Zaman sekarang siapa sih yang nggak kenal sama Nutella?! Mulai dari roti bakar, martabak manis, kue cubit, hingga milkshake. Nutella menjadi varian rasa yang hits dan super happening untuk kuliner dan jajanan bagi generasi kekinian. Apalagi Nutella memang sedap dicampur dengan apa saja, bahkan dimakan tanpa campuran apa-apa.

Sekarang mungkin Nutella sudah bisa didapatkan di mana-mana. Tapi dulu ketika awal-awal populer dan stoknya terbatas, orang rela beli jauh-jauh dan membayar mahal demi sebotol selai coklat-hazelnut ini. Saking berharganya sebotol Nutella, seorang pria di Jerman bernama Daniel Schobloch pernah sampai menciptakan kunci khusus Nutella. Ya biar nggak ada yang bisa mencuri Nutella-nya. Wah, anak kos boleh mencoba nih supaya stok makanan di kulkas bersama tetap aman.

Niat banget via thekitchenadvisor.com

Advertisement

Selai fenomenal yang jadi hits di mana-mana ini, sebenarnya berasal dari sebuah kota kecil di Italia. Saking suksesnya, pencipta Nutella tuh pernah jadi orang terkaya di Italia lho. Terus meski sekarang dihargai cukup mahal, tahu nggak sih guys ternyata Nutella awalnya justru dibuat khusus untuk rakyat jelata. Penasaran gimana ceritanya produk yang satu ini sampai bisa buat banyak orang tergila-gila, yuk simak ulasan Hipwee News & Feature kali ini.

1. Nutella itu terlahir gara-gara harga cokelat meroket di zaman perang. Pembuat cokelat di kota Turin Italia mengakali masalah ini dengan mencampur kacang hazelnut ke dalam pasta cokelatnya

Campuran cokelat-hazelnut ini dibuat karena cokelat terlalu mahal via guidogobino.it

Di Indonesia, Nutella mungkin memang baru populer beberapa tahun belakangan ini saja. Tapi pasta cokelat-hazelnut sebenarnya sudah jadi produk andalan kota Turin, Italia sejak tahun 1800-an. Pasta yang disebut ‘gianduia’ ini terlahir karena ada krisis cokelat di Eropa akibat perang berkepanjangan. Alhasil, pembuat cokelat di kota tersebut mulai mencampur cokelat dengan kacang hazelnut supaya orang-orang biasa tetap bisa menikmati cokelat.

Pasca Perang Dunia II, harga cokelat kembali meroket karena pasokannya yang terbatas. Itulah yang memicu seorang pemuda bernama Pietro Ferrero mulai bisnis pasta gianduia-nya pada tahun 1946 di kota kecil bernama Alba yang terletak di bagian utara Italia. Pada tahun 1964, pasta ini akhirnya secara resmi diberi nama ‘Nutella’ dari kata ‘nuts‘ yang berarti kacang dan ‘ella‘ yaitu istilah Italia untuk sesuatu yang manis. Begitulah cerita lahirnya Nutella yang nantinya terkenal di seluruh dunia.

2. Produk pertama Nutella bentuknya nggak seperti sekarang. Harus dipanaskan dulu sebelum dioleskan ke makanan

Supercrema via www.pinterest.com

Advertisement

Nutella yang kita kenal sekarang dikemas dalam botol selai. Dengan kertas pembungkus berwarna putih dan gambar roti tawar diolesi Nutella. Produk pertama Pietro bernama Giandujotto, yaitu pasta gianduia yang keras dan berbentuk balok yang dibungkus aluminium. Sebelum dipakai untuk selai, harus dipanaskan dahulu supaya mencair. Selanjutnya Giandujot berubah menjadi Supercrema, sudah cukup cair dan dikemas dalam botol selai. Orang-orang yang sebelumnya nggak mampu beli cokelat, bisa menikmatinya dalam bentuk Supercrema.

Merek “Nutella” baru lahir di tahun 1964, yaitu ketika bisnis Supercrema diambil alih oleh anak dari Pietro, Michele Ferrero. Supercrema diubah menjadi Nutella, dengan kemasannya yang melegenda hingga saat ini.

3. Berasal dari Italia, Nutella menjadi kesayangan di seluruh dunia. Pemiliknya bahkan jadi orang terkaya di Italia hingga kematiannya

Michelle Ferrero via www.idressitalian.com

Berasal dari pabrik kecil di kota kecil, Nutella melanglang buana ke seluruh dunia. Lima puluh tahun setelah diciptakan, Nutella memiliki 11 pabrik besar di seluruh dunia. Dijual di ratusan negara dan dikonsumsi ratusan juta kilo per tahunnya. Pabrik Nutella milik Ferrero menggunakan lebih dari 25% dari total kacang hezelnut yang diproduksi di seluruh dunia.

Karena kesuksesan Nutella,  Pietro ataupun Michele Ferrero berhasil menjadi orang terkaya di Italia sampai akhir hayatnya. Membuat sebuah selai cokelat kelas dua, menjadi kesayangan di seluruh dunia tentu tidak mudah. Kejelian Ferrero menangkap fenomena kesenjangan sosial memang perlu diacungi jempol.

4. Meski banyak penggemarnya, ada fakta mencengangkan tentang Nutella. Terutama soal kandungan gulanya yang luar biasa

Nggak boleh makan banyak-banyak via articles.mercola.com

Tapi terlepas dari nama besarnya, beberapa waktu yang lalu muncul foto yang lumayan mengerikan tentang Nutella. Dalam ilustrasi tersebut, terlihat bahwa separuh dari kandungan Nutella adalah gula. Sementara separuh yang lain diisi oleh cokelat, hezelnut, palm oil, dan susu bubuk. Fakta ini menunjukkan bahwa sebenarnya Nutella nggak jauh berbeda dengan permen berjalan. Kalau dikonsumsi terus-terusan tentu berbahaya untuk kesehatan.

Padahal selama ini kampanye yang digaungkan dalam sebotol Nutella, terkandung 94% kacang hezelnut. Foto yang awalnya diposting di Reddit itu menjadi viral dan heboh di jagad netizen. Orang mulai bertanya-tanya, masih aman kah kecanduan Nutella?

5. Selain itu, Nutella juga nyaris diboikot di Perancis lho. Soalnya palm oil yang digunakan mengancam eksistensi hutan

Butuh palm oil untuk membuat Nutella via snackablenews.com

Apa yang terjadi di Perancis beda lagi. Negara ini justru khawatir Nutella akan ‘menghancurkan‘ dunia. Wah, apa penyebab dari tuduhan yang super serius itu? Tahun 2015 lalu, Menteri Ekologi Perancis, Segolene Royal menyatakan bahwa Nutella kesayangan kita semua itu sebenarnya punya dampak yang sangat negatif terhadap bumi. Penggunaan palm oil yang merupakan bahan baku utama Nutella setelah gula, dikhawatirkan akan berkontribusi pada kerusakan hutan akibat perkebunan sawit.

Apalagi industri sawit selama ini dikenal dengan praktik-praktiknya yang berbahaya bagi kelestarian lingkungan. Makanya pemerintah Perancis mengkategorikan Nutella sebagai makanan yang tidak ramah lingkungan.

Siapa sangka kalau Nutella yang saat ini begitu hits dan kekinian ternyata berasal dari selai cokelat kelas dua? Yang awalnya tercipta karena orang-orang nggak mampu makan cokelat, kini Nutella malah jauh lebih hits dan barangkali lebih mahal dibanding cokelat biasa. Meski enak luar biasa, kita tidak bisa menyangkal kalau Nutella jelas tidak sebaiknya dikonsumsi berlebihan. Ya disamping mahal banget, selai cokelat-hazelnut super manis ini jelas tidak baik buat kesehatan. Bahkan kata pemerintah Perancis, Nutella juga tidak baik untuk lingkungan. Ya kalaupun suka, makan sewajarnya aja ya guys!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya