Kata Peneliti: Mereka yang Belum Baca Cerita Horor KKN di Desa Penari Kemungkinan Punya IQ Tinggi

Cerita KKN Desa Penari

Beberapa hari belakangan ini kita semua dihebohkan dengan cerita horor KKN di desa penari yang viral lewat media sosial Twitter. Cerita yang punya dua versi itu sampai diangkat jadi bahan video di YouTube Raditya Dika sehingga orang semakin banyak yang penasaran, entah dengan keaslian ceritanya, kelanjutan nasib para tokohnya, sampai di mana sebetulnya lokasi tepatnya KKN tersebut.

Advertisement

Walaupun ramai banget dibahas di mana-mana, tapi mungkin ada segelintir orang –atau mungkin kalian termasuk salah satunya– yang belum membaca cerita horor tersebut. Kebanyakan bisa jadi malas karena memang thread-nya super panjang. Tapi sebagian lagi mungkin memang nggak tertarik. Nah, jangan merasa cupu dulu kalau kamu nggak se-update teman-temanmu soal cerita ini, karena kata peneliti justru orang-orang kayak kalian itu kemungkinan punya IQ tinggi. Kok bisa?

Nggak bisa dimungkiri, cerita-cerita horor apalagi yang diberi embel-embel “berdasarkan kisah nyata” selalu punya ruang tersendiri di hati masyarakat. Banyak banget orang yang merasa tertantang dengan setiap kisah mistis

Cerita horor viral via www.tribunnews.com

Walaupun saat membaca atau menonton membuat bulu kuduk berdiri, tapi bagi banyak orang, cerita-cerita mistis selalu menarik untuk diikuti. Tak terkecuali cerita KKN di desa penari yang heboh banget di media sosial beberapa hari belakangan ini. Semua bermula saat ada satu akun Twitter yang membuat thread atau utas tentang kisah nyata 6 mahasiswa yang melaksanakan KKN di desa angker.

Penulis nggak menyebut dengan pasti lokasi horor itu, tapi kabarnya peristiwa itu terjadi di Jawa Timur. Saking penasarannya, sampai ada lo sekelompok pemuda yang menelusuri suatu desa yang diduga jadi lokasi yang ada dalam cerita. Nggak lupa mereka juga bikin video saat penelusuran itu dan diunggah ke media sosial.

Saking viralnya cerita ini, mungkin banyak dari kalian yang merasa auto kudet saat semua orang tiba-tiba sibuk membicarakannya, sedangkan kalian sendiri belum membacanya. Tapi tenang, menurut peneliti justru IQ kalian tinggi lo

Vlog Raditya Dika saat membicarakan cerita KKN desa penari via celebrity.okezone.com

Mungkin kamu adalah satu di antara segelintir orang yang belum membaca kisah horor KKN desa penari, entah karena malas membaca, atau memang nggak tertarik. Saat orang-orang sibuk membahasnya, kamu pun jadi merasa ketinggalan zaman. Tenang, Guys, kamu nggak perlu panik dan berkecil hati karena menurut penelitian, orang-orang yang nggak mengikuti tren cerita horor ini bisa jadi pertanda kalau mereka punya IQ tinggi.

Penelitian yang dilakukan pada 2015 dan masuk dalam jurnal Evolution and Human Behavior ini menunjukkan kalau sikap non-konformis bisa jadi pertanda orang punya IQ tinggi, seperti dilansir Kompas. Menurut penelitian itu, orang-orang dengan IQ tinggi tidak membuat keputusan berdasarkan apa yang sedang mainstream. Mereka akan berpikir lewat caranya sendiri. Kalaupun harus mengikuti suara mayoritas, mereka akan melakukannya dengan strategis.

Penelitian yang dilakukan peneliti dari University of British Columbia (UCB) itu melakukan eksperimen terhadap 101 orang. Mereka diminta menjawab sesuatu yang sudah lebih dulu diberitahu jawaban orang lain

Advertisement

Tempat yang banyak dipercaya jadi lokasi KKN horor via www.tribunnews.com

Sebanyak 101 orang diminta membandingkan panjang berbagai garis. Tapi sebelum itu, mereka diberitahu jawaban dari partisipan lain. Sebagian besar ternyata mengikuti jawaban mayoritas. Dan semakin diberi lebih banyak pilihan jawaban, mereka akan semakin bingung. Namun, tidak dengan orang-orang ber-IQ tinggi. Mereka lebih yakin dengan jawabannya sendiri dan tidak mudah terpengaruh dengan arus mainstream.

Walau penelitian di atas berkata demikian, bukan berarti orang yang membaca utas KKN desa penari itu bodoh dan yang mereka lakukan itu buruk ya. Pasalnya, pemimpin studi Michael Muthukrishna, mengikuti tren mayoritas bisa jadi hal baik. Contohnya, orang nggak benar-benar tahu apakah mencuci tangan pakai sabun itu bisa membunuh kuman, tapi mereka tetap melakukannya dengan alasan mengikuti orang lain.

Ya, memang banyak sih hal di dunia ini yang kita lakukan karena “katanya” baik untuk kita, tapi sebenarnya kita nggak beneran tahu apa alasan di baliknya. Kadang kita memang nggak perlu tahu alasan di balik semua hal, kita hanya perlu tahu bahwa orang lain juga melakukannya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE