Apa sih yang terlintas dalam pikiranmu ketika mendengar kata ‘Kerajaan Ubur-ubur’?

Sekilas, mungkin banyak orang bakal mengira kalau kita lagi membahas sebuah episode dalam serial kartun populer Spongebob Squarepants. Namun Kerajaan Ubur-ubur ini bukanlah cerita dongeng kerajaan bawah laut, bukan juga nama restoran yang jualan ubur-ubur. Kerajaan Ubur-ubur yang sedang bikin resah warga Serang, Banten ini ternyata nama sebuah aliran kepercayaan baru yang berkembang di sana. Meski mengaku mengakui dan menganut Islam, anggota Kerajaan Ubur-ubur ini melakukan banyak ritual aneh yang tidak sejalan dengan ajaran Islam.

Advertisement

Dianggap sesat dan berbahaya, sebagaimana di lansir dari CNN, pihak kepolisian akhirnya membubarkan Kerajaan Ubur-ubur. Majelis Ulama Indonesia (MUI)-pun juga mengeluarkan respon yang serupa. Kemunculan aliran keyakinan atau sekte baru sebenarnya bukanlah hal baru di Indonesia, namun kayaknya banyak orang yang sangat penasaran dengan keberadaan Kerajaan Ubur-ubur ini. Kenapa juga anggota-anggotanya sampai memilih nama itu untuk mewakili atau merepresentasikan kepercayaannya? Apakah ada filosofi lain di balik ‘ubur-ubur’ atau memang mungkin pendirinya penggemar berat Spongebob Squarepants? Bagi yang penasaran, yuk simak fakta-faktanya bareng Hipwee News & Feature~

Bikin resah warga, polisi akhirnya menyambangi rumah ‘Raja’ dan ‘Ratu’ dari Kerajaan Ubur-ubur. Pasangan suami-istri yang mengepalai aliran ini bahkan punya susunan organisasi lengkap

Daftar organisasi Kerajaan Ubur-ubur yang disita polisi. Baru dibubarkan dan disita, belum diamankan via www.merdeka.com

Kerajaan Ubur-ubur dibangun di sebuah rumah di kawasan Tower Indah, Sayabulu, Banten. Meski Ketua RT setempat meyakini sekte ini hanya memiliki 8 anggota, Kerajaan Ubur-ubur punya struktur organisasi lengkap seperti yang tertera dalam daftar yang disita polisi. Pimpinannya adalah sepasang suami istri bernama Rudi dan Aisyah. Aisyah ini mengaku sebagai penganut Sunda Wiwitan dan juga Ibu Ratu Kidul. Bahkan, ia menyatakan bahwa ajarannya diperoleh dari alam gaib. Karena kepercayaannya tak sesuai dengan ajaran agama lain, maka tentu saja sekte Kerajaan Ubur-ubur ini meresahkan warga sekitarnya.

MUI juga telah mengadakan penyelidikannya sendiri dan berkesimpulan bahwa Kerajaan Ubur-ubur itu  sesat. Di samping tidak sesuai dengan ajaran Islam,  dicurigai juga ada penipuan berkedok agama

Dugaan penipuan berkedok agama terjadi karena ada aktivitas pengumpulan uang via jateng.tribunnews.com

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah bertindak dengan mendatangi langsung pimpian sekte Kerajaan Ubur-ubur. Hasilnya, melalui pembicaraan dan obrolan untuk mengklarifikasi dan mengorek lebih dalam tentang asal usul ajaran serta keyakinan yang dimiliki oleh sekte ini, MUI menyatakan bahwa sekte Kerajaan Ubur-ubur ini menyesatkan. Kerajaan Ubur-ubur bukanlah Islam, namun ada beberapa ajaran yang mirip dengan ajaran Islam tetapi menyimpang dari yang seharusnya.

Advertisement

Banyak hal dari agama ini yang menyimpang dari agama Islam. Dilansir dari Detik, mereka mempercayai bahwa Allah SWT memiliki makam, Nabi Muhammad adalah perempuan, dan Kakbah bukanlah kiblat, melainkan tempat pemujaan berhala. Hal ini tentu saja menista agama Islam. Nggak hanya itu, motif ajaran ini memang masih dipelajari, namun dicurigai ada penipuan di dalamnya karena ada aktivitas pengumpulan uang dan menyimpannya di bank dalam dan luar negeri.

Polisi dan MUI kini bekerja sama untuk mengkaji kasus ini lebih dalam. Belum diketahui juga kenapa pendirinya menamakan alirannya Kerajaan Ubur-ubur, tapi kalau dipikir-pikir nama aliran sesat biasanya ‘kan memang aneh-aneh

Ada saja orang yang bisa percaya dengan aliran seperti ini via kumparan.com

Kejadian seperti ini merupakan bukti betapa hebat sekaligus berbahayanya kekuatan pemikiran manusia. Meski mungkin bagi kita sekadar mendengar nama ‘Kerajaan Ubur-ubur’ saja sudah tidak masuk akal, ternyata ada orang yang bisa percaya dan dengan setia mengikuti ajaran-ajaran yang disampaikan pemimpinnya. Itu kekuatan dari pemikiran manusia –pemimpin dari aliran ini, meyakinkan orang lain untuk bersimpati dan akhirnya ikut bergabung dengan organisasinya.

Kalau masalah nama, aliran keyakinan seperti itu biasanya memang aneh-aneh. Bukan cuma ‘Kerajaan Ubur-ubur’, ada sekte pembaca telapak kaki di Jepang. Tapi ya itu kalau sudah percaya, ya orang-orang akan mampu melakukan banyak hal atas nama kepercayaannya itu walaupun mungkin tidak masuk akal di mata banyak orang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya