Bayi 6 Bulan Meninggal Usai Diajak Naik Motor Tegal-Surabaya Demi Nonton Bola

Baru-baru ini viral di media sosial kabar seorang bayi meninggal dunia usai diajak kedua orang tuanya naik motor. Kabar ini diunggah sendiri oleh sang ayah FJ melalui cuitan di Twitter. Cuitan tersebut mendapat berbagai reaksi warganet yang menyayangkan tindakan FJ tersebut.

Advertisement

Terlebih lagi, FJ dan istrinya RA mengajak sang anak yang baru berusia 6 bulan naik motor dari Tegal ke Surabaya untuk menonton pertandingan bola. Hal ini tak hanya disayangkan oleh warganet, tapi juga membuat FJ dan RA sangat menyesal dan mengakui keegoisan mereka sebagai orang tua.

FJ mengungkap kronologi sebelum anaknya meninggal, sempat diberi ASI sebelum batuk berdahak hingga tak tertolong

Bayi 6 bulan meninggal dunia diajak naik motor

Ilustrasi foto bayi | Foto oleh AllaSerebrina dari DepositPhoto

Melalui cuitan yang diunggah pada Jumat (5/8) kemarin, FJ menceritakan kronologi kejadian nahas yang menimpa sang anak. Namun, cuitan yang ramai jadi pembicaraan publik itu, kini telah dihapus oleh FJ. Berdasarkan cuitan itu, FJ bersama RA yang menggendong bayi mereka berangkat dari Tegal pada Sabtu (31/7) pukul 17.38 WIB, dan tiba di Surabaya keesokan paginya, Minggu (1/8) pukul 07.10 WIB.

Advertisement

Selama perjalanan, FJ mengaku bahwa mereka sempat istirahat sebanyak 3 kali. Kondisi sang anak pun tetap sehat, dan masih ceria. Bahkan di pemberhentian terakhir sang anak masih bisa bermain.

“Di Kudus masih sehat. Bahkan, beberapa pengendara menyapanya, Lucu ya, anaknya. Mereka juga bertanya mau ke mana, saya jawab mau lihat bola di Surabaya,” kata FJ dinukil dari CNN Indonesia pada Senin (8/8).

Advertisement

Begitu sampai Surabaya, RA masih sempat memberikan ASI dan memandikan bayinya. Namun, setelah itu sang bayi sudah nggak mau menyusu, kemudian mengalami batuk parah disertai dahak dan sesak napas. FJ yang khawatir dengan kondisi bayinya kemudian membawanya ke RS Marinir di Gunung Sari, Surabaya. Namun, karena peralatan yang kurang memadai, akhirnya dirujuk ke RSAL Surabaya.

Begitu tiba di IGD RSAL, sang bayi langsung mendapat penanganan medis. Dokter sempat mengatakan bahwa bayi FJ sudah nggak bernapas, tapi setelah diberi alat bantu pernapasan khusus bayi, akhirnya bisa bernapas lagi.

“Setelah dipasang alat pernapasan, sempat lega karena bisa napas lagi. Tadinya emang kelihatan susah banget (napasnya).” kata FJ.

Selain itu, sang dokter juga mengatakan bahwa ada cairan di paru-paru bayi FJ. Kemudian mengambil tindakan untuk mengeluarkan cairan tersebut. Namun, sayangnya setelah cairan berhasil dikeluarkan, sang bayi justru menghembuskan napas terakhirnya.

FJ menyesali tindakannya yang memilih hemat demi menonton pertandingan klub kesayangannya tapi justru merenggut nyawa sang anak

Menurut penuturan FJ ia memang sengaja mengajak RA dan putri kecilnya naik motor untuk menempuh perjalanan antarkota dan antarprovinsi karena pertimbangan biaya. Ia berpikir akan lebih hemat jika naik motor daripada naik mobil.

“Kalau naik mobil kan habisnya sekitar 2 juta. Jadi, saya pilih naik motor dari Tegal,” ungkap FJ.

Ia sangat menyesal dengan keputusannya tersebut. Keinginannya menonton klub bola kesayangan dengan lebih hemat justru merenggut nyawa anak ketiganya itu yang masih bayi. FJ berharap banyak orang tua di luar sana yang bisa mengambil pelajaran dari pengalaman buruknya ini.

“Saya pribadi menyesal sedalm-dalamnya, karena akibat keedoan saya agar mendapat kebanggaan akan mendukung klub bola yang saya dukung, justru membawa petaka bagi putri saya,” imbuh FJ.

Dokter mengungkap anak bayi berisiko besar mengami cidera di beberapa bagian tubuh jika diajak naik motor

Menanggapi kejadian yang menimpa FJ hingga viral di media sosial itu, Dokter Spsialis Anaka dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc, SpA, menyebut bahwa membawa bayi berkendara naik moto apalagi dengan jarak yang cukup jauh memang sangat berisiko. Seperti dinukil dari Detik Health, dr. Kurniawan mengungkap bawa bayi rentan mengalami cedera di beberapa bagian tubuh.

“Usia bayi adalah usia yang sangat rentan cedera kepala, leher, tulang belakang, 30 persen bobot bayi ada di kepalanya dengan leher yang masih belum mampu menompang kepala,” kata dr. Kurniawan  seperti dinukil dari Detik Health pada Senin (8/8).

Risiko terberat saat membawa bayi berkendara naik motor adalah cedera kepala, pendarahan otak, hingga shaken baby syndrome atau disebabkan cedera karena guncangan. Bahkan, nggak hanya kepala, tapi juga trauma multipel alias cedera yang terjadi secara bersamaan misalnya patah tulang rusuk tungkai dan mendarahan perut.

Selain itu, bayi juga bisa mengalami hipotermia atau kedinginan karena hembusan angin yang cukup kencang saat naik motor. Hal ini juga membuat bayi kesulitan bernapas yang bisa berakibat fatal pada paru-paru, hingga kehilangan kesadaran. Kendati belum ada penjelasan langsung dari dokter yang menangani bayi FJ, namun diduga sang bayi mengalami gangguan pada paru-paru karena angin kencang saat perjalanan, apalagi mereka menempuh perjalanan pada malam hari.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE