Nonton drama Korea sepertinya udah jadi bentuk hiburan kekinian yang makin banyak mendunia. Bukan cuma populer di negara-negara Asia, demam drama Korea bahkan sampai Eropa dan Amerika Latin. Drama Korea terkenal menawarkan cerita yang ringan, lucu, dan bikin hati deg-degan karena jalur ceritanya yang romantis abis. Belum lagi oppa-oppa cakep dan nuna-nuna cantik yang buat layar tambah ‘cerah’.

Namun salah satu drama Korea terbaru berjudul Man Who Dies to Live akhir-ahir ini, justru mendapat banyak kecaman karena ceritanya dinilai merendahkan umat Muslim. Bukannya mendapat sambutan dari penggemar seperti kebanyakan drama Korea, netizen justru mendesak untuk memboikot serial drama ini. Mau tahu poin-poin apa aja yang buat fans keberatan?! Baca deh selengkapnya ulasan Hipwee News & Feature ini!

Drama ini bercerita tentang pria Korea Selatan yang sukses jadi saudagar minyak di Timur Tengah. Jadi ya latar belakangnya banyak memperlihatkan kultur Arab dan Muslim

Sayangnya, penggambarannya dinilai kurang tepat bahkan offensive via forums.soompi.com

Serial komedi yang sedang merajai rating di Korea Selatan ini, berkisah tentang kehidupan Jang Dal-goo. Tokoh Dal-goo yang berasal dari Korea Selatan ini, diceritakan berhasil jadi saudagar minyak kaya raya di sebuah negara fiktif bernama Bodoantia yang terletak dekat Dubai. Bagaimana serial ini menggambarkan orang Muslim dan kehidupan di Timur Tengah-lah yang dipermasalahkan netizen karena dinilai merendahkan dan tidak sesuai dengan kehidupan Muslim sebenarnya.

Posternya saja sudah dipermasalahkan. Poster Man Who Dies to Live ini menggambarkan tokoh utama yang duduk bersilah kaki, di depannya ada buku yang tampak seperti Alquran

Gimana menurut kalian? via www.allkpop.com

Advertisement

Pada poster drama Korea ini, nampak tiga orang yang berdiri, dan seorang tokoh yang duduk di kursi dengan latar belakang suasana timur tengah. Netizen mempermasalahkan bagaimana si pria yang duduk dengan bersilah kaki dan di depannya nampak sebuah buku terbuk yang digambarkan mirip Alquran. Hal ini dianggap merendahkan kitab umat Muslim, karena posisi kakinya yang berada di atas Alquran.

Seperti yang diketahui, umat Muslim sangat menghargai kitabnya sehingga ini membuat netizen Muslim marah. Dilansir melalui Jakarta Post, salah satu netizen @Sarw_Dope menuliskan “Jangan pernah menempatkan Quran sejejar dengan kaki orang. Berhenti melecehkan Muslim dan Arab.”

Terus ada juga adegan ini, tokoh utamanya nampak minum wine. Padahal alkohol haram bagi Muslim

Wine sebagai sajian via www.allkpop.com

Salah satu adegan dalam drama ini meperlihatkan Jang Dal-goo minum wine. Penampilannya dengan ikat kepala dan sorban juga menggambarkan cara berpakaian orang Arab. Hal ini membuat beberapa netizen geram karena selain merendahkan Muslim, hal ini dinilai merendahkan budaya Timur Tengah.

Beberapa adegan juga memperlihatkan cewek yang mengenakan niqab dan scarf yang identik dengan Muslim namun berpenampilan seksi

Adegan kontroversial via www.hipwee.com

Adegan lainnya yang mendapat kritikan adalah ketika dua orang cewek menyapa tokoh utama di tepian kolam, mereka berdua nampak mengenakan bikini sekaligus menggunakan scarf yang dikerudungkan di kepalanya. Sedangkan dalam adegan berbeda, nampak juga gadis-gadis yang digambarkan sebagai putri raja yang mengenakan niqab tetapi mengenakan pakaian yang seksi.

Sebagai channel yang menayangkan drama ini, MBC pun mengunggah permintaan maaf

Pernyataan maaf oleh MBC via twitter.com

MBC kemudian mengunggah permintaan maaf melalui akun media sosial resminya, di sini. Namun MBC juga menghimbau masyarakat agar lebih bijak, drama Man Who Dies to Live hanya mengisahkan mengenai karakter fiktif dengan setting dan latar belakang yang juga fiktif. Ke depannya, MBC pun berjanji akan memberikan peringatan pada rumah produksi yang membuat drama ini.

Sayangnya, banyak netizen yang masih menyayangkan hal ini dan membuat tagar di sosial media #JusticeForMuslim. Pernyataan maaf ini dinilai kurang bisa meredam amarah netizen dan akhirnya muncul petisi online untuk memboikot tayangan ini.

Sebagian menilai bahwa tayangan ini tidak usah terlalu dianggap serius, karena dalam kenyataannya di sebagian wilayah timur tengah juga tidak seluruhnya beragama Islam dan memiliki gaya hidup yang bebas. Namun sebagian beranggapan bahwa Islam dan budaya timur bukanlah sesuatu yang layang dijadikan bahan bercandaan untuk sebuah tayangan komedi. Kalau menurut kalian gimana guys? Yuk diskusi di kolom komentar di bawah.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya