Nggak Hanya Asal Makan, Ini 5 Budaya Makan di Korea Selatan. Semua Tahapan Ada Artinya!

Budaya makan Korea Selatan

Setiap negara tentu memiliki budaya yang berbeda-beda, mulai dari yang berbentuk kesenian, sampai aktivitas sehari-hari seperti berbicara dan makan. Apa yang boleh kamu lakukan di sini, belum tentu boleh dilakukan di negara lain. Begitu pula sebaliknya, kamu pasti pernah merasa aneh dengan kebiasaan orang asing saat berada di Indonesia.

Advertisement

Salah satu negara yang punya budaya makan yang cukup unik adalah Korea Selatan. Di negeri Ginseng tersebut, aktivitas makan aja ada aturannya, berbeda dengan kita yang mungkin kalau lapar ya langsung makan aja. Setiap tahapan ternyata punya makna tersendiri. Nah, buat kalian yang mungkin berencana pergi ke Korea Selatan nanti setelah pandemi berakhir, nggak ada salahnya untuk mengetahui dulu info singkat soal budaya makan di surganya boyband dan girlband itu. Yuk, simak ulasannya bareng Hipwee!

1. Di Korea Selatan, orang yang paling tua akan dipersilakan makan terlebih dahulu. Jadi kalau makan bareng orang sana, jangan baper kalau sebelum makan bakal ditanya umur dulu~

Budaya makan Korea via www.pexels.com

Korea merupakan salah satu negara yang menjunjung tinggi nilai kesopanan. Bahkan saat makan, kamu harus mempersilakan orang yang lebih tua untuk makan terlebih dahulu. Setelah orang tersebut melakukan gigitan pertama pada makanannya, barulah kamu boleh mulai makan. Maka dari itu, jangan heran kalau kamu ditanya perihal umur saat berada di meja makan. Jangan baper duluan ya~

2. Saat akan memulai makan, jangan lupa ucapkan ‘Saya akan makan dengan baik’ ya

Korea table manner via www.mangoplate.com

Setelah orang tertua sudah mulai makan, kini giliranmu untuk makan. Tetapi, jangan lupa untuk mengatakan Jalmeokgesseumnida (잘먹겠습니다) yang artinya saya akan makan dengan baik. Kata-kata ini menjadi sebuah ucapan terima kasih atas hidangan yang telah disediakan oleh orang yang memasak. Nah, setelahnya kamu boleh mulai makan.

3. Buat kita, mengangkat mangkuk dari meja mungkin bukan pemandangan atau kebiasaan aneh ya. Biasanya kita melakukan ini ketika lagi laper banget atau semangat makan. Tapi di Korea hal itu dilarang karena dianggap nggak sopan

Mengangkat mangkuk saat makan via www.youtube.com

Saat berada di Indonesia, mengangkat mangkuk atau piring dari meja merupakan hal yang biasa. Tetapi, tidak untuk orang Korea. Hal ini dianggap tidak sopan. Meskipun kamu ingin  menyeruput kuahnya yang nikmat langsung dari mangkuknya. Usahakan untuk tetap meletakkan mangkuk di atas meja. Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan sendok dan sumpit.

4. Hindari makan dari piring yang paling besar. Mulai makan dari piring kecil milikmu sendiri

Makan dari piring kecil via id.pinterest.com

Saat berada di Korea, kamu akan dihidangkan makanan dengan berbagai macam ukuran piring. Saat makan bersama-sama, hindari makan langsung dari piring yang paling besar. Karena hidangan yang ada di piring tersebut disediakan untuk bersama. Kamu bisa mengambil makanan dari piring besar lalu meletakkannya terlebih dahulu di piring kecil milikmu sebelum langsung memakannya.

5. Setelah makanan sudah habis, jangan sembarangan menaruh sumpit ya. Letakkan sumpit dengan benar

Advertisement

Dudukan sumpit via id.pinterest.com

Saat kamu selesai makan, hati-hati saat akan meletakkan sumpitmu. Letakkan sumpit pada tempat yang tersedia. Biasanya dudukan sumpit yang disediakan terbuat dari kayu atau keramik. Jika tidak disediakan, kamu bisa meletakkannya didalam mangkuk atau di samping mangkuk jika bagian dalamnya kosong. Jangan sesekali menancapkan sumpit secara vertikal pada mangkuk yang berisi nasi. Hal ini sangat tidak sopan karena mengingatkan pada upacara pemakaman.

Bukan hanya tempat wisatanya, ternyata budaya makan orang Korea juga menarik dan penuh makna ya. Setelah mengetahui hal-hal yang harus kamu lakukan saat makan, kamu bisa makan dengan tenang tanpa takut dianggap tidak sopan lagi. Semoga pandemi segera berakhir ya, biar kita bisa jalan-jalan ke Korea dan menikmati budaya unik di sana!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An amateur writer.

CLOSE