Cerita soal ayah mencabuli anak kandung sendiri makin sering terdengar dan jadi pemberitaan di media massa. Bahkan banyak juga korban yang sampai berbadan dua. Baru-baru ini peristiwa serupa terjadi lagi. Seperti dikutip Kompas, seorang wanita di Tulangbawang Barat, Lampung, memergoki suaminya tengah menyetubuhi anak kandung mereka, di kediaman mereka sendiri.

Meski pelaku sudah berhasil ditangkap, tapi fenomena ini menimbulkan pertanyaan tersendiri, kok bisa sih seorang ayah begitu nafsu melihat anaknya yang notabene adalah darah dagingnya sendiri? Apakah mereka para pelaku ini nggak tahu kalau hubungan sedarah dilarang baik oleh negara maupun agama? Sebelum ikutan emosi sampai gemas, simak deh 6 kemungkinan alasannya di bawah ini.

1. Bisa jadi si ayah memang ada gangguan psikologis, sampai-sampai begitu sulit menahan untuk tidak melampiaskan nafsu syahwatnya

Mungkin ada gangguan psikologis via www.metromedianews.co

Advertisement

Orang yang punya kelainan seksual memang seringkali nggak bisa menahan nafsunya. Orang-orang eksibisionis misalnya, mereka nggak malu buat memperlihatkan alat kelaminnya di hadapan publik. Ada juga yang sampai masturbasi di tempat umum.

Ayah yang memperkosa anak kandungnya ini bisa jadi juga punya gangguan psikologis. Sampai sulit banget menahan nafsu dan menyerang anaknya sendiri. Padahal anak itu seharusnya ia lindungi 🙁

2. Kemungkinan lain, karena pelaku hobi nonton film porno. Apalagi akses ke situs-situs dewasa sekarang ini sudah jauh lebih mudah berkat ponsel dan internet

Atau karena ayahnya suka nonton porno via www.jurnalsulteng.com

Gemar menonton film atau video porno tentu bisa mendorong seseorang untuk melampiaskan nafsu seksualnya kepada orang lain. Seperti kebanyakan kasus pemerkosaan yang dilakukan ayah kepada anak kandungnya. Kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, dikutip Merdeka, itu semua karena pelaku memang sering nonton porno, lalu terinspirasi dan melampiaskan nafsunya ke orang terdekatnya.

Advertisement

Kalau dulu nonton porno harus beli DVD-nya, sekarang pakai HP pun bisa.

3. Terlebih didukung juga oleh keadaan rumah yang sempit dan sepi. Dimana-mana pelaku kejahatan ‘kan memang beraksi kalau ada kesempatan

Pelaku beraksi karena ada kesempatan via poskotanews.com

Kalau kata Bang Napi di acara TV zaman dulu:

Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan.

Rumah sempit apalagi ditambah keadaannya yang selalu sepi, kerap mendorong seorang ayah berbuat mesum kepada anaknya. Si ayah juga sering memanfaatkan kekuasaannya sebagai ayah dan mengancam korban supaya nggak bilang ke siapa-siapa. Belum lagi fisik korban yang juga jauh lebih lemah dibanding ayahnya, jadi mereka pun sulit mau melawan. Kasihan ‘kan! 🙁

4. Tingkat pendidikan yang rendah dan spiritual yang lemah juga turut andil mendorong pelaku melakukan aksi bejatnya

Ditambah tingkat pendidikan rendah via suar.grid.id

Peluang terjadinya tindak pemerkosaan semakin tinggi jika si ayah berlatar pendidikan rendah serta mental dan spiritualnya juga minim. Jadi semacam nggak ada “benteng” untuk menahan perilaku bejat pelaku. Padahal sosok ayah itu harus bisa jadi panutan, eh, ini malah merusak masa depan anaknya!

5. Faktor ekonomi pun ikut berkontribusi. Kebanyakan kasus-kasus semacam ini memang menimpa masyarakat ekonomi kelas bawah

Menimpa masyarakat desa via news.detik.com

Kalau diperhatikan, kasus-kasus asusila yang melibatkan hubungan sedarah ini memang terjadi pada masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Karena kondisi keuangannya minim, mereka harus rela tinggal di rumah yang kamarnya mungkin cuma 1. Sehingga seluruh anggota keluarga tidur dan berkumpul jadi satu. Mungkin banget situasi ini yang menyebabkan seorang ayah tergoda melakukan hal jahat ke anaknya.

6. Kemungkinan lain karena pelaku nggak mendapat “jatah” dari sang istri. Bisa jadi karena ada konflik rumah tangga atau sebab lainnya

Atau tengah ada konflik dengan istri via seruni.id

Selain faktor-faktor di atas, si istri juga bisa jadi turut menjadi alasan kenapa ayah tega memperkosa anak kandungnya. Ini karena terkadang ada istri yang selalu menolak diajak berhubungan, entah apa alasannya. Sehingga suaminya itu mencari pelampiasan lain.

Mau sewa PSK mungkin nggak punya uang, jadilah anak sendiri yang jadi sasaran.

Tapi biar gimana pun alasannya, nggak bisa jadi ‘excuse‘ buat membenarkan kejahatan seksual antara ayah dan anak sendiri. Tetap aja perbuatan itu termasuk perbuatan paling menjijikkan sedunia!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya