Masih Bingung Kenapa Ada yang Batal Nikah Walau Udah Sebar Undangan? Ini 3 Penjelasan Masuk Akal

Dengan siapa atau kapan membina mahligai pernikahan, merupakan salah satu keputusan paling penting dalam hidup. Pastinya semua orang hanya ingin menjalaninya sekali, pernikahan yang kekal abadi untuk selamanya. Wajar saja jika banyak calon pengantin yang gugup tidak karuan, menjelang hari besar yang telah dipersiapkan kedua belah keluarga. Namun miris ya jika melihat tren yang banyak ditemui akhir-akhir ini. Tampaknya makin banyak saja pasangan yang membatalkan pernikahannya di menit-menit terakhir.

Advertisement

Baik kisah artis yang batal nikah setelah lamaran atau postingan viral tentang netizen yang gagal nikah meski telah foto prewed, cerita-cerita sedih ini sepertinya makin sering terdengar. Tiap-tiap orang pasti punya alasan sendiri sampai harus membatalkan rencana indah yang sudah di depan mata. Namun di sisi yang lain, fenomena ini juga membuat kita bertanya-tanya ada apa gerangan dengan banyak bermunculannya kisah macam ini. Apa ada hubungannya dengan perkembangan zaman dan pergeseran nilai dalam masyarakat, atau dari dulu sebenarnya sudah banyak tapi ya tidak terekspos saja. Yuk cari jawabannya bareng Hipwee News & Feature!

Menjelang pernikahan, sifat asli calon pasangan akan terlihat jelas. Ini yang biasanya membuat kaget dan menggoyahkan kemantapan hati

Saat-saat kritis dalam hubungan via pexels.com

Kalau kata orang, emosi dan sifat asli seseorang akan terlihat menjelang hari pernikahan. Yah, tekanan yang muncul mendekati hari H pernikahan semakin hari semakin menjadi. Mulai dari keriwehan mengurus persiapan pernikahan hingga kebimbangan yang muncul saat mengingat beberapa saat nanti ada sosok lain yang jadi tanggung jawab kita. Sangat wajar jika kemudian tekanan tersebut jadi memunculkan emosi dan watak sebenarnya dari seseorang yang jadi calonmu kelak.

Kedok baik selama ini luntur seketika saat watak asli tersebut muncul. Watak baik yang biasanya ditampilkan berbeda jauh dengan watak sebenarnya. Kaget dan tak percaya, keyakinan akan menjalin kehidupan rumah tangga dengannya luntur seketika.

Era ‘media sosial’ jelas berpengaruh besar membawa kisah-kisah ini ke permukaan. Bukan cuma artis yang dibahas acara gosip, kisah memilukan orang biasa yang batal menikah pun sekarang bisa viral

Sosial media mengubah segala perspektif via twitter.com

Tak bisa disangkal, media sosial punya andil besar membawa kisah-kisah sedih dari netizen ini ke ‘permukaan’ sampai akhirnya jadi viral. Kalau dulu paling yang jadi pembicaraan adalah kehidupan asmara artis lewat acara-acara gosip, sekarang cerita pilu seperti ini bisa ditemukan di berbagai platform media sosial. Makanya akhir-akhir ini terasa makin banyak saja pasangan yang gagal menikah. Bukan berarti buruk sih. Banyak calon pengantin yang gagal menikah, bisa mendapatkan ketenangan dan dukungan dengan berbagi ceritanya dengan pengguna medsos lain.

Media sosial memang telah mengubah berbagai aspek dalam kehidupan kita, termasuk pembatalan pernikahan. Kalau dulu mungkin yang namanya membatalkan pernikahan itu harus diam-diam supaya tidak jadi ‘pembicaraan’ orang, dengan keberadaan sosial media hal tersebut makin sulit dilakukan. Apalagi jika detail persiapan pernikahan didokumentasikan ‘apik’ di lini masa calon-calon pengantin, akan sulit menghapus jejak tersebut. Maka dari itu dengan segala eksposur yang berasal dari media sosial ini, cerita-cerita seperti ini tampaknya membanjiri feed kita sehari-hari. Padahal dulu ya banyak juga, tapi mungkin tidak terekspos.

Namun memang bisa jadi terdapat pergeseran nilai yaitu bagaimana generasi masa kini memandang pernikahan dan kebahagiaan. Tidak apa-apa harus membatalkan demi masa depan

Advertisement

Dulu membatalkan pernikahan dianggap ‘aib’ besar atau tabu via hipwee.com

Pernikahan bukanlah hal sepele. Terlebih lagi karena di Indonesia bukan menyangkut dua individu saja, pernikahan juga soal menyatukan dua keluarga besar. Perkembangan zaman dan perubahan nilai-nilai tradisional serta dinamika gender, sedikit  bisa menjelaskan kecenderungan masyarakat yang tampaknya lebih ‘menerima’ atau ‘memaafkan’ pembatalan pernikahan. Bisa jadi, saat ini status lajang atau menikah tidak lagi jadi patokan utama kebahagiaan seseorang seperti dulu. Terutama bagi perempuan. Keberhasilan karier maupun pencapaian pribadi lain, juga mulai dihargai sebagai bentuk kebahagiaan.

Tentu saja, semua alasan di atas tidak menghilangkan fakta bahwa yang namanya membatalkan pernikahan itu tetap saja tragedi pribadi yang begitu menyakitkan. Tidak ada yang ingin gagal melangkah ke pelaminan dengan pasangan yang dikira bakal kekal dan mengecewakan begitu banyak orang dalam prosesnya. Tapi semua orang yang harus melaluinya pasti memiliki pertimbangan yang luar biasa dan dengan berat hati mengambil keputusan tersebut. Keberanian untuk mengambil keputusan itu sediri patut diapreasiasi. Nyatanya banyak juga yang memendam kebimbangan tersebut dan akhirnya menyesal di kemudian hari. Yang namanya manusia memang hanya bisa berencana dan berusaha sebaik-baiknya. Tapi kalau memang gagal, percayalah ada rencana yang lebih baik dari Yang Maha Kuasa…

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

5 Comments

  1. Erviani Yanura berkata:

    Yasinta Nissa Istiqomah ati2

  2. Nurul Aprilia berkata:

    Naudzubillah min dzalik

  3. melvit berkata:

    saya lg bingung luar biasa.. saya umur 42 thn msh nganggur dan jomblo. dulu thn 2003 saat msh kerja di bdg saya sering dimutasi, diremehkan teman dan atasan krna otak dan tenaga saya payah shg saya tdk betah dan mengundurkan diri, nyari kerja lg baru sebentar dipecat krna tdk becus kerja. di kampung buka usaha kecil kecilan bangkrut, jualan online tdk laku.. dulu saya di bdg kalau nyari jodoh sering ditolak cewe, diremehkan cewe, dibohongi teman, dimanfaatkan teman, diancam org, dipukul orang dll.. di kampung nyari jodoh tambah sulit krna sepi dan cewe yg jarang ada yg cantik, kalau ada yg agak cantik saingannya bnyk.. akibatnya saya selama 15 thn tiap hari marah marah, berkata kotor, susah tidur, kdng banting barang barang, sering berdoa yg buruk buruk dll. apa saya kena gangguan ghaib? dulu kakek dan uwa saya paranormal sakti.. saya sdh 12thn agak rajin ibadah tp nasib tdk berubah.. dulu thn 2003 saat merantau ke bdg saya melamar cewe nama nya nur (andir ciparay), tp lamaran saya ditolak, saya sampai skrng blm mampu melupakan dia. yg bikin saya cinta mati dg nur krna dia cantik, pendiam, lugu, rajin sholat, tdk matre, jarang keluyuran, dia juga jadi tulang punggung keluarga krna ortu nya petani miskin. saya mengira nur jodoh saya, krna saya kalau ada di dkt dia hidup saya semangat, hati saya damai, tp ternyata dia cewe yg paling sulit saya dapatkan. saya ngejar dia 2 thn (2001-2003) tp saya ditolak habis habisan pdhl dia sdh putus dg pacarnya. saya bilang kpd dia saya tdk akan nikah atau akan bunuhdiri jika dia menolak saya terus, tp dia tetap menolak saya. nur mentang2 cantik shg sombong dan jual mahal. saya pernah diusir sama dia saat saya main ke rumahnya, mungkin dia sdh dipelet cowok lain shg kelakuan nya spt kemasukan jin. . dia memuja cowoknya dan dia meremehkan saya. saya nyari cewe yg lain gagal lg. saya ditolak lagi, dibohongi teman, dimanfaatkan teman dll saat nyari cewe. saya sdh pernah ditolak cewe 7x. bukan krna saya kurang ganteng tp krna saya cupu dan loyo. cewe suka cowo yg jantan atau yg mapan. thn 2005 saat nur sdh nikah dg mantan pacar nya saya sering kirim surat ancaman kpda dia shg dia keguguran 3x krna sakit hati, kemudian thn 2009 dia cerai dg suaminya dan nur mencari cari saya supaya saya melamar dia, tp saya tdk berani datang krna saya yg merusak rumah tangga dia. selain itu saya sdh di kampung tdk merantau ke bdg lagi. tp saya sdh minta maaf kpd nur lwt surat. krna dulu saya lg stres berat krna saya merantau ke bdg sering dijahati org dan sering ditolak cewe. kemudian saya pulang kampung saya nganggur dan jomblo berthn thn. kalau nur bukan jodoh saya, kenapa saya seumur hidup cuma mencintai dia seorg. kpda cewe lain saya tdk pernah bsa mantap.. saya selalu ragu, minder dll.. saya yg berjuang dan berkorban mati matian utk mendapatkan nur, saya tdk dpt apa apa, tp cowok lain yg nyantai malah bsa nikah dg dia. alloh dg enteng memberi siksaan kpd saya tp alloh spt berat atau enggan melepaskan saya dari siksaan ini. mungkin krna saya cucu dukun sakti shg nasib saya sial terus. meski saya terus meningkatkan ibadah tp nasib tdk pernah berubah. saya sejak kecil sering dibully teman. ada yg bilang saya bodoh dan lemah, manusia aneh, tdk punya masa depan, tdk berguna dll..saya kalau dihina, ditipu, dipukul, difitnah saya msh agak tegar tp saya ditolak cewe, terutama cewe yg sangat saya cintai saya langsung terpuruk.. lama kelamaan saya jd males ibadah, buat apa saya menyembah tuhan yg kejam kpda saya..

CLOSE