Kalau udara lagi panas-panasnya, biasanya sih orang-orang kalau nggak menyalakan kipas angin ya Air Conditioner alias AC supaya udara jadi lebih sejuk. Tapi, sebagian warga Bangladesh nggak bisa menyalakan kipas angin atau AC ketika udara sedang panas karena mereka nggak punya akses aliran listrik. Kalaupun sudah ada aliran listrik, warga yang kurang mampu itu belum tentu bisa membeli kipas angin atau AC dan membayar tagihan listrik bulanan untuk menyalakannya. Padahal, suhu udara mereka rata-rata bisa mencapai 45 derajat Celcius lho!

Untungnya ada Ashis Paul yang membuat inovasi baru untuk menjawab kebutuhan rumah-rumah di Bangladesh agar udara dalam ruangan bisa lebih sejuk. Dengan prinsip kerja yang sederhana, Ashis berhasil menciptakan suatu teknologi tepat guna yang bisa membantu banyak orang mendapat udara yang sejuk tanpa perlu pakai aliran listrik. Mau tahu seperti apa inovasinya? Siapa tahu kita juga bisa ikuti, biar nggak mahal-mahal beli atau bayar listrik untuk AC…Yuk baca sampai rampung kisah inspiratif ini bareng Hipwee News & Feature!

Teknologi sederhana ciptaan Ashis Paul memungkinkan rumah bisa jadi lebih sejuk tanpa perlu aliran listrik dengan konsep sederhana dan diberi nama Eco-Cooler

Ashis Paul, sosok yang menemukan teknologi Eco-Cooler via observers.france24.com

Advertisement

Ashis Paul adalah creative supervisor dari Grey Group yang mencetuskan ide pembuatan Eco-Cooler, sebuah alat sederhana yang bisa membuat udara dalam rumah jadi lebih sejuk. Menurut Nasional Geographic, suhu udara Bangladesh rata-rata selama musim panas tahun 2016 mencapai 45 derajat Celcius. Ditambah, rumah disana kebanyakan terbuat dari lembaran seng besi yang tentu saja bisa membuat udara dalam rumah makin panas ketika suhu udaranya panas. Parahnya, nggak ada aliran listrik di sebagian daerah Bangladesh! Disini yang suhunya rata-rata 30 derajat Celcius aja sudah bikin mengeluh kepanasan, gimana kalau di Bangladesh ya~

Konsepnya sederhana. Udara yang keluar dari lubang yang lebih kecil akan mengalami penurunan suhu hingga 5 derajat Celcius sehingga lebih sejuk

Beginilah cara kerja dari Eco-Cooler via www.interez.sk

Sebenarnya, konsepnya sangat sederhana. Coba deh kita tiup tangan kita dengan kondisi mulut terbuka, pasti suhu udara akan lebih panas dibandingkan ketika meniup dengan mulut yang dikerucutkan seperti ketika meniup seruling. Hal ini karena sifat udara yang keluar dari lubang yang lebih kecil punya tekanan yang lebih besar, laju yang juga lebih besar, sehingga suhunya akan lebih kecil. Penelitian menunjukkan, bahwa selisihnya bisa mencapai 5 derajat Celcius. Jadi, kalau udara normal suhunya 45 derajat Celcius, maka udara yang keluar dari Eco-Cooler bisa 40 derajat Celcius saja.

Hanya bermodalkan botol plastik bekas dan papan kayu saja, alat ini bisa dibuat dengan modal yang sedikit sehingga cocok untuk kalangan kurang mampu

Inilah cara pembuatan Eco-Cooler via www.straitstimes.com

Yang menarik adalah, pembuatannya sangat mudah lho. Dikutip dari The Straits Times, dengan memanfaatkan botol plastik bekas dan papan kayu seukuran jendela, alat Eco-Cooler sudah bisa dibuat sendiri. Caranya cukup dengan melubangi papan kayu dengan lubang seukuran mulut botol plastik. Botol plastik kemudian dipotong bagian badannya sehingga tersisa bagian leher, kepala, hingga mulut botol. Potongan botol tersebut, bagian mulutnya dipasang pada papan kayu. Jika sudah, rangkaian alat tersebut dipasang di jendela dengan bagian mulut botol yang kecil menghadap ke dalam rumah. Dengan begini, udara yang masuk rumah melalui jendela akan lebih sejuk deh.

Sudah ada 25.000 rumah di Bangladesh yang dipasangi Eco-Cooler. Hal ini tentu saja sangat membantu keluarga yang rumahnya sangat panas sampai mirip sauna

Eco-Cooler dipasang di jendela agar ruangan jadi lebih sejuk via www.manteni2.es

Advertisement

Teknologi ini sudah membantu 25.000 rumah di Bangladesh supaya nggak terlalu panas ketika musim panas tiba karena udara sejuk masuk ke dalam rumah mereka. Dulunya rasanya kayak di sauna, sekarang sih sudah lebih dingin. Selain bikin udara sejuk, Eco-Cooler bisa juga berguna untuk mengurangi sampah botol plastik yang berserakan di Bangladesh karena mereka umumnya nggak melakukan daur ulang. Keren ya dampak lingkungannya.

Inovasi teknologi tepat guna seperti ini nih yang bermanfaat, apalagi karena bisa benar-benar diaplikasikan dan dibuat dengan murah

Pembuatan teknologi tepat guna Eco-Cooler sedang diperlihatkan ke masyarakat via www.thedrum.com

Inovasi seperti Eco-Cooler ini nih yang patut diacungi jempol. Inovasi ini berhasil menjawab masalah penting yang dialami oleh warga Bangladesh: udara yang panas, keterbatasan listrik, dan kendala ekonomi. Hebatnya lagi, Eco-Cooler punya konsep kerja yang sederhana dan berasal dari refleksi kehidupan sehari-hari aja. Semoga bisa jadi inspirasi ya~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya