Catalunya Ingin Lepas dari Spanyol, Nggak Kebayang Nasib FC Barcelona

Bukan posisi klasemen atau bursa transfer, akhir-akhir ini fans setia klub sepak bola FC Barcelona justru dipusingkan dengan masalah politik dalam negeri Spanyol. Salah satu kota terkaya yang juga markas besar FC Barcelona, Catalonia atau Catalunya, menuntut kemerdekaan diri dari Spanyol. Dilansir dari Al Jazeera , referendum atau jajak pendapat yang dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2017 yang lalu, diwarnai berbagai aksi kekerasan.

Meski pemerintah Spanyol menolak mengakui keabsahan proses dan hasil referendum tersebut, warga Catalunya atau ‘Catalan‘ bersikeras untuk tetap mengadakan jajak pendapat. Hasilnya 90% warganya menginginkan kemerdekaan. Wah kalau akhirnya benar-benar berpisah, bagaimana ya nasib FC Barcelona di La Liga?! Selain kegalauan yang menyelimuti dunia sepak bola, bakal banyak perubahan besar lho di Spanyol. Yuk simak uraian Hipwee News and Feature berikut!

ADVERTISEMENTS

Catalunya sudah membuat jajak pendapat yang hasilnya 90% menginginkan kemerdekaan. Sayangnya langkah ini dinyatakan ilegal oleh pemerintah Spanyol

Catalunya Ingin Lepas dari Spanyol, Nggak Kebayang Nasib FC Barcelona

Demonstrasi untuk kemerdekaan Catalunya via www.theguardian.com

Selain unjuk rasa yang sudah terus menerus dilakukan oleh penduduk Catalunya, mereka juga sudah membuat referendum atau jajak pendapat yang membuat rakyat memilih apakah Catalunya layak merdeka atau tidak. Hasilnya ternyata tidak terduga, dari seluruh jumlah orang yang ikut voting, 90% menginginkan kemerdekaan bagi Catalunya. Tentu saja ini bikin pusing kepala pemerintah Spanyol. Pemerintah menyatakan referendum ini nggak sah dan ilegal karena seperti dilansir dari BBC , Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, menyebut referendum warga Catalunya adalah “hinaan” terhadap demokrasi.

ADVERTISEMENTS

Memiliki identitas kuat, Catalunya dari dulu emang punya bahasa dan kebudayaannya sendiri

Catalunya Ingin Lepas dari Spanyol, Nggak Kebayang Nasib FC Barcelona

Pernikahan untuk penyatuan kerajaan di tahun 1469 via katherinelengel.pbworks.com

Sebenarnya dulu Catalunya adalah bagian dari kerajaan Aragon yang terpisah dari wilayah Spanyol yang dulu bernama kerajaan Castile. Dua kerajaan ini disatukan oleh ikatan pernikahan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Inilah sebabnya Catalunya punya bahasa sendiri, pakaian adat sendiri, dan sejarah sendiri tentang bagaimana ia bergabung dengan kerajaan Aragon. Catalunya yang merasa memiliki kultur sendiri pun merasa jika negaranya bisa merdeka dan berhasil tanpa Spanyol. Apalagi, Catalunya sebagai wilayah Spanyol yang terkaya dinilai mampu menghidupi perekonomian negaranya dan bertahan di tengah krisis global. Wajar saja kalau akhirnya referendum dilakukan.

ADVERTISEMENTS

Ini nih yang langsung jadi perhatian dunia. Kalau Catalunya benar-benar berhasil merdeka, gimana dong nasib Barca?

Catalunya Ingin Lepas dari Spanyol, Nggak Kebayang Nasib FC Barcelona

Suporter Barcelona via tmpo.co

Jangan salah, demonstrasi besar-besaran dan apa yang sedang terjadi di Spanyol memang permasalahan pelik yang dampaknya bukan pada nasib tim sepakbola semata. Tapi rasanya mustahil membahas kemerdekaan Catalunya tanpa kekhawatiran akan FC Barcelona. Kalau Catalunya merdeka tentunya La Liga nggak akan seru lagi tanpa Barca, Real Madrid jadi penguasa tunggal La Liga. Buat tim sebesar FC Barcelona, mau nggak mau mereka juga harus memikirkan startegi untuk pindah ke liga lain yang memungkinkan. Industri sepakbola Spanyol punya pengaruh yang sangat besar lho.

Presiden Catalunya mengatakan bahwa jika FC Barcelona keluar dari La Liga maka mereka bisa bermain di Premier League atau League 1. Tapi bukan hanya pindah ke lain kompetisi saja, para pemain FC Barcelona yang sebelumnya telah berkontribusi dengan timnas juga akan sulit menentukan nasibnya. Selama ini punggawa FC Barcelona seperti Cesc Fabregas, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez sudah lebih dulu memperkuat Spanyol di Piala Dunia dan Piala Eropa. Wah jadi ikut galau ‘kan persepakbolaan di sana?

ADVERTISEMENTS

Bahkan pertandingan FC Barcelona melawan Las Palmas hampir ditunda, dan akhirnya berlangsung dengan ‘pintu tertutup’. Pesepakbola terkenal seperti Gerard Pique dan Xavi Hernandez juga ikut beri suaranya

Catalunya Ingin Lepas dari Spanyol, Nggak Kebayang Nasib FC Barcelona

Sempat hampir ditunda, akhirnya Barca vs Las Palmas berlangsung tertutup via twitter.com

Berbeda dengan layaknya pertandingan lain. Pada 1 Oktober lalu FC Barcelona bertanding dengan Las Palmas dengan tanpa penonton. Awalnya pertandingan ini sempat akan ditunda karena adanya referendum dari masyarakat Catalunya pada hari itu. Namun akhirnya pertandingan berlangsung di dalam stadion tertutup.

Sementara pemain FC Barcelona, Gerard Pique dan Xavi Hernandez nampak memberikan suaranya pada referendum. Sebagai warga Catalunya mereka memberikan hak suaranya untuk memilih opsi kemerdekaan. Mereka pun sempat mengunggah video live ketika menghadiri voting untuk referendum kemerdekaan Catalunya. Bahkan Pique juga mencuitkan pendapatnya soal demokrasi dan foto dirinya yang tengah memberikan dukungan pada referendum Catalunya.

ADVERTISEMENTS

Masalah sepak bola emang pelik, tapi yang lebih mengkhawatirkan bagi pemerintah Spanyol adalah kemungkinan kehilangan 20% pemasukan ekonomi dari Catalunya

Catalunya Ingin Lepas dari Spanyol, Nggak Kebayang Nasib FC Barcelona

Catalunya digadang-gadang bisa mandiri secara ekonomi via www.sfgate.com

Wilayah Catalunya memang menyumbangkan 20% pemasukan negara Spanyol selama beberapa tahun belakangan. Pantas saja jika negara ini berdiri sendiri bisa jadi kerugian buat Spanyol. Yang membuat Catalunya percaya diri bisa merdeka adalah mereka merasa bisa ‘kaya’ dengan usaha negerinya sendiri. Sebesar 25% penghasilan ekspor berada di Catalunya, 21% dari pajak negara yang diperoleh Spanyol juga berasal dari Catalunya. Makanya, Spanyol tidak akan begitu saja melepas wilayah Catalunya untuk berdiri sendiri. Tapi di sisi lain, Catalunya yang ngotot ingin merdeka pasti pada awalnya sulit menyesuaikan diri dengan negara-negara Eropa lainnya. Kalaupun ingin menjadi anggota EU (Erupean Union), Catalunya membutuhkan seluruh negara di Eropa untuk menyetujui kehadirannya, termasuk Spanyol.

Saat ini Catalunya merasa bahwa mereka sudah merdeka dengan keputusan referendum yang menyatakan 90% rakyat ingin merdeka. Namun klaim ilegal dari pemerintah Spanyol memberatkan mereka untuk mengibarkan bendera kemerdekaan. Proses ini berlangsung terus menerus dan alot. Apapun keputusannya semoga saja tidak akan ada lagi tindak kekerasan dan upaya yang menyebabkan penderitaan pada rakyat sipil ya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE