Gen Z Wajib Coba Cara Bikin Sehat Fisik, Finansial, Sosial hingga Spiritual

Sejak lama, segala upaya menjalani gaya hidup sehat cenderung berfokus pada tujuan sehat secara fisik. Padahal, kesehatan yang perlu diupayakan dalam hidup ini nggak hanya soal fisik, loh. Mental, finansial, sosial hingga spiritual adalah aspek penting lain yang juga perlu dipastikan kesehatannya melalui gaya hidup sehat.   

Nah, meski terdengar merepotkan karena goals gaya hidup sehat jadi bertambah, untuk mencapainya kamu hanya perlu melakukan 5 cara penuh keseimbangan berikut ini, loh. Penasaran apa saja caranya? Yuk, simak.

1. Selektif soal makanan biar nggak sekadar kenyang tapi juga bikin sehat dan berumur panjang seperti Ratu Elizabeth II

Cara sehat ala Gen Z

Ilustrasi selektif memilih makanan | Photo by Kiwis from iStockphoto

Kesehatan fisik memang bukan satu-satunya goals gaya hidup sehat. Namun, untuk mencapai goals lainnya yakni sehat secara mental, finansial, sosial hingga spiritual, fisik yang sehat merupakan kuncinya. 

Nah, ada banyak cara yang bisa diperhatikan untuk kesehatan fisik ini. Salah satu yang sering terabaikan adalah soal makanan. Yup, saat ini masih banyak dari kita yang dalam memilih makanan, berpatokan pada kelezatan belaka.

Adapun untuk mengubahnya, kamu bisa mulai mencontoh rahasia berumur panjang mendiang Ratu Elizabeth II yang salah satunya adalah menghindari konsumsi fast-food, dan disiplin menyeimbangkan kebiasaan makan. 

Sebagai sosok yang menganut paham makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan, Ratu Elizabeth II sejatinya terbiasa menghabiskan hingga lima jenis hidangan super lezat ketika dalam perjamuan makan, loh. Namun, beliau disiplin menyeimbangkan hal tersebut.  

Disebutkan oleh mantan koki Kerajaan Inggris Darren McGrady, cara Ratu menyeimbangkan kebiasaan itu adalah mengonsumsi makanan sederhana seperti ikan bakar atau rebus dengan sayuran dan salad tanpa sajian karbohidrat di luar perjamuan.

2. Upayakan dan tingkatkan work-life balance agar mental senantiasa sehat

Cara sehat ala Gen Z

Ilustrasi work-life balance | Photo by Chinnapong from iStockphoto

Nah, setelah melakukan upaya untuk sehat secara fisik, cara selanjutnya yang bisa kamu coba adalah mengupayakan dan meningkatkan work-life balance demi kesehatan mental. 

Sebagai generasi muda yang punya banyak mimpi masa depan, kerja banting tulang menjadi suatu keniscayaan. Terlebih saat ini harga BBM yang naik mengharuskan kita kerja lebih keras lagi untuk bisa memenuhi kebutuhan. 

Namun, perlu dicatat bahwa dengan kerja keras bukan berarti kamu harus mengorbankan kehidupan pribadi dan waktu buat bersenang-senang. Kamu butuh keduanya: kerja keras untuk memenuhi kebutuhan, menikmati kehidupan pribadi biar nggak stress dan bosan. 

Oleh karena itu perlu yang namanya work-life balance, yakni kemampuan mengatur dan membagi waktu antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan pribadi. Work-life balance ini bisa menjaga kesehatan mentalmu, sekaligus menjadikanmu lebih produktif juga loh.

Sejumlah cara yang bisa kamu coba untuk mendapatkan dan meningkatkan work-life balance adalah dengan bekerja secara cerdas agar bisa lebih produktif. Selain itu bagi yang perfeksionis, kelola sikap itu biar nggak menguras waktu. 

Adapun indikator pencapaian work-life balance adalah ketika dapat memenuhi urusan pekerjaan, keluarga dan pribadi dengan baik, punya waktu tidur yang cukup, bisa melakukan hobi, dan memiliki hubungan personal yang baik dengan orang lain. 

3. Murah hati untuk memberi sesuatu sebagaimana mampu dengan senang hati menerima demi kesehatan spiritual

Cara sehat ala Gen Z

Ilustrasi rendah hati | Photo by Tinnakorn Jorruang from iStockphoto

Kesehatan spiritual adalah aspek dalam hidup yang nggak kalah penting untuk kamu capai. Kesehatan spiritual ini dapat diartikan sebagai rasa keharmonisan, saling kedekatan antara diri, orang lain, alam serta kehidupan yang tertinggi. 

Adapun untuk mencapainya, salah satu cara mudah yang bisa kamu lakukan adalah bermurah hati dan rendah hati dalam menjalani kehidupan. Bentuk paling sederhananya adalah mau memberi bantuan kepada sesama dan tulus menerima pertolongan. 

Terpenting dari itu semua, untuk mencapai kesehatan spiritual kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada sang pencipta melalui rutinitas ibadah maupun ritual keagamaan lainnya.  

4. Hangout bareng teman setelah meluangkan waktu untuk diri sendiri dan keluarga demi hubungan sosial yang sehat

Cara sehat ala Gen Z

Ilustrasi hangout bareng teman-teman | Photo by DragonImages from iStockphoto

Kesehatan sosial secara sederhana merupakan gambaran hubunganmu dengan orang lain, lingkungan maupun komunitas. Lebih dari itu, kesehatan sosial punya kaitan yang erat dengan kesehatan jiwa dan raga. 

Nah, menurut sosiolog sekaligus ahli bidang psikologi kognitif Corey Keyes, kesehatan sosial seseorang bergantung pada tiga unsur penting, pertama adalah bagaimana cara kamu melihat hubungan dengan teman, keluarga maupun orang lain.

Kemudian, kesehatan sosial juga bergantung pada kualitas hubungan, bukan kuantitas atau seberapa banyak teman dekat yang kamu miliki, dan terakhir adalah seperti apa lingkunganmu yang lebih luas.  

Secara sederhana, kamu bisa dibilang punya kesehatan sosial yang baik jika mampu menjalin koneksi dengan orang lain, dan bisa beradaptasi dengan situasi sosial yang berbeda-beda. 

Nah, salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengupayakan kesehatan sosial ini adalah dengan hangout bareng teman dan meluaskan pergaulan, tanpa lupa meluangkan waktu untuk bersama-sama dengan keluarga. 

5. Demi kesehatan finansial, turunkan gaya hidup agar bisa lebih banyak nabung dan investasi untuk mengimbangi BBM yang naik

Cara sehat ala Gen Z

Ilustrasi investasi | Photo by Jirapong Manustrong from iStockphoto

Seperti kamu tahu, belum lama ini harga BBM di Indonesia mengalami kenaikan. Kondisi ini bisa bikin kesehatan finansial terganggu, karena pemenuhan kebutuhan jadi terpengaruh kenaikan harga-harga. 

Adapun ciri-ciri keuangan nggak sehat di antaranya pengeluaran lebih banyak dari pendapatan, nggak punya dana darurat, serta nggak punya perencanaan keuangan untuk masa depan. 

Nah, biar kesehatan finansialmu nggak terganggu, satu cara mudah yang ampuh untuk dilakukan adalah menurunkan atau mengubah gaya hidup. Contohnya adalah menghindari tren kekinian yang butuh anggaran khusus, agar kamu bisa lebih banyak berhemat. 

Selain itu, untuk menyiasati harga BBM yang naik, kamu juga bisa mulai mengurangi aktivitas luar rumah jika dirasa nggak penting, atau menggunakan angkutan umum jika memang harus bepergian. 

Lebih dari sekadar berhemat, menurunkan gaya hidup bisa jadi momentum untukmu meningkatkan kesehatan finansial juga, loh. Caranya adalah menggunakan uang yang dihemat untuk mulai berinvestasi. 

Yup, investasi bisa jadi salah satu cara meningkatkan kesehatan finansial, di mana investasi bermanfaat untuk memperluas wawasanmu tentang sumber dana, menambah peluang penghasilan hingga menghindari dampak inflasi.

Nah, besarnya manfaat dari investasi terhadap kesehatan finansial ini bergantung pada seberapa besar persentase uang yang diinvestasikan, dan produk investasi yang kamu pilih. Seperti di Bank Syariah Indonesia (BSI), kamu bisa memilih produk investasi BSI Prioritas yang terdiri dari Sukuk Ritel, Sukuk Tabungan, Sukuk Wakaf, Reksa Dana hingga Bancassurance. Informasi lebih lengkapnya bisa kamu akses di sini

Buat kamu yang baru akan mulai berinvestasi, produk investasi BSI Prioritas reksa dana bisa jadi pilihan yang tepat, karena mudah diakses melalui bank atau secara online, dapat dicairkan kapan saja, bisa investasi mulai dari Rp50.000 dan terpenting sesuai dengan prinsip syariah dan dikelola oleh manajemen yang profesional. 

Perlu dicatat bahwa nggak ada investasi yang bebas risiko. Namun, dibanding jenis investasi lain, risiko investasi reksa dana cenderung rendah, meliputi risiko perubahan kondisi politik dan ekonomi, risiko berkurangnya nilai investasi, risiko penundaan pencairan dana, dan risiko wanprestasi yakni kondisi di mana penerbit efek tidak dapat memenuhi kewajibannya. 

Selain itu, kamu juga bisa memilih jenis reksa dana yang tepat sesuai dengan profil risikomu. Adapun yang punya risiko terendah adalah Reksa Dana Pasar Uang, disusul Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran dan Reksa Dana Saham. Semakin tinggi risikonya, maka semakin tinggi pula potensi return investasi. 

Nah, itu dia lima cara yang bisa kamu coba untuk sehat secara fisik, mental, finansial, sosial hingga spiritual. Jika diperhatikan dengan saksama, kelima cara di atas berfokus pada keseimbangan, loh. 

Melalui cara-cara di atas, kamu secara nggak langsung telah menjalani kehidupan dengan mempertimbangkan segala hal untuk diri sendiri maupun orang lain, serta memikirkan tindakan untuk hari ini serta masa depan. 

Keseimbangan hidup seperti yang bisa kamu upayakan melalui sejumlah cara di atas tersebut sangat penting untuk dicapai. Untuk itu, yuk follow IG @guegensy karena di sana akan ada banyak informasi menarik mengenai keseimbangan.

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.

Editor