IDI dan Reckitt Benckiser Indonesia Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan Tangan untuk Cegah Penyebaran Kuman

Cara jaga kebersihan tangan

Belakangan warga dunia sangat digemparkan dengan virus corona. Kekhawatiran makin memuncak karena penyebaran virus tersebut sangat dinamis. Berawal dari Wuhan, China, virus corona bahkan sudah terdeteksi sampai ke Perancis dan Malaysia.

Advertisement

Kabar baiknya, Indonesia masih aman karena belum ada laporan pasien dengan virus tersebut. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan pun sudah ngambil langkah pencegahan penyebaran virus corona lewat pintu masuk utama seperti bandara dan pelabuhan. Organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun sudah mulai ambil langkah preventif lewat kerjasama dengan Reckitt Benckiser Indonesia.

IDI dan Reckitt Benckiser Indonesia galakkan edukasi untuk menjaga kebersihan tangan

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, dr. Daeng M. Faqih, SH, MH, di konferensi pers “Jaga Kebersihan Tangan, Cegah Penyebaran Virus”, di kantor PB IDI Pusat, Jakarta, Jumat (31/1/2020). (Foto: Luthfi Rahmadian/Hipwee) via www.hipwee.com

Sampai saat ini, vaksin dan obat untuk virus corona masih belum ditemukan. Karena itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, dr. Daeng M. Faqih, SH, MH, mengatakan selain meningkatkan imunitas, rutin mencuci tangan adalah langkah efektif yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran berbagai virus dan kuman.

“Vaksin itu kan pencegahan spesifik, tapi belum ditemukan nih. Makanya kalau bisa kuman ini enggak masuk (ke tubuh) kan. Bisa dengan cuci tangan atau gunakan masker. Tapi kalau pun masuk, badan kita kalau kekebalannya bagus bisa melawannya. Semua kuman, bakteri, virus, kalau kekebalan tubuh kita baik itu bisa dilawan,” ucap dr. Daeng dalam konferensi pers ‘Jaga Kebersihan Tangan, Cegah Penyebaran Virus’ di kantor PB IDI Pusat, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Advertisement

dr. Daeng menekankan, mencuci tangan penting karena tangan merupakan anggota tubuh yang mampu menjangkau berbagai hal sehingga potensial untuk dihinggapi kuman. Tidak hanya mengantisipasi virus corona, ia mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan dan perilaku hidup sehat sebagai langkah strategis terhindar dari pelbagai penyakit.

“Mencegah penyebaran virus itu pertama bisa dilakukan dengan tidak dekat-dekat dengan orang yang terinfeksi. Yang kedua, tentunya tidak boleh ke tempat yang terinfeksi. Yang ketiga, menggunakan masker dan rutin mencuci tangan, sebagai bagian kewaspadaan,” jelas dr. Daeng.

Advertisement

dr. Daeng juga menyampaikan mulai Jumat (31/1/2020), ia akan keluarkan surat imbauan kepada seluruh cabang IDI untuk mendirikan posko. Posko itu nantinya akan jadi tempat koordinasi seluruh dokter di daerah tersebut dan menjadi tempat menghimpun semua informasi tentang virus corona. Ia menambahkan melalui posko tersebut IDI akan mendorong para dokter bersiap dari segi pengetahuan dan keahlian.

“Karena Kemenkes sudah keluarkan pedoman. Di IDI lewat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, kita sudah keluarkan panduan praktik klinis bagaimana menangani kasus kalau terjadi infeksi. Tapi yang lebih strategis adalah membantu masyarakat bagaimana cara mencegah. Kalau ada masyarakat lapor, laporan itu dikoordinasikan dengan rumah sakit yang sudah disiapkan pemerintah dan Kemenkes,” imbuh dr. Daeng.

5 langkah cuci tangan yang harusnya sudah jadi kebiasaan

CSR Director Reckitt Benckiser (RB) Indonesia, dr. Helena Rahayu Wonoadi, di konferensi pers “Jaga Kebersihan Tangan, Cegah Penyebaran Virus”, di kantor PB IDI Pusat, Jakarta, Jumat (31/1/2020). (Foto: Luthfi Rahmadian/Hipwee) via www.hipwee.com

Jika IDI memiliki tanggung jawab profesi, Reckitt Benckiser sebagai pemimpin global untuk consumer goods bidang kesehatan dan kebersihan, memiliki misi dan tanggung jawab moral untuk kontribusi kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan. Hal ini ditegaskan oleh CSR Director Reckitt Benckiser (RB) Indonesia, dr. Helena Rahayu Wonoadi. Ia mengatakan, kerjas ama dengan IDI melalui Dettol ini akan berbentuk edukasi langsung dan penyediaan masker serta sabun cuci tangan di tempat-tempat strategis.

“Jadi kami berpartner dengan IDI untuk melakukan edukasi di titik-titik strategis. Kami juga sediakan leaflet maupun edukasi langsung ke sekolah, rumah sakit. Kalau ada orang-orang yang mungkin suspect terkena virus, kantor cabang IDI akan jadi pusat penanggulangan. Melalui ini kita juga akan adakan pengadaan masker dan juga sabun,” ucap dr. Helena.

Lewat kerja sama ini, dr. Helena juga menggalakkan 5 langkah cuci tangan. Menurutnya, kegiatan ini harusnya sudah jadi kebiasaan sebagai bagian dari kesadaran. Ia menekankan kesederhanaan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Contoh cara cuci tangan yang benar (Foto: Luthfi Rahmadian/Hipwee) via www.hipwee.com

Adapun 5 langkah cuci tangan sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang juga diutarakan dr. Helena adalah:

1. Kamu harus membasahi tanganmu dengan air mengalir sekurangnya selama 20 detik

2. Setelah itu gunakan sabun secara merata di telapak, sela-jari, dan punggung tangan

3. Nggak luput juga kuku mesti dibersihkan pula, karena kerap jadi sarang kuman

4. Setelahnya bilas dengan air mengalir hingga sisa sabun di tangan hilang

5. Keringkan tanganmu. Bisa menggunakan handuk, tisu, atau diangin-anginkan.

dr. Helena juga mengatakan, dalam memilih sabun cuci tangan bukan hanya wangi yang harus jadi pertimbangan. Kandungan anti septic yang mesti ada dalam tiap sabun lah pertimbangan utama. Karena kalau hanya sekadar wangi, mikro organisme nggak akan terbunuh~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

CLOSE