Dikhususkan untuk Vlogger dan Content Creator Pemula, Sony Indonesia Resmi Luncurkan Kamera Alpha ZV-E10 

Sony Alpha ZV-E10 

Setidaknya ada dua alasan utama mengapa banyak orang melakukan vlogging. Pertama, vlogging mampu menampilkan cerita dan menangkap momen dengan lebih baik jika dibandingkan blogging yang berbasis tulisan. Kedua karena praktis, sebab bisa dilakukan dengan smartphone hingga kamera profesional.

Advertisement

Untuk alasan kedua, mengandalkan media perekaman seperti smartphone terkadang bisa jadi nggak cukup bagi mereka yang ingin menggandrungi dunia vlogging. Sementara untuk pindah menggunakan kamera seperti DSLR, penggoperasiannya nggak bisa dibilang sederhana. Jalan tengah untuk kondisi ini lah yang coba dihadirkan Sony dengan meluncurkan kamera mirrorless Alpha ZV-E10.

Sony Alpha ZV-E10 didedikasikan khusus bagi vlogger dan content creator pemula

| dok. Sony Indonesia

Setelah diperkenalkan bulan Juli lalu, Sony Indonesia akhirnya meluncurkan kamera Alpha ZV-E10 untuk pasar Tanah Air. President Director PT Sony Indonesia Kazuteru Makiyama mengatakan kamera teranyar dari lini Alpha ini didedikasikan khusus bagi para vlogger lewat sederet inovasi dan fitur yang memudahkan.

“Sony menghadirkan Alpha ZV-E10 untuk memenuhi kebutuhan vlogger lewat sejumlah inovasi dan fitur yang didesain untuk memudahkan pengguna berkreasi dengan maksimal,” kata Makiyama dalam online launch Sony Aplha ZV-E10, Rabu (29/9).

Advertisement

Salah satu yang menjadi keunggulan Alpha ZV-E10 adalah interchangeable-lens, alias lensanya dapat ditukar dengan lebih 60 jenis lensa Sony sesuai kebutuhan. Di samping itu, kamera ini juga dilengkapi sejumlah fitur otomatis seperti mode “Product Showcase Setting” yang memungkinkan kamera mengalihkan fokus dari wajah ke objek yang disorot secara otomatis.

| dok. Sony Indonesia

Sony Alpha ZV-E10 juga turut memboyong fitur-fitur khusus video yang telah sukses di perangkat Alpha ZV-1, termasuk “Background Defocus” yang dapat mengalihkan latar belakang buram (bokeh) secara otomatis. Menariknya, fitur-fitur tersebut dapat bekerja dalam mode “Live Streaming” yang juga menjadi keunggulan Alpha ZV-E10.

Untuk semakin menunjang aktivitas vlogging, Alpha ZV-E10 dilengkapi berbagai fungsi lain seperti tombol Still/Movie/Slow dan Quick Motion baru yang ditempatkan di bagian atas kamera untuk memudahkan pengguna mengubah mode pengambilan gambar. Sony juga menggunakan layar bukaan samping agar penempatan mikrofon esksternal di bagian atas kamera tidak terganggu.

Advertisement

Sony Alpha ZV-E10 tawarkan pengalaman audio visual berkualitas tinggi

| dok. Sony Indonesia

Untuk menjamin kualitas gambar, kamera ini dilengkapi sensor CMOS Exmor APS-C (23,5 x 15,6 mm) dan mesin pemrosesan gambar BIONZ X. Kamera Alpha ZV-E10 ini mendukung perekaman video 4K dan Slow Motion dengan gambar berkualitas tinggi FHD 120p. Alpha ZV-E10 juga dapat memastikan kualitas gambar tetap stabil saat melakukan transisi dari kondisi cahaya terang ke gelap berkat fitur “Auto Exposure”.

Lebih lanjut untuk perekaman video, Digital Imaging Product Marketing Sony Indonesia Muhammad Fariz Adiputra mengatakan Alpha ZV-E10 sudah dilengkapi stabilisasi gambar elektronik dengan Mode Aktif, dan teknologi Autofokus andalan Sony yang cepat dan tepat dengan performa pelacakan terbaik.

“Alpha ZV-E10 dilengkapi “Active Steady Shot” untuk menghadirkan perekaman yang stabil, dan real time autofocus serta real time tracking untuk hasil perekaman terbaik,” ujar Fariz.

Karena vlogging nggak cuma soal video melainkan juga audio, Alpha ZV-E10 menawarkan perekaman audio berkualitas tinggi lewat Directional 3-Capsule Mic internal yang dapat menangkap suara dengan jelas dari berbagai arah, dan wind screen yang berfungsi untuk mengurangi kebisingan seperti suara angin dengan cukup signifikan.

Online launch Sony Aplha ZV-E10, Rabu (29/9)| dok. Tangkapan layar/Zoom

Selain dapat mengandalkan mikrofon internal, pengguna juga bisa mendapatkan kualitas audio yang lebih tinggi lagi dengan memasangkan mikrofon eksternal yang mendukung Antarmuka Audio Digital melalui Multi Interface (MI).

Untuk daya tahan, baterai kamera Alpha ZV-E10 diklaim dapat bertahan hingga 125 menit pengambilan video atau 440 foto. Kamera ini juga cukup fleksibel jika butuh di-charge karena sudah menggunakan konektor USB Type-C, dan dapat digunakan dengan aman saat tersambung ke sumber listrik menggunakan adaptor AC.

Kamera Sony Alpha ZV-E10 akan hadir secara resmi di Indonesia dalam dua varian warna hitam dan putih, mulai bulan November 2021 dengan banderol harga Rp10.999.000 untuk Bodi + Lensa Power Zoom 16-50mm. Jika ingin lebih dulu menjajal kamera ini, sejak tanggal 29 September hingga 17 Oktober 2021 Sony Indonesia membuka pre-order dengan penawaran khusus.

Informasi lebih lanjut mengenai pre-order dan spesifikasi detail kamera Sony Alpha ZV-E10 bisa didapatkan melalui media sosial dan situs web resmi Sony Indonesia.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE