

Di Twitter, netizen juga ramai mengeluhkan LRT baru yang hobi mogok ini. Ada juga yang protes jalannya mirip keong

Advertisement

Ternyata nggak cuma penumpang LRT aja yang cukup kecewa dengan pengalaman mereka menaiki kereta baru ini. Orang-orang yang belum pernah menjajalnya juga ikut-ikutan mengeluh di Twitter. Sebagian besar mempertanyakan kenapa kok bisa sampai mogok. Padahal dana pembangunan LRT ini sampai menyentuh Rp10,9 triliun lho! Pas disinggung ini cuma pemborosan, Kementerian Perhubungan berdalih kalau LRT ini bakal banyak manfaatnya, seperti mengurangi kemacetan dan penggunaan BBM. Tapi menurut kesaksian salah satu orang yang pernah naik, LRT ini tergolong lambat jalannya, mirip keong. Jadi ya sama aja bakal lama sampai di tempat tujuan.

Penumpang yang jalan di atas rel saat evakuasi juga banyak disorot. Gara-gara katanya sepanjang jalur LRT itu dialiri listrik tegangan tinggi, jadi sebenarnya bahaya banget. PT. KAI pun angkat bicara soal ini

Proses evakuasi kemarin jadi sorotan via finance.detik.com

Saat mogok hari Minggu kemarin, seluruh penumpang kompak memutuskan buat menyusuri jalanan sepanjang rel kereta untuk mencapai stasiun terdekat. Barisan penumpang yang berjalan di atas ini jadi perhatian banyak warga yang melintas di bawahnya. Nggak sedikit yang mengabadikan. Mereka juga menyayangkan proses evakuasi yang terbilang berbahaya. Soalnya katanya sih sepanjang rel itu dialiri listrik tenaga tinggi. Sehingga berbahaya bagi siapapun yang melintas di dekatnya.

Menanggapi hal ini, humas PT. KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti pun angkat bicara. Katanya ‘Walkway’ itu udah jadi salah satu prosedur evakuasi penumpang saat kereta mogok di tengah jalan. Meski begitu, prosesnya baru bisa dilakukan kalau petugas LRT sudah menjamin listrik telah dimatikan. Ketika ditanya soal penyebab mogok, Aida berkata pihaknya masih menunggu hasil inverstigasi bersama PT. INKA, selaku perusahaan pembuat rangkaian kereta.

Hmm, nggak sedikit lho penumpang yang mengaku trauma naik LRT gara-gara kejadian kemarin. Apalagi yang pada udah tua atau ibu-ibu yang bawa anak gitu. Kasihan, ‘kan…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya