Pemerkosaan atau kekerasan seksual adalah salah satu mimpi terburuk yang bisa dialami perempuan. Tak ada seorang pun di dunia ini yang bisa membayangkan musibah mengerikan seperti itu menimpa dirinya. Seperti kisah pilu yang dialami gadis cantik berusia 33 tahun asal Rusia, Anna Barmina, yang menjadi korban pemerkosaan keji pada tahun 2015 silam. Setelah sempat koma karena serangan jantung pasca musibah yang menimpanya, Anna yang tak pernah pulih akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada akhir tahun 2017 lalu.

Kisah tragis ini sempat viral di berbagai surat kabar daring dan menuai banyak simpati karena pelakunya dikabarkan adalah penjahat kambuhan yang mengaku tidak merasa menyesali perbuatannya sama sekali. Duh, horor banget sih! Simak ulasannya dalam Hipwee News & Feature kali ini ya.

Anna Barmina mendapat serangan mengerikan itu pada tahun 2015 silam. Pelaku mengaku mendorongnya ke semak-semak, menyerangnya dengan pisau dan memperkosanya menggunakan patahan cabang pohon

Anna Barmina semasa hidup via www.dailystar.co.uk

Advertisement

Akibat serangan brutal itu, Anna yang merupakan seorang representatif kosmetik untuk Oriflame di Rusia ini dikabarkan menderita serangan jantung dan mengalami koma selama setahun lebih. Dokter pun menyatakan organ-organ internal tubuh Anna rusak berat pasca serangan patahan cabang pohon tersebut. Anna sadar setahun kemudian, namun trauma berat yang dialaminya membuatnya tak mau berbicara lagi dan bahkan berat badannya turun drastis. Anna dikabarkan kehilangan 30 kg bobot tubuhnya pasca musibah tersebut. Depresi berat dan kerusakan organ tubuh yang dialami Anna membuatnya tak mampu bertahan lama. Setelah perjuangan panjang itu, Anna akhirnya menghembus nafas terakhir di bulan Desember kemarin.

Pelaku pemerkosaan keji tersebut ternyata adalah predator seks kambuhan yang sudah pernah dipenjara namun nggak pernah kapok melakukan aksi bejatnya

Gizar Ziyangareev, predator seks kambuhan yang dijatuhi vonis 23 tahun via www.thesun.co.uk

Dilansir dari laman The Sun, Gizar Ziyangareev merupakan residivis yang sudah pernah dipenjara atas kasus yang sama. Gizar dikabarkan sebagai penjahat kambuhan yang seminggu setelah keluar dari penjara kembali melakukan serangan bejatnya terhadap 4 orang korban, salah satu korban terparahnya adalah Anna Barmina. Akibat aksi kejinya tersebut, Gizar dijatuhi hukuman penjara 23 tahun, yang merupakan vonis terlama yang pernah dijatuhkan pengadilan di Rusia atas kasus pemerkosaan.

Keluarga Anna Barmina tak terima atas vonis hukuman yang ‘cuma’ 23 tahun tersebut. Hukuman tersebut dianggap terlalu ringan dan nggak menimbulkan efek jera pada predator seks tersebut

Stop kekerasan seksual pada perempuan dan anak via bangka.tribunnews.com

Hukuman yang dijatuhkan pada Gizar Ziyangareev dinilai kurang setimpal dengan perbuatannya, terlebih lagi Gizar adalah residivis yang baru saja keluar dari penjara saat melakukan kejahatannya tersebut. Boro-boro bertobat dan menjalani hidup yang lebih baik, dalam seminggu dia sudah menyerang 4 perempuan demi memuaskan nafsu bejatnya. Perilaku abnormalnya dianggap terlalu berbahaya dan mengancam keselamatan perempuan lain setelah masa hukumannya selesai dan dia keluar dari penjara.

Di pengadilan, Zigar Ziyangareev dengan sengaja meminta keringanan atas hukuman yang dijatuhkan pada dirinya. Alasannya karena dia masih punya tanggungan ibunya yang sudah tua serta 3 anak yang bergantung padanya

Zigar ‘hanya’ divonis 23 tahun via www.thesun.co.uk

Advertisement

“Aku tidak mengerti bagaimana bisa pengadilan begitu lembek terhadapnya. Anna tidak akan pernah bisa bangkit, dia tidak akan pernah mau bicara lagi. Sedangkan dia (Zigar Ziyangareev) akan keluar dari penjara suatu hari nanti dan kembali memperkosa orang.” tutur Ibu Anna yang menyesali vonis hakim di pengadilan.

Ibu Anna menyebut Zigar sebagai monster tak berperikemanusiaan karena aksi brutalnya. Keluarga Anna ingin Zigar dijatuhi vonis hukuman yang lebih berat namun pada akhirnya hukuman 23 tahun dianggap pengadilan cukup untuk mengganjar kejahatannya. Polisi yang menginvestigasi kasus ini pun mengatakan bahwa Zigar mengaku tidak menyesali kejahatannya sama sekali. Kalau sudah begini, pasti ada kesehatan mentalnya yang terganggu, sehingga hati nurani sudah nggak mampu berfungsi lagi.

Zigar Ziyangareev hanyalah satu dari sekian banyak predator seks yang masih bebas berkeliaran dan dapat sewaktu-waktu menyerang korbannya bila ada kesempatan. Kira-kira apa sih yang memicu hal ini?

Gangguan mental akibat trauma masa lalu bisa jadi pemicu tindakan pelaku kejahatan seks via hellogiggles.com

Di era modern seperti sekarang, masih banyak yang menyalahkan kaum perempuan yang berpenampilan mengundang sehingga memicu terjadinya kasus penyerangan dan pelecehan seksual yang tak diinginkan. Padahal sih mau berpenampilan seperti apapun, kalau mental pelaku kejahatannya sudah rusak ya nggak akan berpengaruh apa-apa. Predator seks adalah seseorang yang memiliki keinginan untuk berhubungan seks dengan cara yang brutal dan nggak lazim. Korbannya nggak cuma perempuan, anak-anak pun rentan diserang.

Ditilik dari sisi psikologis, para pelaku pemerkosaan brutal semacam ini memang dianggap memiliki perilaku menyimpang sehingga melakukan tindakan keji dianggap bukan hal yang patut disesali

Apapun alasannya, pelecehan seksual wajib ditindak tegas via www.latina.com

Ada sekitar 10 kelainan psikoseksual yang dikenal dalam ilmu psikologi, dikategorikan dari jenis cara memuaskan nafsu seks seseorang. Misalnya pedofilia yang memiliki hasrat seksual pada anak-anak di bawah umur atau fetisme yang membuat penderitanya memuaskan nafsu seks dengan memanfaatkan objek, bukan manusia. Pada kasus yang menimpa Anna, Zigar yang memperkosa dengan brutal dan melukai fisik, bahkan sampai menggunakan patahan cabang pohon dianggap memiliki kelainan seks yaitu seksual sadis. Tindakan seks yang menyimpang ini konon memberikan kepuasan pada pelakunya saat korban disakiti atau diserang dengan cara-cara yang tidak menyenangkan. Duh, serem ya.

Berkaca dari apa yang sudah dialami oleh Anna Barmina, entah itu laki-laki, perempuan atau orangtua dari anak-anak yang masih rentan menjadi korban pelecehan seksual, semua wajib untuk lebih waspada dan menghindari tempat atau situasi yang rawan bahaya. Karena penjahat tak bermoral seperti ini nggak pilih-pilih korban. Gimanapun alasannya, pelecehan seksual dalam bentuk apapun adalah pelanggaran yang nggak bisa dibiarkan atau dimaklumi. Selain dihukum sepantasnya, pelaku sebaiknya menerima terapi yang sesuai agar di masa depan nggak mengulangi kesalahannya dan menelan korban lainnya. Semoga nggak ada lagi ya Anna Barmina-Anna Barmina lain yang harus menderita.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya