Sains Coba Jelaskan dari Mana Asal Mimpi dan Kenapa Kita Bermimpi. Bukan Sekadar Bunga Tidur Saja

Dari mana mimpi berasal

Tidur adalah keadaan alami pada berbagai makhluk, termasuk manusia. Dalam keadaan tubuh beristirahat dari berbagai aktivitas ini, kita seringkali bermimpi. Tentu, masing-masing kita mengalami mimpi yang berbeda. Kadangkala buruk, seringkali indah. Kadang kita mengingatnya saat bangun, seringkali enggak. Terlepas dari bagaimana jalannya mimpi, pernah nggak sih, kamu bertanya-tanya dari mana datangnya mimpi? Dan mengapa kita mengalaminya?

Advertisement

Pertanyaan semacam itu sudah diajukan orang-orang sejak lama. Berbagai penjelasan bahkan yang terkesan magis pun sering muncul untuk mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Tapi sejujurnya, para ilmuwan masih belum memahami sepenuhnya dari mana mimpi berasal, dan mengapa kita mengalaminya. Tapi meski begitu, mereka dengan kapasitas keilmuan punya beberapa dugaan. Penasaran apa saja? Yuk simak.

Para ilmuwan menduga mimpi berasal dari imajinasi dan emosi yang muncul saat tidur

Ilustrasi bermimpi (Photo by Andrea Piacquadio from Pexels) via www.pexels.com

Meski sebenarnya cukup rumit, mekanisme tidur itu mirip seperti kamu menggunakan fitur “sleep” pada laptop. Yaitu keadaan dimana laptopmu nggak sepenuhnya dimatikan, melainkan cuma diistirahatkan sementara dari tugasnya. Nah, saat tidur otak kita tetap bekerja, namun nggak semua bagiannya aktif. Salah satu bagian otak yang diistirahatkan saat tidur itu adalah bagian yang tugasnya membantu kita mengambil keputusan. Ilmuwan menduga, dari bagian yang diistirahatkan itu imajinasi kita bisa jadi liar, dan kemudian kita kenal dengan sebutan mimpi.

Pengajar Psikologi di Universitas Edith Cowan, Shane Rogers, dalam laman The Conversation mengatakan mimpi itu seperti membayangkan sesuatu saat kita tidur. Dengan kata lain, kita bisa bilang kalau mimpi itu datang dari imajinasi. Selaras dengan itu, pakar kesehatan tidur Alesandra Woolley seperti dilansir Kompas, mengatakan mimpi adalah salah satu cara otak kita memproses emosi, sehingga apa pun yang kita rasakan tentang suatu hal bisa muncul sebagai mimpi. Jadi sementara bisa kita duga, mimpi itu berasal dari aktivitas otak yang menangkap sebuah emosi dan imajinasi.

Mimpi juga bisa membantu kita mengingat sesuatu hal dengan lebih baik

Ilustrasi bermimpi (Photo by John-Mark Smith from Pexels) via www.pexels.com

Lalu mengapa kita bermimpi? Berbagai penelitian yang menyelidiki pertanyaan ini menemukan sebagian besar mimpi orang-orang cenderung tentang hal-hal umum dalam keseharian. Semisal bermain dan bertemu dengan seorang teman, atau tentang hal-hal penting dalam hidup seperti ulang tahun. Jadi masih berkaitan dengan imajinasi dan emosi, bisa diduga kita bermimpi karena sesuatu yang banyak kita pikirkan saat bangun. Hipotesis serupa juga berlaku buat kucing yang bermimpi mengejar sesuatu, karena pada saat bangun hal tersebut paling banyak mereka pikirkan.

Selain itu, peneliti dari Fakultas Kedokteran Harvard, Erin J. Wamsley dalam jurnal berjudul Dreaming and Offline Memory Consolidation, menemukan bahwa mimpi berkaitan dengan ingatan. Ketika kita bermimpi tentang sesuatu, maka itu mungkin membantu kita untuk mengingat sesuatu hal tersebut dengan lebih baik saat bangun. Jadi bisa dikatakan mimpi berguna dalam membantu kita membentuk ingatan yang lebih kuat tentang suatu hal. Hasil penelitian ini bisa disepakati pula dengan melihat kecenderungan anak-anak yang cukup tidur bisa mengingat apa yang telah mereka pelajari setiap hari dengan lebih baik.

Penelitian terkait tidur, mimpi, dan ingatan ini juga pernah dilakukan pengajar psikologi Universitas Royal Holloway Inggris, Jakke Tamminen. Dilansir dari BBC, dalam penelitiannya Tamminen mengumpulkan partisipan yang diminta mempelajari kosakata baru, lalu meminta mereka untuk begadang. Ia lalu membandingkan ingatan para partisipan tentang kosakata tersebut setelah seminggu. Hasilnya, ada perbedaan mendasar dalam seberapa cepat kelompok yang kurang tidur mengingat kosakata jika dibanding kelompok yang cukup tidur. Meski nggak spesifik membahas mimpi, Tamminen mengatakan tidur sebenarnya adalah bagian penting dari belajar.

Advertisement

Mimpi buruk pun bisa jadi cara otak sedang memahami imajinasi atau emosi asing yang muncul

Ilustrasi mimpi buruk (Gambar oleh Stefan Keller dari Pixabay) via pixabay.com

Dalam jurnal lain, para ilmuwan juga menduga kalau mungkin saja mimpi berguna untuk membantu kita memecahkan masalah. Shane mencontohkan, katakanlah kamu sedang belajar mengendarai sepeda. Nah, dalam mimpi yang bisa jadi nggak teringat, kamu mungkin telah mencoba berbagai cara untuk bisa mengendarainya. Lalu ketika bangun esok hari, kamu sudah mengetahui cara mengendarai sepeda dengan lebih baik.

Sementara untuk menjelaskan mimpi buruk, ilmuwan menduga hal itu terjadi ketika otak sedang memahami beberapa emosi atau imajinasi asing yang muncul. Bisa jadi mimpi aneh terjadi ketika otak berupaya memutar ulang pengalaman menakutkan yang pernah kamu lihat, untuk memahami sebuah imajinasi yang muncul. Tapi tenang, para peneliti juga mengungkapkan kita bisa “menghindari” efek menakutkan dari mimpi buruk, dengan membayangkan hal yang nggak menakutkan setiap sebelum tidur.

Meski begitu, sampai saat ini belum ada yang tahu secara pasti dari mana mimpi berasal. Para ilmuwan masih terus mencoba mempelajari untuk mengetahui jawabannya, dan kita hanya bisa menunggunya. Tapi siapa tahu jawaban dari pertanyaan ini bakal datang kepadamu lewat mimpi nanti malam

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE