4 Fakta Racun VX yang Bunuh Kim Jong Nam. Pelaku Kira Itu Baby Oil, Padahal Setetes Saja Bisa Fatal

Kasus pembunuhan kakak tiri pemimpin Korea Utara yang menyeret nama seorang warga Indonesia minggu lalu, tampaknya makin rumit saja. Disamping investigasi keterlibatan para tersangka dengan pemerintah Korea Utara, metode pembunuhan Kim Jong Nam jadi topik pembicaraan internasional. Setelah muncul berbagai spekulasi, pihak kepolisian Malaysia akhirnya mengkonfirmasi bahwa kakak tiri Kim Jong Un yang hidup terasing ini dibunuh dengan menggunakan racun mematikan bernama VX.

Temuan ini mengejutkan dan sangat meresahkan banyak pakar keamanan internasional. Berdasarkan Chemical Weapon Convention yang ditandatangani oleh 165 negara pada tahun 1993, VX masuk dalam kategori senjata kimia paling berbahaya. Sejak perjanjian internasional ini diberlakukan pada tahun 1997, sebagian besar persediaan zat yang sangat mematikan ini telah dihancurkan. Sebagaimana dilansir oleh CNN , kedua perempuan yang mengusapkan racun ke wajah Kim Jong-Nam mengaku tidak mengetahui bahwa cairan yang mereka bawa berbahaya. Bahkan kedua pelaku menyangka cairan tersebut hanyalah baby oil saja.

Penyimpanan zat VX di Newport Chemical Depot, Indiana AS pada tahun 1997

Ini salah satu penyimpanan zat VX di Newport Chemical Depot, Indiana AS pada tahun 1997 via www.nytimes.com

Penggunaan zat VX dalam kondisi apapun, merupakan pelanggaran serius terhadap keamanan dunia. Maka dari itu kasus ini bakal berbuntut panjang. Meski Korea Utara tidak termasuk dari 165 yang menandatangi perjanjian tentang senjata kimia di atas, tapi kelakuan seperti ini tentunya tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika keterlibatan Korea Utara benar-benar terbukti, masyarakat internasional harus menunjukkan reaksi tegas supaya kejadian seperti ini tidak terulang. Apalagi ketika senjata pembunuh massal macam ini ternyata terlihat tidak berbahaya bagi orang awam, hanya cairan yang mirip baby oil. Biar tambah pengetahuan dan bisa waspada, Hipwee News & Feature bakal membahas apa sih sejatinya zat VX dan kenapa zat itu bisa disebut sebagai racun paling mematikan di dunia.

ADVERTISEMENTS

VX adalah salah satu jenis ‘nerve agent’ atau zat yang memutus kontrol antara sistem syaraf dan organ tubuh lain. Yang akhirnya berakibat fatal jika mencapai otot yang mengendalikan napas

di Indonesia ada sianida, Korut punya VX

Dalam hitungan menit saja, Kim Jong Nam yang tadinya pusing-pusing bisa sampai gagal napas via sindonews.net

Mungkin masyarakat Indonesia sudah familiar dengan racun sianida yang memenuhi headline berita nasional sepanjang tahun 2016 kemarin. Tapi ternyata masih banyak jenis racun yang lebih berbahaya, salah satunya adalah zat VX yang nama ilmiahnya O-ethyl S-diisopropylaminomethyl methylphosphonothiolate. Zat yang dikenal sebagai perusak sistem saraf ini diciptakan oleh ahli kimia bernama Inggris bernama Ranaji Ghosh pada tahun 1950-an. Dari awal, zat ini memang dikembangkan sebagai senjata kimia yang punya efek mematikan.

Sebelum menemui ajal, Kim Jong Nam sempat mendeskripsikan ke petugas bandara bahwa ada seorang perempuan mengusapkan lap basah ke wajahnya. Padahal hanya dibutuhkan setetes VX atau sekitar 10 miligram lewat kontak kulit dan 25-30 miligram jika dihirup, untuk menimbulkan efek fatal pada manusia. Ada sih penawarnya. Tapi kalaupun Kim Jong Nam diberikan penawar, banyak ahli pesimis nyawanya bisa terselamatkan karena dosis yang diulaskan ke wajahnya saja cukup besar. Menurut hasil autopsi, kakak tiri Kim Jong Un ini ternyata menderita berbagai tahapan kelumpuhan, sampai akhirnya otot pernapasannya tidak bekerja dan ia meninggal karena tidak bisa bernapas.

ADVERTISEMENTS

Disamping dosis kecil yang mematikan, zat VX ini ekstra berbahaya karena tidak berwarna, berbau, maupun berasa. Jika terkena udara luar akan sedikit kekuningan mirip minyak

Pelaku mengira mereka membawa baby oil

Sampai pelaku mengira mereka membawa baby oil via www.dermanities.com

Setelah pemerintah Indonesia dan Vietnam dapat bertemu langsung dengan warganya yang jadi tersangka utama dalam kasus ini, keduanya mengeluarkan pernyataan serupa. Kedua tersangka mengaku hanya dibayar untuk ‘kegiatan’ prank atau bercandaan ala reality show dan tidak tahu bahwa cairan yang dibawanya adalah racun paling mematikan di dunia. Zat VX ini memang tidak berbau, berwarna, dan berasa sehingga bagi orang awam mungkin tampak tidak berbahaya.

Namun siapapun yang terpapar racun ini mestinya akan langsung menunjukkan reaksi. Maka dari itu para ahli awalnya curiga apakah benar zat VX digunakan, karena dua pelaku masih hidup meski memegangnya dengan tangan kosong. Keduanya ternyata langsung mencuci tangan di toilet setelah melancarkan aksinya. Tersangka asal Vietnam bernama Doan Thi Huong, memang ditangkap dalam keadaan muntah-muntah. Sementara Siti Aisyah asal Indonesia juga mengaku pusing dan mual setelahnya. Tapi keduanya saat ini dilaporkan dalam kondisi sehat.

ADVERTISEMENTS

Kasus penggunaan zat VX sangat langka di dunia. Jika keterlibatan pemerintah Korea Utara dapat terbukti, sanksi internasional akan lebih berat dibanding sebelumnya

Sarin saja sudah sangat berbahaya, VX jauh lebih fatal

Sarin saja sudah sangat berbahaya, VX jauh lebih fatal via id.pinterest.com

Zat VX diyakini jauh mematikan dibanding nerve agent lain sejenis yang lebih terkenal, seperti Sarin. Penggunaan gas sarin dalam konflik Suriah pada tahun 2013 yang lalu sampai jadi perdebatan internasional, sampai akhirnya berbagai sanksi dijatuhkan pada pemerintah Suriah. Disamping dosis kecil yang mematikan, zat VX jauh lebih berbahaya karena relatif lebih stabil dan tahan lama di lingkungan luar. Zat ini juga sebenarnya cukup mudah dibuat oleh ahli kimia organik jika memiliki bahan dan lingkungan lab yang sesuai. Maka dari itu banyak ahli berpendapat bahwa zat VX yang dipakai untuk membunuh Kim Jong Nam mungkin ‘diracik’ di Malaysia sehingga sulit dicari jejaknya kembali ke Korea Utara.

Disamping kasus ini, hanya tercatat dua kali penggunaan zat VX yang terekspos media. Pemerintah Irak yang dipimpin Saddam Hussein diduga menggunakan senjata kimia ini dalam konflik Irak-Iran di tahun 1988. Sedangkan kasus kedua terjadi pada tahun 1995 di Jepang. Sebuah sekte bernama Aum Shinrikyo membuat homamade VX untuk membunuh anggotanya yang membelot, satu orang tewas. Sekte ini sebelumnya sudah terkenal karena serangan gas sarin di subway Tokyo yang menewaskan 12 orang dan meracuni ribuan orang.

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS

Setelah kasus ini, dunia harus meningkatkan kewaspadaan. Bukan lagi pesawat penghancur paling canggih atau senjata nuklir, senjata kimia ternyata juga merupakan ancaman nyata

banyak jenis dan banyak cara kerja yang bisa dilakukan

Pistol maupun senjata nuklir jelas susah diselundupkan, zat kimia berbahaya ternyata masih sulit dilacak via cnnindonesia.com

Amerika Serikat dan Rusia adalah dua negara di dunia yang mengakui masih memiliki VX. Meski diperkirakan banyak negara juga diam-diam menyimpan pasokan, tentunya masyarakat internasional khawatir jika negara seperti Korea Utara memiliki dan menyalahgunakannya. Kekhawatiran tersebut akhirnya benar-benar terjadi dengan kasus pembunuhan Kim Jong Nam kemarin. Pemerintah Korea Utara menyangkal telah mengorganisir pembunuhan Kim Jong Nam maupun memiliki zat VX. Namun Nuclear Threat Initiative (NTI) memperkirakan Korea Utara masih punya sekitar 2500-5000 ton zat VX.

Setelah insiden mengejutkan ini, Kepolisian Malaysia segera mengundang ahli senjata kimia untuk menyisir bandara Kuala Lumpur. Mereka serius menyelidiki bagaimana bisa racun VX bisa masuk ke negaranya. Banyak pihak juga menyatakan betapa sulitnya upaya ini. Pakar keamanan bandara pun mengklaim jika akan sangat mudah menyelundupkan racun VX ke Malaysia melalui kantung diplomatik, karena tidak akan diperiksa oleh petugas bea cukai. Tentu saja kasus ini memicu perseteruan diplomatik antara Korea Utara dan Malaysia. Semoga segera tuntas ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Rajin menggalau dan (seolah) terluka. Sebab galau dapat menelurkan karya.

CLOSE