Bagi penyuka Jepang-jepangan, pasti kalian dah akrab sama yang namanya ‘Ninja’. Meski jadi legenda dan sering diangkat jadi kisah komik, banyak hal yang masih jadi misteri akan keberadaan ninja yang sebenarnya. Di Jepang sendiri, perguruan maupun keluarga ninja makin sulit ditemukan. Tidak rela salah satu simbol negaranya punah, sebuah universitas di Jepang membuat gebrakan dengan membuka pusat penelitian pertama di dunia yang khusus mempelajari seluk beluk ilmu ninja.

Yang dulu sering lihat kartun ‘Ninja Hatori’, pasti familiar dengan istilah ninja Iga atau Koga. Universitas Mie yang mempelopori gerakan ini, memang terletak di daerah Iga, Prefektur Mie di Jepang bagian tengah. Daerah yang merupakan pusat sejarah dan pegerakan ninja di Jepang. Buat kalian yang pengen bisa mewujudkan mimpi masa kecil jadi ninja atau penasaran ingin mempelajari ilmu ninja secara lebih dalam, bisa berkunjung di sini. Dilansir dari Yahoo!News, yuk simak rangkuman tentang berita menarik ini bareng Hipwee News & Feature!

1. Universitas Mie di Jepang mendirikan pusat penelitian tentang ninja yang pertama dan terbesar di dunia

Kalian yang haus akan referensi tentang Ninja dan semacamnya sekarang bisa sedikit lega. Sebuah Universitas di Jepang akan mendirikan sebuah pusat penelitian tentang Ninja. Nantinya pusat penelitian ini akan fokus mengkaji dan meneliti serta obeservasi untuk menerapkan kehidupan seorang ninja dalam kehidupan sehari-hari.

2. Gagasan dibangunnya pusat penelitian ini untuk membuka peluang penerapan ilmu ninja dalam masyarakat modern

Mungkin kalian berpikiran bahwa hal-hal tradisional semakin ke sini semakin pudar, semua tergantikan dan bahkan ada yang hilang termakan modernitas. Jepang boleh selangkah di depan, di tengah arus teknologi yang berkembang mereka sadar bahwa budaya asli harus tetap harus dilestarikan. Untuk itu, pendirian pusat penelitian ini nggak cuma sebatas promosi pariwisata melainkan untuk membuaka peluang penerapan budaya tradisional untuk kehidupan bermasyarakat di dunia yang serba modern.

3. Penelitian tentang ninja akan diperdalam dengan melibatkan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu lain

Pendirian pusat penelitian ini juga nggak lepas dari keresahan menjamurnya para penggemar seni bela-diri dan kebudayaan ninja dari seluruh dunia, tidak diimbangi dengan referensi yang cocok dan memadai. Selama ini kita cenderung hanya membaca teks-teks tentang dunia ninja dari tulisan dan buku fiksi sejarah. Nah… dengan diciptakannya pusat penelitian tentang ninja ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan baru. Demi mewujudkan hal tersebut, maka para inisiator program ini akan mendorong kerja sama dengan beberapa ahli atau ilmuwan dari bidang keilmuwan lain seperti sastra, filologi, arkeologi, sains dan lain sebagainya.

4. Nantinya, penelitian ini juga akan membuat serangkaian daftar seperti biodata para Ninja yang pernah ada. Ninja Hatori itu ada inspirasi aslinya lho, kalau Naruto ada nggak ya?

Advertisement

Hattori Hanzo. Namanya sering dipakai jadi nama ninja di kartun atau film via actionagogo.com

Menariknya penelitian ini nggak berhenti sampai pada kehidupan sosial para ninja, malahan mereka para peneliti merencanakan akan membuat sebuah daftar biodata dari para ninja yang pernah hidup di Jepang. Bisa dibayangkan gimana nantinya ada kemungkinan peristiwa-peristiwa dalam komik atau teks fiksi benar adanya. Seperti ninja legendaris dari Iga bernama Hattori Hanzo. Meski namanya dipakai berulang kali dalam berbagai komik, kartun, atau film, sepertinya susah deh mencari tahu bagaimana rupa asli ninja zaman Edo ini.

5. Pembangunan akan dimulai bulan Juli dan dibangun di wilayah pegunungan yang terkenal sebagai rumah para Ninja terdahulu

Rencananya pusat penelitian ini akan dibangun di sebuah wilayah dekat dengan pegunungan yang terkenal sebagai pusat kehidupan ninja pada zamannya, kota Iga yang terletak sekitar 350 km sebelah barat daya Tokyo. Berarti deskripsi lagu soundtrack kartun ‘Ninja Hatori itu cukup tepat ya karena untuk sampai ke sana harus ‘mendaki gunung, lewati lembah..’

6. Hasil penelitian nantinya disusun pake bahasa Inggris dan Jepang jadi cukup memungkinkan untuk kalian pelajari

Untuk memudahkan para pembaca dan penggemar ninja di seluruh dunia, penelitian ini akan disusun nggak cuma pakai bahasa Jepang tapi juga pakai bahasa Inggris. Pasalnya, orang yang berminat mempelajari ilmu ninja saat ini datang dari seluruh penjuru bumi. Apalagi kalau bukan karena komik populer seperti Naruto yang punya jutaan penggemar dari berbagai negara.

7. Saking cintanya terhadap budaya asli, Jepang juga sempat mendirikan Dewan Ninja di setiap provinsi

Ternyata bukan cuma pusat penelitian, di Jepang juga ada ‘Dewan Ninja’ di setiap provinsi atau prefekturnya. Ya karena memang ninja ada bagian besar dari bagian budaya Jepang yang tidak boleh punah.
Bukan cuma terkenal dengan teknologinya yang hebat, Jepang juga dikenal dengan rasa cintanya yang besar akan nilai-nilai tradisi di negerinya sendiri. Wah di Indonesia sudah ada belum sih pusat penelitian atau kejuruan khusus buat seni bela diri tradisional semacam pencak silat?! Bagus tuh kalau ada….

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya