Cara Unik Ajak Peduli Lingkungan, Warga Cirebon Bisa Bayar SIM Pakai Sampah

Kian hari, persoalan sampah memang kian jadi masalah lingkungan yang cukup serius. Berbagai upaya kampanye lingkungan pun telah dilakukan banyak pihak, untuk mengajak masyarakat lebih peduli pada lingkungan terutama masalah sampah. Hal ini pula yang dilakukan oleh Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Polresta Cirebon, Jawa Barat.

Advertisement

Melalui sebauh program khusus, kini warga Cirebon nggak perlu keluar uang untuk membayar pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), loh. Menariknya, warga Cirebon kini bisa bayar SIM pakai sampah. Gimana caranya ya?

Melalui program Green Service warga Cirebon bisa bayar SIM pakai sampah

Kebijakan membayar SIM pakai sampah memang terbilang unik, karena biasanya sampah bisa ditukar dengan kebutuhan pokok dan uang melalui program bank sampah.Melansir dari Situs Korlantas Polri, kebijakan Polresta Cirebon terkait pembayaran SIM pakai sampah ini dilakukan melalui sebuah program benama Green Service.

“Jadi program itu (Green Service) di-launching Kapolresta Cirebon enam bulan yang lalu, dan sampai saat ini masih terus berjalan,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Cirebon Komisaris Galih Raditya, dinukil dari situs Korlantas Polri.

Advertisement

Green Service ini jadi upaya Polresta Cirebon untuk mengajak warganya supaya peduli dan sadar akan kebersihan lingkungan dengan mengatasai masalah sampah, loh. Jadi, warga diajak mengumpulkan sampah yang punya harga jual, kemudian ditukar dengan pembuatan SIM.

“Konsep ini ingin mengajak warga agar lebih peduli dan sadar akan lingkungan terutama persoalan sampah. Warga dapat menggunakan sampah plastik atau lainnya, dengan jumlah tertentu untuk bayar pembuatan SIM,” imbuh Galih Raditya.

Program ini pun disambut antusias oleh warga Cirebon. Sejauh ini, program Green Service sudah melayani sekitar 49 warga yang berhasil membuat SIM tanpa keluar uang alias bayar pakai sampah. Jumlah itu tentu akan terus bertambah karena banyak warga Cirebon yang kini tergerak mengumpulkan sampah guna bisa membuat SIM tanpa keluar uang.

Advertisement

Prosedur bayar SIM pakai sampah bekerja sama dengan bank-bank sampah di Cirebon

Warga Cirebon bisa bayar SIM pakai sampah

Ilustrasi setor sampah | Foto dari Pexels

Program Green Service Polresta Cirebon ini bekerja sama dengan sepuluh titik bank sampah di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Salah satu bank sampah yang ditunjuk adalah bank sampah yang berlokasi di SDN 1 Talun. Warga yang ingin ikut program ini akan diminta mengumpulkan sampah non-organik yang punya harga jual seperti palstik, besi, tembaga, dan sebagainya.

Sampah yang sudah terkumpul kemudian disetor ke bank sampah untuk ditimbang dan dihitung sesuai harga yang berlaku. Warga yang ikut program ini akan diberi buku tabungan untuk merekap penjualan sampah. Nah, saat uang yang terkumpul dari setoran sampah itu sudah cukup untuk membayar pembuatan SIM, kemudian tinggal datang ke Satpas Polresta Cirebon.

Biaya pembuatan SIM ini merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 60 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Biaya pembuatan SIM A Rp120 ribu, SIM C Rp100 ribu, dan SIM B I Rp80 ribu.

Warga yang bayar SIM pakai sampah ini tetap harus melewati prosedur pembuatan SIM seperti ujian teori, ujian praktik, dan sebagainya ya. Jadi, meski pakai pembayaran khusus, semua prosedurnya sama. Diketahui pula, nggak cuma bikin SIM aja yang bisa pakai sampah, loh. Warga Cirebon juga bisa bayar pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) pakai sampah.

Melansir dari CNN Indonesia, salah satu warga Cirebon bernama Bambang menuturkan tertarik dan merasa sangat terbantu dengan program Green Service itu. Ia mengaku butuh waktu tiga bulan untuk mengumpulkan sampah hingga saldonya cukup untuk membayar pembuatan SIM.

“Saya butuh waktu tiga bulan, karena saya kumpulkan sedikit-sedikit. Program ini sangat membantu, karena selain mengurangi sampah di bak rumah yang tadinya menumpuk, kita pun bisa mendapatkan berkah, salah satunya SIM ini,” kata Bambang, dinukil dari CNN Indonesia.

Sampah yang dikumpulkan Bambang adalah sampah-sampah yang dihasilkan dari rumah tangganya, seperti dus kemasan, botol plastik, dan besi. Setidaknya, ia harus mengumpulkan sampah sekitar 20 hingga 50 kg untuk bisa membuat SIM tanpa bayar.

Wah, keren ya program Green Service ini. Selain bisa mengajak warga untuk peduli masalah sampah, dan belajar memilah sampah, juga bisa jadi solusi buat masyarakat yang kesulitan bikin SIM karena masalah biaya. Program ini berlaku buat siapa aja kok, meski mambu bayar pakai uang, tapi kalau ingin ikut meramaikan Green Service juga boleh aja. Semoga program ini menginspirasi Polresta di kota-kota lain buat bikin program serupa ya, SoHip!

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE