Bocah Meninggal Setelah Kepalanya Terjepit Bianglala. Standar Keamanan Wahana Ini Harus Dipertegas!

Bocah terjepit bianglala

Seorang bocah di Situbondo meninggal dunia setelah kepalanya terjepit wahana permainan bianglala di arena Taman Hiburan Rakyat (THR). Bocah 5 tahun inisial C itu menaiki salah satu ‘rantang’ bianglala. Saat ‘rantang’nya berada di atas, bianglala berhenti sebentar untuk menaikkan penumpang lainnya. Kesempatan itu digunakan C untuk melongok ke bawah dan melambaikan tangan ke orangtuanya. Nahasnya, operator wahana nggak mengetahui hal itu dan menjalankan kembali bianglala. C pun nggak sempat menarik kembali kepalanya hingga tersangkut tiang penyangga. Orangtua C sontak berteriak agar si operator menghentikan wahana itu. C sempat dilarikan ke puskesmas, tapi sayang, nyawanya nggak bisa tertolong.

Bianglala di Situbondo memakan korban via www.inews.id

Advertisement

Saat ini, nggak sulit untuk menemukan Taman Hiburan Rakyat (THR) di area perkampungan. Biasanya lokasi itu dikemas menjadi pasar malam, lengkap dengan lapak-lapak pedagang yang mengelilingi. Mereka menjajakan berbagai macam hal, mulai dari baju, mainan, sampai makanan. THR semakin mentereng dengan wahana-wahana menjulang tinggi seperti bianglala atau kora-kora beserta lampu warna-warninya, bikin orang tertarik buat mencoba. Namun sayang, wahana-wahana ini masih banyak yang belum menerapkan standar keamanan, hingga tak sedikit yang jadi korban…

Semua wahana permainan yang bergerak sudah seharusnya dilengkapi standar keamanan, bahkan yang ada di dalam mall sekalipun

Semua harus memenuhi standar keamanan via www.tripadvisor.co.id

Wahana-wahana permainan seperti bianglala, komidi putar, bom bom car, atau lainnya, selama ia sifatnya bergerak, harus dilengkapi dengan standar keamanan. Mau di dalam mall sekalipun, wahana-wahana tersebut tetap harus menerapkan standar untuk meminimalisir kecelakaan yang bisa menimpa siapapun dan kapanpun. Terlebih yang diperuntukkan bagi anak-anak, penerapan standar keamanannya harus lebih diperketat dan betul-betul diawasi.

Apalagi saat ini, kebutuhan hiburan dan rekreasi semacam itu sudah semakin meningkat, terlihat dari jumlah kunjungan ke arena-arena bermain yang dari tahun ke tahun makin membludak

Jumlah pengunjung makin meningkat via madura.tribunnews.com

Arena hiburan dan rekreasi banyak jadi tujuan keluarga menghabiskan waktu liburan bersama, terlebih mereka yang memiliki anak. Selain sebagai ajang refreshing, arena bermain itu juga bisa jadi tempat anak bereksplorasi. Meningkatnya jumlah pengunjung arena hiburan seperti itu harusnya dibarengi dengan peningkatan kualitas sarana permainan terutama sistem keamanannya. Karena kalau dipikir-pikir, semakin banyak orang yang menikmati, akan semakin besar peluang kecelakaan saat bermain terjadi.

Belum lagi kontribusinya terhadap pendapatan daerah melalui pajak hiburan juga cukup besar, seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung. Masa sih pemerintah daerah nggak kepikiran buat menerapkan standar yang rata ke pelaku-pelaku usaha arena permainan itu?

Paling nggak di setiap wahana permainan ada informasi yang jelas tertera soal pembatasan usia, tata cara penggunaan, peringatan penggunaan, dan informasi pendamping anak. Biar nggak sembarang orang yang naik

Harus ada informasi jelas via www.hipwee.com

Mayoritas arena bermain di mall, mungkin sudah banyak yang mencantumkan informasi seperti yang disebut di atas. Namun, tidak dengan THR yang banyak tersebar di kampung-kampung. Kebanyakan wahana di sana masih belum dilengkapi papan informasi yang menunjukkan batasan usia, tata cara penggunaan, peringatan, hingga informasi pendamping anak. Alhasil, banyak orangtua yang membolehkan anak-anaknya naik sendiri tanpa didampingi. Padahal menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), informasi-informasi itu perlu ada di setiap wahana bergerak.

Standar keamanan lain yang perlu dimiliki wahana permainan bergerak adalah sabuk pengaman. Nggak sedikit pengelola taman bermain yang abai akan hal krusial ini. Selain itu, sebaiknya setiap arena permainan punya peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang lengkap, agar pahit-pahitnya ada yang cedera, bisa mendapat penanganan sementara. Mall yang punya wahana permainan, seharusnya sih punya semacam klinik gitu yang berisi sejumlah perlengkapan medis kalau-kalau ada kecelakaan terjadi.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE