Kita bisa jatuh cinta sama siapa aja, termasuk sama sepupu. Biasanya terjadi di momen Lebaran tuh. Karena lama nggak ketemu, jadi pangling dan terpesona. Sepupu yang dulunya kucel, sekarang jadi cantik dan glowing berkat sering skincare-an. Sepupu-sepupu cowok juga kelihatan makin tinggi dan gagah. Uuuh… tiba-tiba naksir deh.

Tapi sebetulnya, boleh nggak sih kita naksir sama sepupu? Nggak hanya itu. Boleh nggak kita pacaran, menikah, dan punya anak sama mereka? Pasti banyak yang bertanya-tanya. Buktinya, pencarian “menikah dengan sepupu” meningkat tajam di Google Search setiap momen Lebaran. Biar nggak penasaran, yuk kita bahas konsekuensi naksir sama sepupu. Baik secara hukum, medis, maupun sosial.

Secara hukum: syukurlah, ternyata pernikahan antarsepupu diizinkan karena bukan inses!

Horee, ada harapan untuk hubungan ini via zeenews.india.com

Advertisement

Kabar gembira nih. Ternyata, Indonesia melegalkan pernikahan antarsepupu. Soalnya nggak termasuk inses atau hubungan sedarah. Inses adalah sebutan untuk hubungan seksual yang dilakukan antar anggota keluarga. Yang dimaksud keluarga misalnya orangtua, saudara, om, tante, saudara sepersusuan, dan lain-lain. Hal itu diatur dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2004. Kalau nekat menikah sama golongan tadi, bisa dibatalin negara lho!

Tapi tenang aja, tetap sah kok kalau menikah sama sepupu. Nggak masalah seandainya kamu naksir dan mau PDKT sama sepupu sendiri. Kalau ada orang yang memarahi, bilangin aja soal undang-undang tadi. Dijamin dia bakal langsung nggak berkutik. Hihihi…

Secara medis: hati-hati, pernikahan antarsepupu bisa menghasilkan anak yang lebih rentan penyakit tertentu

Waspadai risikonya ya… via www.shutterstock.com

Tahu nggak, kamu bisa membawa gen penyakit di dalam tubuh. Sifatnya kadang resesif, artinya nggak ada tanda-tanda fisiknya sama sekali. Jadi mungkin nggak sadar. Kalau kamu menikah dengan orang yang gennya sehat, gen penyakitmu nggak akan berdampak ke anak. Tapi kalau menikah dengan sesama orang yang punya gen penyakit, anak kalian bakal lebih rentan terkena penyakit itu.

Advertisement

Nah, masalahnya mulai dari sini. Kamu dan sepupumu punya hubungan darah walaupun jauh. Jadi kalian punya gen yang mirip. Itu berarti, mungkin kalian sama-sama membawa gen penyakit. Kalau menikah, anak kalian berisiko lebih besar buat terkena penyakit itu. Sedih juga ya…

Gimana cara buat mengatasinya? Bisa dengan tes DNA. Dari situ, bisa diketahui apakah kamu dan sepupumu membawa gen penyakit. Kalau iya, kalian harus lebih waspada. Pertimbangkan dengan matang apakah perlu punya anak. Itu solusinya ya. Sayang, harga tes DNA mahal banget, sekitar Rp 45 juta! Rela nggak buat bayar?

Secara sosial: karena masih banyak yang salah paham, harus sabar dengar cemoohan mereka

Siap-siap tutup kuping ya! via www.shutterstock.com

Nggak semua orang tahu kalau menikahi sepupu itu legal secara hukum. Banyak juga yang mengira kalau anaknya bakal cacat atau penyakitan. Padahal kan nggak begitu. Konsekuensinya, kamu harus tahan kalau diomongin orang lain. Bisa sih jelasin faktanya satu per satu ke mereka. Tapi kan repot juga.

Pernikahan antarsepupu memang berisiko. Tapi kalau benar-benar jatuh cinta sama sepupu, kenapa nggak? Pastikan aja kalian siap menjalani proses dari masa pendekatan, pernikahan, dan punya anak. Semua bakal lebih gampang kalau dibicarakan berdua. Semangat ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya