Cerita Haru Guru SD yang Viral karena Bersihkan Ratusan Kutu Rambut Seorang Siswa

Baru-baru ini ada video viral seorang siswa SD yang sedang disisiri oleh gurunya di sekolah dan ditemukan ratusan kutu dari rambutnya. Video tersebut cukup membuat warganet terkejut saking banyaknya kutu yang berjatuhan, apalagi tampak sang guru memotong rambut siswanya itu.

Advertisement

Video itu pertama kali diunggah oleh Zera Ayu Fatmawati, guru SD 1 Sewurejo, Karanganyar, Jawa Tengah yang menjadi salah satu guru viral beberapa waktu lalu. Zera mengunggah video itu lewat akun TikTok @zeraazzahra. Hingga saat ini, video itu sudah ditonton puluhan juta kali dan dibagikan di media sosial lain seperti Instagram, Facebook, hingga Twitter.

Sayangnya, kebanyakan video itu hanya potongan saja, bahkan diedit dengan tambahan musik sehingga nggak menampilkan cerita lengkapnya. Zera sendiri mengunggah empat video yang menceritakan awal mula ia mengetahui siswanya yang berinisial TDW itu kutuan, proses ia membersih kutu TDW, izin memotong rambut, hingga mendatangi rumah orang tua TDW. Seperti apa cerita lengkap Zera saat menemukan ratusan kutu rambut siswanya itu?

Zera sudah meminta izin pada TDW saat akan membuka jilbab untuk membersihkan kutu dan memotong rambut

Video pertama yang Zera unggah menampilkan seorang guru sedang menyisir rambut siswa perempuan yang ternyata terdapat banyak kutu rambutnya. Video yang diunggah pada Selasa (30/8) itu pun viral. Kemudian Zera mengunggah video berikutnya yang menceritakan kejadian lengkap saat ia membersihkan kutu dari rambut TDW yang masih duduk di kelas 4 itu.

Advertisement

Awalnya Zera mengaku sering melihat seragam putih TDW ada bercak-bercak hitam seperti noda biasa. Namun, setelah diamati bercak hitam itu bergerak. Apalagi TDW tampak nggak fokus saat pelajaran karena sering menggaruk kepalanya. Ada juga siswa lain yang melapor pada Zera bahwa ada kutu yang keluar dari balik jilbab TDW. Akhirnya, karena penasaran Zera izin pada TDW untuk membantu membersihkan kutu-kutu itu.

“Aku buka jilbabnya, ternyata aku dapati banyak banget kutu sama kalau di sini bahasa Jawanya lingso (telur kutu) itu banyak banget sampai nyumpel-nyumpel gitu. Kemudian saat dibuka jilbab itu juga bauya MasyaAllah, apek gitu,” ungkap Zera.

Advertisement

Kemudian Zera minta bantuan pada guru yang lain untuk membersihkan rambut TDW. Namun, karena kondisi rambut yang kusut sampai nggak bisa disisir, akhirnya Zera minta izin pada TDW untuk memotong rambutnya. Zera juga membuat obat dari kapur semut supaya kutu-kutu tersebut mati.

“Semua helai rambutnya itu sampai ada telur-telur. Nah, akhirnya teman guru saya memotong rambutnya atas persetujuan si anak, jadi anaknya juga mau. Jadi kita pangkas tipis-tipis, biar rapi, biar cantik, biar kutunya bisa berkurang dan anaknya jadi nyaman,” lanjut Zera.

Pengalaman membersihkan kutu siswa ternyata baru pertama kali dialami Zera dan teman-temannya. Sebenarnya nggak hanya T saja yang kutuan di sekolah itu. Namun, ini pertama kali bagi Zera mendapati ratusan kutu dari satu siswanya.

Zera sempat mendatangi rumah TDW untuk bertemu dengan orang tuanya dan meminta maaf

Guru SD bersihkan kutu siswa

Saar TDW sedang dibersihkan kutunya | Foto dari TikTok @zeraazzahra

Di potongan video yang viral, warganet memang banyak yang kasihan dengan TDW yang seolah nggak diurus oleh orang tuanya. Namun, sebenarnya Zera sudah menanyakan pada TDW soal apakah orang tuanya tahu dengan kondisinya atau nggak. Ternyata TDW mengaku bahwa ibunya tahu, tapi nggak sempat membantunya membersihkan kutu itu, karena sibuk bekerja.

Di video lain yang diunggah Zera, ia bersama teman guru lain sempat mendatangi rumah TDW untuk bertemu dengan orang tua TDW. Diketahui TDW hanya tinggal bersama sang ibu dan kakeknya saja, sehingga Zera menemui ibu TDW saat datang ke rumah. Zera menyampaikan permohonan maafnya, karena telah memotong rambut TDW tanpa persetujuan orang tua.

“Mohon maaf kemarin saya potong (rambut TDW) mohon maaf ya Bu, karena supaya gampang saat menyisirnya,” ujar Zera.

Ternyata ibu TDW justru menyampaikan ucapan terima kasih karena telah dibantu mengurus TDW. Apalagi ia juga bercerita sudah berkali-kali mencoba menghilangkan kutu di rambut TDW, tapi nggak pernah berhasil. Dalam kesempatan itu, Zera juga menyerahkan bantuan pada TDW yang berasal dari follower TikTok dan Instagramnya.

“Ini ada sedikit dari follower bu Zera dari TikTok Instagram. Jangan dinilai dari nominalnya, tapi ini untuk membantu mengobati kutu yang ada di rambut kamu, biar cepat bersih, terus bisa semangat belajar lagi, konsentrasi belajarnya meningkat,”kata Zera saat menyerahkan amplop pada T dan ibunya.

Di akhir video itu, Zera menyampaikan bahwa kondisi T yang demikian bukan berarti ia terlantar, tapi memang kondisi keluarganya yang bisa dibilang punya banyak keterbatasan. Ibu T hanya seorang buruh serabutan, dan pencari barang bekas.

Zera berharap videonya yang viral ini bisa menginspirasi para guru lain

Tangkapan layar dari TikTok @zeraazzahra

Usai video yang diunggah Zera viral, memang banyak tanggapan dari warganet. Bahkan, video itu sempat diunggah ulang oleh seleb Baim Wong. Zera memang berharap ceritanya itu bisa menginspirasi guru-guru yang lain supaya tetap semangat mendidik dan memperhatikan kebersihan dan kesehatan para siswa.

“Dari sini kita belajar banyak bahwa bukan orang tua menelantarkan anak, tapi karena keadaan memang bisa menjadi pemicu tumbuh kembang anak dari pendidikan sampai kesehatannya. Semoga menginspirasi kita semua, bapak ibu guru di seluruh dunia,” tulis Zera di akun TikToknya.

Apresiasi pada Zera dan teman-temannya juga disampaikan oleh Kepala Desa Sewurejo Agus Wibowo, karena telah mendidik para siswa dengan penuh perhatian hingga memperhatikan kesehatan siswa juga.

“Bu guru ini ternyata tidak hanya memberikan akademik, ternyata juga memperhatikan pribadi anak, kesehatan dan sebagainya,” kata Agus, dikutip dari Kompas.

Kedepannya pihak sekolah akan lebih meningkatkan perhatian pada kondisi kesehatan dan kebersihan siswanya, supaya kondisi seperti siswa T bisa lebih cepat diketahui sekolah dan bisa lebih cepat dibantu.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE