Bayi yang masih baru lahir memang masih ringkih. Pertumbuhan dan pertahanan tubuhnya jelas belum sempurna, makanya itu merawat bayi jelas harus sangat hati-hati. Mulai dari cara menggendong sampai jenis-jenis makanan yang diperbolehkan untuk tiap jenjang pertumbuhan, harus diperhatikan. Segala sesuatu yang berhubungan dengan bayi itu tidak boleh sembarangan.

Nah, tapi bagaimana jika kamu mendengar ada budaya di beberapa negara yang membiarkan bayi tidur di luar ruangan saat suhu udaranya mencapai titik minus alias suhu beku?! Gila ‘kan, ya? Namun budaya tersebut memang benar adanya. Nah biar kamu nggak penasaran, nih Hipwee News & Feature punya laporannya…

Budaya bayi tidur di bawah suhu nol derajat ini populer di negara-negara Skandinavia. Bayi dibiarkan tidur di luar hingga satu-dua jam tiap harinya

Mungkin nggak dimasukin bak gini juga ya… via boredomtherapy.com

Advertisement

Kamu tahu ‘kan bagaimana kondisi di negara-negara Skandinavia? Negara-negara seperti Denmark, Islandia, Finlandia, Swedia dan Norwegia memang sepanjang tahun punya suhu yang bisa dibilang “lumayan” dingin. Jadi bukan hal yang mengagetkan jika di negara-negara tersebut suhunya bisa mencapai minus beberapa derajat Celcius. Namun, di sana banyak lho orangtua yang berpikir bahwa suhu -10 C adalah suhu yang pas untuk bayinya tidur di luar rungan selama satu hingga dua jam.

Budaya ini sudah ada sejak 1940-an silam. Jadi mereka sudah punya insting kuat kapan saatnya membiarkan bayi tidur di luar dan berapa lama selesainya. Mereka pun sudah paham pakaian seperti apa yang harus dikenakan bayinya saat ia dibawa tidur di suhu sedingin itu. Kalau misalkan suhu dinilai terlalu dingin hingga -140 C, bayi akan diberi selimut dan pakaian yang lebih tebal. Bahkan ada pepatah populer di sana, tidak ada suhu yang terlalu dingin kalau kamu siap dengan pakaian yang sesuai.

Menurut mereka membiarkan bayi tidur di luar saat suhu dingin itu justru banyak manfaatnya. Nih kalau nggak percaya…

Bahkan banyak bayi yang sengaja ditinggal dalam stroller-nya, biar bisa tidur siang di luar via npr.org

Mereka melakukan itu bukan tanpa alasan. Alasannya juga jelas bukan ingin ‘menyiksa’ anaknya, kok. Menurut penduduk di negara-negara Skandinavia tersebut, membiarkan dan membiasakan bayi tidur di luar ruangan dengan suhu serendah itu punya efek positif. Di antaranya:

Advertisement
  1. Sinar matahari langsung dan udara dingin akan menguatkan sistem imun bayi
  2. Suhu di bawah 0 derajat membuat anak lebih cepat tidur
  3. Setelah tidur di luar ruangan dengan suhu dingin, anak-anak jadi lebih aktif

Yah meskipun belum ada studi secara menyeluruh soal hal ini, namun bayi-bayi yang tidur di luar saat suhunya mencapai -100 C di negara-negara Skandinavia tersebut, tumbuh dengan baik dan sehat. Bahkan fisik dan mentalnya pun dinilai unggul dibanding bayi-bayi yang tidak dibiarkan tidur di luar.

Bukan masalah suhunya saja yang membuat budaya ini dapat sorotan dunia, tapi kebiasaan meninggalkan bayi-bayi di pinggir jalan ketika orangtuanya pergi belanja atau makan di restoran. Ya memang sih tingkat kejahatan di negara-negara Skandinavia itu salah satu yang terendah di dunia, tapi kok tega ya?!

Sebenarnya di Indonesia juga ada kok budaya yang mirip-mirip. Bukan tidur siang di suhu dingin, tapi berjemur di pagi hari. Tapi ya intinya di bawa keluar untuk dapat sinar matahari

Bedanya, bayi-bayi Indonesia biasanya ‘dijemur’ di sinar matahari pagi via Kusnantokarasan.com

Kalau mau mengulik soal budaya, di Indonesia juga ada kok budaya bayi tidur di luar ruangan. Namun jangan samakan ya suhunya. Beda dengan orang-orang Skandinavia yang suka membiarkan bayinya tidur siang di suhu beku, kalau di Indonesia yang dicari adalah sinar matahari pagi. Sekitar jam 7 hingga 8 pagi, kamu pasti pernah menemukan orangtua yang menggendong anaknya supaya bisa terkena sinar matahari langsung.

Tujuannya pun nggak jauh beda; agar bayi tumbuh lebih baik dan lebih sehat. Budaya ini juga sama-sama dimulai sejak zaman nenek moyang kita dulu. Ya mungkin begitulah kalau kita dihadapkan dengan tantangan dan kondisi yang berbeda, budayanya jadi beda tapi intinya sama. Mungkin di negara-negara Skandinavia dengan mayoritas suhu dingin, waktu tidur siang saat matahari paling terang dimanfaatkan supaya bayinya bisa mendapat udara segar dan sinar matahari. Sementara di Indonesia yang tropis, ya waktunya paling baik sebelum sinar matahari terlalu menyengat.

Ya intinya bayi memang sebaiknya sering-sering diajak jalan keluar biar dapat udara segar ya. Daripada di dalam ruangan terus dan menghirup udara daur ulang dari AC. Tapi susah juga sih kalau daerah sekitarnya penuh polusi 🙁

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya