5 Langkah Mudah untuk Bisa Sebenar-benarnya Refleksi Diri. Jelang Akhir Tahun ini, Semua Harus Coba~

Langkah mudah refleksi diri

Mendekati akhir tahun, biasanya orang-orang akan mulai menyusun resolusi baru yang ingin dicapai di tahun selanjutnya. Resolusi setiap orang pun pasti akan memiliki makna yang berbeda. Tetapi, sebelum mulai menyusun resolusi baru, rasanya kita juga perlu melakukan refleksi diri. Tahapan ini dapat membantu kita untuk lebih mengenali diri dan memahami apa yang ingin kita capai sesuai dengan kapasitas yang kita miliki.

Advertisement

Prosesnya memang nggak mudah dan perlu direnungkan, tetapi bukan berarti nggak ada langkah sederhana yang bisa dilakukan. Kali ini, Hipwee akan memberikan beberapa langkah mudah bagi kamu yang ingin melakukan refleksi diri dalam ulasan berikut ini.

1. Mulailah dengan jujur pada diri sendiri mengenai apa yang kamu rasakan selama ini

Jujur pada diri sendiri | Photo by Noah Blaine Clark on Unsplash

Jujur memang seringkali menjadi sesuatu yang dianggap sulit untuk dilakukan. Bukan hanya kepada orang lain, jujur kepada diri sendiri pun kadang terasa sulit. Sedangkan, salah satu cara termudah untuk melakukan refleksi diri adalah melalui kejujuran. Jujur terhadap diri sendiri mengenai apa yang kamu rasakan selama ini, apa hal-hal yang mengganggu pikiranmu, bagaimana cara kamu bersikap, dan bagaimana kamu menjalani kehidupan selama hampir satu tahun ini?

Jadikan hal ini sebagai momen bagi kamu untuk bisa terbuka pada diri sendiri dan membantumu untuk menemukan versi terbaik dirimu.

Advertisement

2. Maafkan hal-hal yang berjalan tak sesuai dengan rencana dan ekspektasimu. Menerima diri sendiri juga dapat membantumu berkembang lebih baik

Belajar untuk memaafkan diri sendiri | Photo by Mert Kahveci on Unsplash

Bagi kamu yang menjadi penganut pentingnya membuat resolusi setiap tahun, sepertinya kamu juga perlu memahami kalau terkadang ekspektasi nggak sesuai dengan realita. Jadi, kalau ada resolusi atau tujuanmu yang belum tercapai, jangan langsung menyalahkan dirimu sendiri ya. Coba maafkan segala kesalahan atau kekurangan yang ada pada dirimu dan berterima kasih karena sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik.

Memaafkan dan menerima diri akan membuat kamu lebih mengenali siapa dirimu. Dengan begitu, kamu jadi tahu hal-hal apa saja yang harus kamu pertahankan dan kamu kembangkan di tahun selanjutnya. Proses penerimaan diri memang nggak mudah, tapi bukan berarti nggak bisa dilakukan. Semangat!

3. Kenali kebiasaan yang kamu jalani sehari-hari. Kamu bisa memilah mana kebiasaan yang baik dan buruk

Advertisement

Memilah kebiasaan sehari-hari, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak | Photo by SHVETS production from Pexels

Sebagai manusia yang hampir setiap hari melakukan beragam aktivitas, kita pasti memiliki pola kebiasaan yang kita jalani sehari-hari. Nggak hanya kebiasaan baik, terkadang kita juga masih memiliki kebiasaan buruk yang dapat menghambat aktivitas diri sendiri dan mungkin juga orang lain. Kembali lagi, refleksi diri bertujuan agar kita bisa memperbaiki diri kita agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Oleh karena itu, memilah kebiasaan juga berperan penting dalam proses refleksi diri. Kamu bisa mulai mengelompokkan mana kebiasaan yang baik dan mana kebiasaan yang perlu diperbaiki. Dengan mempelajari kebiasaan tersebut, kamu bisa memperbaiki kebiasaan yang merugikan menjadi kebiasaan yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. 

Misalnya, kamu sering telat bangun pagi sehingga memulai aktivitas dengan terburu-buru dan nggak optimal dalam melakukan suatu pekerjaan. Kamu bisa mulai mengidentifikasi apa yang menjadi penyebab kamu telat bangun pagi. Apakah karena kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur sehingga membuat jam tidur jadi nggak teratur? Atau mungkin hal lainnya.

Melalui proses identifikasi ini, kamu bisa mengetahui kebiasaan apa yang perlu kamu perbaiki agar bisa menambah kebiasaan baik.

4. Pahami apa yang menjadi prioritas untukmu dan hal-hal lain yang ingin kamu capai

Pahami prioritas diri sendiri  | Photo by Towfiqu barbhuiya from Pexels

Selain memilah beragam kebiasaan, kamu juga perlu memahami apa yang menjadi prioritasmu dalam kurun waktu tertentu. Prioritas setiap orang pasti berbeda, ada yang memiliki prioritas terhadap keluarga, pekerjaan, hubungan asmara, kebutuhan finansial, dan juga kesehatan mental.

Dengan memahami prioritas, kamu bisa lebih fokus melakukan usaha untuk mencapai hal tersebut. Selain itu, kamu pun bisa menyimpan energimu untuk nggak memusingkan hal-hal yang memang nggak menjadi prioritasmu.

5. Terakhir, kamu bisa menulis jurnal atau catatan harian mengenai perkembangan atau hambatan yang kamu hadapi setelah refleksi diri

Catat perkembanganmu dalam jurnal | Photo by Content Pixie on Unsplash

Proses memperbaiki diri memang nggak mudah dan pasti kamu akan menemukan beragam tantangan dan hambatan. Kamu bisa mengamati perkembangan dirimu setelah melakukan refleksi diri melalui catatan harian atau jurnal. Melansir dari laman Hello Sehat , menulis catatan harian atau jurnal juga bisa bermanfaat untuk kesehatan mental, sehingga cara ini bisa kamu lakukan untuk melihat perkembangan dirimu.

Refleksi diri menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan sebagai momen untuk lebih mengenal diri sendiri dan mengetahui apa-apa saja yang ingin kita capai. Selain itu, refleksi juga bisa menjadi momen untuk bercermin mengenai sikap dan cara kita berperilaku terhadap orang lain. Semoga cara ini bisa membantu, ya! 🙂

Artikel Catatan Akhir Tahun
Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE