Begini Enaknya Bisa Naik Bus Bayar Pakai Sampah di Surabaya. Semoga Daerah Lain Segera Menyusul Ya

Bus Surabaya bayar pakai sampah plastik

Kita tentu sudah merasa lazim membayar angkutan bus dengan uang, atau dengan menggunakan kartu langganan bus yang saldonya bisa di-top up dengan mudah. Namun membayar angkutan busmenggunakan sampah? Nah, ini mungkin terdengar sedikit janggal namun tahukah kamu kalau inovasi cerdas ini sudah hadir di salah satu kota Indonesia?

Advertisement

Nggak usah ribet memikirkan sampah yang harus kamu angkut demi membayar biaya naik bus kudu berkarung-karung karena di Bus Suroboyo kamu cukup menukarkan beberapa sampah botol plastik untuk mengganti ongkos sekali naik. Duh, asyik banget ‘kan? Yang penasaran dengan ulasannya, yuk ah langsung simak tulisan Hipwee News and Feature kali ini~

Sejak April lalu, pemerintah kota Surabaya menyediakan layanan bus yang sangat unik, yaitu meminta bayaran ganti ongkos naik berupa sampah plastik

Sampah botol jadi alat tukar saat naik Bus Suroboyo via www.bbc.com

Seperti dilansir dari laman BBC Indonesia, layaknya Bus TransJakarta yang dilengkapi pendingin udara, pintu Bus Suroboyo ini pun juga dapat otomatis terbuka, menghantarkan penumpang saat telah tiba di halte tujuan. Yang membedakan bus ini dari bus lain pada umumnya di Indonesia adalah terdapat dua orang petugas Bus Suroboyo yang akan dengan sigap menyambut penumpang yang baru naik sembari menerima sampah plastik berupa botol plastik bekas dari para penumpang. Yap, bukan dengan uang kamu membayar bus ini melainkan sampah botol bekas minum yang biasanya hanya berakhir sia-sia di pembuangan.

Untuk sekali naik, kamu bisa membayar dengan sampah dalam jumlah yang ditentukan. Mau sekaligus banyak juga boleh, tapi harus ditukarkan di terminal tertentu saja

Bisa juga dikumpulkan sekaligus banyak untuk ditukarkan stiker penumpang via www.bbc.com

Untuk sekali jalan, setiap penumpang Bus Suroboyo wajib menukarkan 10 gelas air kemasan plastik,  5 botol air kemasan plastik ukuran sedang atau 3 botol air kemasan plastik ukuran besar untuk sekali naik. Ada pula cara lain untuk melakukan pembayaran, yaitu dengan menyetor sampah di Terminal Purabaya. Nah, oleh petugas para penumpang kemudian akan diberikan stiker yang setara dengan jumlah setoran sampahnya~ Menarik banget ‘kan?

Meningkatnya animo masyarakat membuat Dinas Perhubungan setempat mengembangkan trayek bus yang awalnya hanya dari satu sisi saja

Semoga bisa jadi solusi kemacetan dan penumpukan sampah di jalanan~ via www.kompasiana.com

Karena begitu besarnya animo masyarakat dengan keberadaan Bus Suroboyo ini, Dinas Perhubungan setempat mengembangkan trayek bus dari sisi barat ke timur Surabaya. Sebelumnya, Bus Suroboyo hanya melayani trayek dari sisi selatan menuju kawasan utara kota. Selain itu, armada bus yang saat ini berjumlah 10 unit pun akan ditambah 10 unit lagi di akhir tahun. Kepala Dishub Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajad, mengatakan melalui laman BBC Indonesia bahwa layanan Bus Suroboyo yang dirintis Wali Kota Tri Rismaharini ini mensinergikan pemenuhan kebutuhan transportasi massal dengan program lingkungan hidup. Go green!

Sebagai layanan yang masih dalam tahap rintisan, bukan berarti terobosn ini tak ada kendala sama sekali. Dalam pengembangannya, masih banyak PR yang harus dikerjakan pemerintah

Pengelolaan sampah plastiknya masih jadi PR nih via rappler.idntimes.com

Meski disambut masyarakat dengan antusias dan dianggap membawa dampak positif, bukan berarti proyek rintisan ini minim dari kendala dan PR yang masih perlu diselesaikan. Dilansir dari laman BBC Indonesia, beberapa kendala seperti pada ketersediaan lahan parkir para penumpang yang membawa kendaraan, koneksitas antar-daerah di dalam kota dan ke kota-kota sekitar Surabaya, serta membangun kesadaran masyarakat agar meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan massal pun masih perlu ditingkatkan. Tak hanya itu, di balik terobosan Bus Suroboyo, ada masalah yang timbul terkait pengelolaan sampah yang regulasinya masih belum sepenuhnya sempurna.

Advertisement

Salah satu contohnya adalah perihal regulasi pihak pengelola sampah yang akan menangani sampah-sampah yang sudah tertampung tersebut. Bayangkan saja deh, satu buah bus yang beroperasi saja bisa menghasilkan sampai 7 ton sampah per bulan yang harus dikelola secara bijak dan memberikan nilai eknomis yang tinggi bagi pemerintah.

Menjalankan inovasi baru memang banyak tantangan tersendiri, terutama kalau inovasi tersebut belum dibarengi dengan kesiapan pemerintah, pihak pengelola sampah dan konsumen sendiri. Diharapkan ke depannya, masyarakat juga dapat lebih teredukasi tentang tujuan awal peluncuran Bus Suroboyo ini, yaitu mereduksi sampah yang sudah ada dan bukannya menambah sampah baru hanya demi menumpang bus ‘gratis’. Semoga akan semakin baik lagi deh pelayanan dan penangannya, supaya bisa diterapkan juga di lebih banyak kota di Indonesia. Lumayan ‘kan daripada bawa kendaraan sendiri, mending naik angkutan umum yang nyaman sekaligus ikut berkontribusi mengelola sampah?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE