Tato sepertinya sudah mulai banyak diterima sebagai bentuk ekspresi diri. Meski masih ada stigma negatif yang menyertainya, parlor atau jasa pembuatan tato makin populer bahkan di negara konservatif seperti Indonesia sekalipun. Padahal bikin tato itu butuh nyali tersendiri lho. Selain permanen untuk selamanya, proses pembuatan tato juga sakitnya minta ampun. Namun hebatnya banyak yang rela duduk berjam-jam menahan sakit, demi sebuah tato.

Karena berurusan dengan jarum yang langsung menusuk-nusuk kulit, semua peralatan untuk bikin tato itu harus steril dan artis atau pembuatnya juga sebaiknya profesional. Beberapa waktu setelahnya pun, kulit harus terus ditutup dan dibersihkan secara teratur untuk mencegah infeksi. Proses perawatan ini ternyata juga penting banget lho guys. Bukan cuma sekadar iritasi kulit saja, ternyata infeksi dari tato ini juga bisa berakhir fatal. Dilansir dari CNN, seorang pria di Amerika Serikat meninggal karena tato baru di kaki kanannya terkena infeksi ketika berenang di perairan terbuka. Biar waspada, yuk simak kisah selengkapnya bareng Hipwee News & Feature.

Pria berusia 31 tahun meninggal dunia usai berenang di Teluk Meksiko. Tato baru yang seharusnya bersih & kering, terkena paparan air laut hangat yang penuh bakteri

Kemerahan di sekitar tato yang lama-lama jadi luka menganga via edition.cnn.com

Advertisement

Sebuah jurnal kesehatan terkemuka baru saja membuka tabir dari kasus mengerikan ini. Seorang pria berusia 31 tahun di Texas, Amerika Serikat, dilarikan ke rumah sakit Parkland Memorial Hospital, Dallas, dengan keluhan rasa sakit yang luar biasa di kedua kakinya, demam, dan ruam kemerahan di sekitar tatonya. Ketika menelusuri kronologinya, pasien yang identitasnya dirahasiakan ini hanya sempat menjelaskan bahwa ia berenang di Teluk Meksiko lima hari setelah mendapatkan tato baru di kaki kirinya. Hanya tiga hari setelahnya, pria ini langsung jatuh sakit dan meregang nyawa karena septic shock di rumah sakit.

Setelah ditelusuri, tim dokter menemukan pria ini positif terserang bakteri Vibrio vulnificus yang umumnya banyak ditemukan di perairan pantai.

Selain dari paparan air langsung, banyak ditemukan juga di seafood mentah seperti tiram via edition.cnn.com

Air payau atau asin di daerah Teluk Meksiko, memang merupakan tempat ideal bakteri ini berkembang biak. Dilihat dari persebaran ruam, tim dokter memperkirakan bakteri Vibrio vulnificus masuk ke dalam tubuh pasien dari permukaan kulit yang masih terbuka karena baru saja ditato. Kasus infeksi seperti ini sebenarnya sangat jarang sekali. Infeksi bakteri Vibrio vulnificus justru lebih sering disebabkan oleh konsumsi seafood mentah seperti tiram. Itupun jarang ada yang fatal, bahkan orang sekali tidak sadar jika terinfeksi.

Disamping tato baru, kasus ini jadi fatal karena pria ini ternyata memiliki penyakit liver kronis dari hobinya minum bir. Gabungan dua kondisi inilah yang menyebabkan nyawanya tak tertolong

Infeksinya makin parah, bakteri ini seperti memakan pria ini dari dalam via cnn.com

Keganasan bakteri yang menyerang pria ini, bisa terlihat dengan mata telanjang. Hanya dalam hitungan hari, ruam kemerahan di kakinya menyebar dan berubah kebiru-biruan penuh cairan lalu menjadi luka terbuka. Ternyata infeksinya diperparah dan berujung fatal, karena kondisi liver-nya yang memang sudah buruk. Ketika liver yang berfungsi menawar racun tak lagi bisa berfungsi maksimal, infeksi bakteri Vibrio vulnificus ini makin menjadi-jadi.

Advertisement

Bukan hanya untuk kasus ekstrem dan langka seperti ini, orang-orang dengan kondisi liver memang sangat dianjurkan untuk tidak mengonsumsi seafood mentah.

Setelah 3 bulan kondisinya naik-turun di rumah sakit, pria ini akhirnya meninggal karena infeksi yang menyebabkan septic shock. Meski kasus ini sangat langka, tapi kita tetap harus hati-hati

Jarum-jarum kecil menusuk kulit itu sangat rentan infeksi via www.theodysseyonline.com

Tato yang makin populer di kalangan generasi kekinian ini, sekarang juga telah berkembang jadi industri yang cukup menguntungkan. Selain artis-artis tato populer yang reputasi dan keahliannya sudah tersohor, parlor atau studio juga biasanya mengiklankan standar keamanan dan higienitas untuk menarik pelanggan. Soalnya masalah alat-alat terutama jarumnya itu memang penting banget karena bersentuhan langsung dengan kulit kita.

Ternyata bukan cuma peralatannya saja yang harus steril, perawatan setelahnya pun tak kalah penting. Kasus mengerikan di atas mungkin memang gabungan dari serangkaian kejadian yang sangat jarang terjadi. Tapi tidak ada salahnya jika kita lebih waspada dan hati-hati, terutama buat yang tertarik atau kepingin buat tato.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya