Dari Berbagi Ide Besar Sampai Berdangdut Bersama Anies Baswedan: Playfest 2019 Sukses Digelar

Keseruan Playfest 2019

Sudah bukan jamannya lagi belajar hanya mengandalkan metode konvensional. Setidaknya bagi anak muda. Di era keterbukaan informasi ini, pola belajar dengan metode berbagi pengalaman agaknya menjadi magnet terbaik untuk menarik minat banyak kalangan.

Advertisement

Seperti acara yang baru saja digelar oleh Narasi yaitu Playfest 2019. Acara yang diselenggarakan di Area Parkir Selatan Gelora Bung Karno pada tanggal 24 dan 25 Agustus 2019 ini sukses mendatangkan berbagai pelaku industri kreatif dengan berbagai ide, pengalaman dan gagasan besar dalam berkarya, untuk para audiens yang di dominasi oleh anak muda.

Digelar dengan konsep bijak mengelola sampah dan bersih dari asap rokok, Playfest 2019 menyajikan 5 panggung yang dikemas dengan cara unik. Mulai dari, Experience Ideas – Talks, Experience Ideas – Silent Talks, Experience Collaboration – Creator on The Ground, Experience Music – Playstage, Experience Entertainment – Silent Cinema.

Menyimak pertemuan berbagai ide dan pengalaman besar dari para pelaku industri kreatif Indonesia

Riri Riza dan Mira Lesmana dalam sesi Talks bertema Pitch to Premiere di hari pertama Playfest 2019 (dok.Narasi.Dwi Prasetya) via www.narasi.tv

Di panggung Talks yang nggak pernah sepi antusiasme pengunjung ini, ide, gagasan dan pengalaman para pelaku industri kreatif Indonesia bertemu. Mulai dari duet maut Riri Riza dan Mira Lesmana, Yandy Laurens dan Noviana Halim, SkinnyIndonesia24, Triawan Munaf (Bekraf), Dimas Djay, Gibran Rakabuming Raka hingga Pandji Pragiwaksono yang nggak sekadar berbagi insight, tapi juga mengundang tawa pengunjung.

Advertisement

Sesi Satu Dekade Mata Najwa (dok.media.Dwi Prasetya) via www.narasi.tv

Di panggung ini pula Najwa Shihab merekap 10 tahun perjalanan program bergengsi yang ia pimpin, Mata Najwa, dan mengapresiasi kesadaran politik anak muda hari ini yang cukup baik dengan seloroh, “Kalau dulu program Mata Najwa hanya digandrungi oleh bapak-bapak pensiunan, hari ini anak SMP dan SMA sudah nonton Mata Najwa.”

Pinot Dita Family dalam sesi talks Limit is No Limit (dok.narasi.Dwi Prasetya) via www.narasi.tv

Sentuhan magis berhasil menguar dari standing ovation para pengunjung untuk Pinot & Family, yang dengan keramahan sebuah keluarga kecil mengajak pengunjung untuk berkreasi menyiasati keadaan, dengan menurunkan ekspektasi agar bisa menemukan celah di antara keterbatasan. Kesederhanaan dan kelucuan karya-karya visual yang sering dibuat oleh Pinot & Family, membuat sesi ini paling ditunggu-tunggu oleh pengunjung.

Mencoba menyimak talkshow dengan cara yang sangat berbeda berbeda

Silent Talk Adam Alfares dan Rhaka Ghanisatria (dok.Narasi.Agoes Rudiant) via www.narasi.tv

Selain itu panggung Silent Talks nggak kalah seru dan ramai. Selain karena pembicara yang keren-keren, konsep unik yang diusung panggung ini sepertinya bikin banyak pengunjung penasaran. Di Silent Talks pengunjung akan menggunakan headphones yang telah disediakan untuk menikmati sesi talkshow tanpa harus terganggu dengan kebisingan lainnya. Di sini hadir nama-nama seperti, Adam Alfares dan Rhaka Ghanisatria, hingga Joko Anwar.

Advertisement

Refreshing dengan Silent Cinema dan melenturkan otot-otot yang kaku dengan berjoget dangdut bersama Anies Baswedan

Silent Cinema. Pengunjung menonton film dalam tenang tanpa gangguan di dalam studio berkapasitas 50 orang. Film-film yang diputar di hari pertama Playfest dipersembahkan oleh Miles Film (dok.Narasi.Dwi Prasetya) via www.narasi.tv

Nggak hanya talkshow, sebagai bagian dari literasi Playfest 2019 juga menghadirkan Silent Cinema, yang di antaranya pada hari pertama memutarkan 3 film persembahan Miles Film yang selalu penuh antrean pengunjung.

Anies Baswedan bernyanyi dangdut di instalasi Hello Dangdut (dok.Narasi.Agoes Rudianto) via www.narasi.tv

Selain itu yang nggak boleh ketinggalan adalah keseruan karaoke dangdut berjamaah di booth Hello Dangdut. Booth yang mempersembahkan tembang dangdut hits ini di desain dengan konsep ala diskotik tahun 70-an, lengkap dengan sorot lampu warna-warni yang bahkan berhasil membuat founder Narasi, Najwa Shihab dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berjoget dan berdangdut ria bersama-sama.

Paduan suara dengan Sheila On7, menjadi kritis bersama Efek Rumah Kaca hingga jingkrak-jingkrak di Mobil Balapnya Naif

Playfest hari pertama ditutup oleh penampilan Sheila on 7 (dok.Narasi.Agoes Rudianto) via www.narasi.tv

Mengatakan musik sebagai alat pemersatu yang paling baik sepertinya nggak berlebihan. Buktinya ribuan pengunjung Playfest 2019 tanpa komando bernyanyi bersama ketika dipenghujung hari pertama Playfest 2019, Sheila On7 memainkan beberapa judul terbaiknya. Mulai dari “Dan” hingga “Film Terbaik”. Koor tak henti-henti walau tanpa pemandu.

Efek Rumah Kaca di Playstage (dok.Narasi.Agoes Rudianto) via www.narasi.tv

Sebelumnya Efek Rumah Kaca pun menyihir ribuan penonton dengan kelirisan lirik-lirik ciptaan Cholil Mahmud dkk. Mulai dari “Sebelah Mata” hingga “Seperti Rahim Ibu”, yang mana adalah soundtrack tetap program Mata Najwa, mengantar lamunan penonton kepada berbagai latar kejadian politik negeri ini.

Penampilan Naif di Playstagedok (Narasi.Agoes Rudianto) via www.narasi.tv

Sementara di penghujung hari ke dua, jingkrak-jingkrakan penonton tak henti-hentinya ketika Naif hadir membawakan judul-judul hits mereka. Band gaek yang tetap muda ini memainkan mulai dari “Piknik 72” hingga “Mobil Balap” yang bikin penonton spontan untuk ikut bersenandung dan lompat-lompatan.

Festival bebas asap rokok demi kenyamanan semua pengunjung dan ajakan bijak mengelola sampah festival

booth waste4change (dok.Narasi.Agoes Rudianto) via www.narasi.tv

Festival yang edukatif harusnya memang ramah untuk semua kalangan. Playfest 2019 menerapkan aturan bebas asap rokok di seluruh area festival. “Aturan ini demi kenyamanan semua pengunjung, khususnya yang tidak merokok dan mereka yang membawa anak,” ujar Dahlia Citra Buana selaku chief of MCN sekaligus co-founder Narasi.

Sementara untuk menjawab persoalan sampah yang menumpuk dan berserakan, Playfest 2019 bekerjasama dengan Waste4Change menyediakan tempat sampah yang dibedakan ke dalam kategori sampah plastik, kertas, organik dan anorganik, di 22 titik di sepanjang venue selama penyelenggaraan acara.

Sampah yang terkumpul selama dua hari acara nggak akan dibuang di tempat pembuangan akhir. Sampah organik akan diolah dengan teknik Black Soldier Fly, sedangkan untuk residu atau sampah yang tidak dapat didaur ulang akan disalurkan kepada mitra pengelola sampah residu untuk dijadikan bahan bakar.

Berkenalan dengan Meta, Program E-Sports Terbaru dari Narasi

Suasana di booth META (dok.narasi.Agoes Rudianto) via www.narasi.tv

Di Playfest 2019, Narasi menghadirkan pengalaman interaktif dengan digital sensor di booth META melalui tiga aktivasi. Pengalaman ini diberi nama “Journey to the META”. E-sports juga mendapat tempat khusus dengan menghadirkan sesi Talks bertajuk “Towards the New Age of E-Sports” dengan pembicara seperti Yohannes P. Siagian, Kepala Sekolah SMA 1 PSKD dan Vice President EVOS E-sports serta Yabes Elia. Tunggu launching platform e-sports Narasi, bulan Oktober 2019 di meta.narasi.tv!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE