Tak berhenti pada masalah polusi parah hingga menjadi kabut asap, Cina kini kembali dilanda masalah lain yang tak kalah menghebohkan, yakni tentang krisis air. Berbagai upaya untuk menghemat air digalakkan. Salah satu solusi yang paling ekstrem dan ramai diperbincangkan media adalah inovasi pembuatan urinal atau toilet berdiri untuk perempuan. Selama ini memang sebuah kewajaran mendapati urinal di toilet-toilet umum khusus pria. Tapi sebuah universitas di provinsi Xi’an Cina, Shaanxi Normal University bereksperimen dengan pengadaan urinal perempuan dengan keyakinan bahwa metode ini bisa menghemat air. Baru di Cina saja sih, perempuan sampai dianjurkan kencing berdiri demi menghemat air.

Hal pertama yang terlintas dalam benak semua orang, bagaimana perempuan bisa kencing berdiri? Solusi yang ditawarkan, disediakan lipatan kertas yang berfungsi sebagai corong

Mungkin saja bisa hemat air, tapi yang jelas bakal boros kertas via liputan6.com

Sebelum membahas bagaimana solusi ini bakal menghemat air, harus dibahas dulu bagaimana urinal cewek itu bisa berfungsi. Karena ya seperti selama ini kita ketahui bersama, perempuan itu ya kalau buang air pasti jongkok. Jadi pengelola menyediakan tumpukan kertas di samping toilet sebagai ‘alat bantu’ supaya perempuan bisa kencing sambil berdiri. Kertas lipat berbentuk khusus ini berguna seperti corong, yakni untuk mengalirkan urin dari pemakainya tanpa harus duduk. Tentu saja banyak mahasiswi yang tetap saja kelimpungan dan malu sendiri begitu masuk toilet-toilet baru di kampusnya. Meski sudah disosialisasikan sebelumnya, tampaknya akan sangat sulit mengubah kebiasaan dan norma yang sudah sejak lahir melekat pada perempuan.

Sebuah penelitian menyebutkan, perempuan lebih sering buang air kecil dibanding laki-laki. Maka dari itu, perempuan sebaiknya menggunakan toilet yang paling hemat air yaitu toilet berdiri

Lebih hemat air dibanding toilet jongkok atau duduk via okezone.com

Sebuah penelitian berjudul The Journal of Urology edisi 5 menyebut bahwa perempuan lebih banyak buang air kecil dibanding laki-laki. Karenanya, penemu di Cina ini yakin dengan mengubah jenis toilet yang dipakai, sehari-harinya air bisa dihemat secara signifikan. Bahkan kelompok peneliti di universitas ini berani mengklaim bahwa metode ini berhasil menghemat air sebanyak 160 ton. Ada beberapa tempat di Cina yang juga mulai mengikuti inovasi baru ini. Bagus sih tujuannya untuk terus berupaya mengatasi krisis air, tapi jika caranya seekstrem ini perlu dipertanyakan pula kemungkinan suksesnya.

Maka dari itu untuk menarik minat perempuan, toilet berisi urinal ini didesain secara girly dan penuh warna pink

Advertisement

Disekat dan diberi pintu via liputan6.com

Tak hanya di kampus saja, toilet ‘aneh’ ini juga sudah hadir di beberapa toilet umum wanita. Selain menghemat air, katanya juga lebih praktis dan lebih sederhana alias menghemat tempat. Karena kencing berdiri disebut tak banyak memakan tempat dan membutuhkan air berlebih. Dilansir dari Daily Mail, banyak publik Cina mengomentari hal ini melalui media sosial lokal Weibo.

Bagaimana benda ini dapat menghemat air? Apa ini masuk akal?

Bukannya ini justru akan membuat celana mereka basah? Lalu butuh air lebih banyak untuk mencuci dan membersihkannya.

Bagaimana cara kerjanya? Dan bagaimana juga cara pikir desainernya?

Begitulah kebanyakan komentar publik Cina mengenai toilet yang lazimnya digunakan lelaki, tapi malah ditujukan untuk para wanita.

Yang lebih penting dari perdebatan lazim atau tidak adalah masalah kesehatan dan higienitas yang harus tetap terjaga. Ada alasannya pria bisa kencing berdiri, sedangkan wanita harus jongkok

Bukan masalah lazim atau tidak via asntown.net

Kalau dibandingkan dengan kloset duduk plus selang pembasuhnya sekalian, pemborosan airlah yang dikhawatirkan. Tapi mungkin ada yang dilupakan oleh para penggagas toilet ‘unik’ ini, tentang urin yang mengandung bakteri dan dapat menginfeksi organ kelamin. Tentunya organ tubuh pria dan wanita itu berbeda. Disamping norma, yang lebih penting untuk dipertimbangkan adalah masalah higienitas dan kesehatan. Boleh saja ingin menghemat air, tapi jangan sampai justru membahayakan kesehatan kaum hawa.

Krisis air adalah masalah serius yang dialami hampir semua negara di dunia ini. Terlebih lagi bagi Cina yang memiliki populasi terbesar di dunia. Pastilah permasalahan ini jadi isu yang sangat mendesak untuk segera diselesaikan. Makanya muncul solusi-solusi ekstrem yang sedikit ‘nyeleneh’ seperti urinal cewek ini. Jika memang perempuan-perempuan Cina bisa menerima dan beralih ke toilet berdiri, ya baguslah. Tapi kok Hipwee sangsi ya inovasi ini akan bisa diberlakukan di negara lain.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya